Kentang Jumbo Granola Dikembangkan di Humbahas


Posted in Marsipature Hutanabe by Redaksi on Mei 8th, 2009

Porsea (SIB)
Industri pulp TobaPulp Parmaksian kini kembali mendorong pengembangan pertanian kentang jumbo jenis granola yang umbinya besar-besar dan rasanya lebih gurih di bumi kabupaten Humbang Hasundutan, kata sebuah laporan yang dibuat seksi CSR (corporate social responsibility).
Desa Hutajulu (kecamatan Pollung) dan desa Lumbanpurba (kecamatan Doloksanggul) dipilih menjadi lokasinya, masing-masing seluas 2 hektar. Dua kelompok tani, masing-masing beranggotakan 10 orang, menangani pengembangan kentang itu.
Kedua kelompok tani itu memperoleh modal dari TobaPulp masing-masing sebesar Rp100 juta, termasuk untuk pengadaan bibit granola berkualifikasi S-1 yang didatangkan dari pusat pembibitannya di Lembang, Bandung.
Modal itu diberikan secara gratis tetapi dengan menganut sistem bergulir. Modal dikembalikan setelah panen untuk selanjutnya di-gulir-kan kepada calon penerima baru yang sudah diseleksi. Selisih modal dengan nilai produksi itulah yang menjadi keuntungan kelompok tani untuk diinvestasikan kembali pada pertanaman berikutnya.
Setiap hektar pertanian kentang memerlukan rata-rata 1,2 ton bibit dengan jarak tanam 30 hingga 40 cm. Harga bibit kualifikasi S-1 mencapai Rp20 ribu per kg. Berdasarkan kalkulasi kasar, setiap hektar dimungkinkan menghasilkan panen kentang rata-rata 20 ton dengan lama pertanaman 3 bulan. Tingkat produksi itu jauh melampaui hasil pertanian kentang lokal antara 8 hingga 10 ton per hektar.
Dengan harga rata-rata Rp5 ribu per kg, satu hektar kebun kentang granola berpeluang menghasilkan nilai produksi Rp100 juta. ”Di banyak daerah penghasil kentang, angka ini realistik,” kata Jones Manik, staf CD (community development) TobaPulp di HTI sektor Aekraja, dekat Tarutung.
Manik men-drive kegiatan kelompok tani di Lumbanpurba, sedangkan di Hutajulu di-sentuh oleh Pahothon Lumban-Gaol, staf Humas HTI sektor Tele. Mereka dibantu staf CSR dari Parmaksian, Ramson Simamora.
Dalam pertanian kentang, modal paling utama ialah bibit. Penanaman bibit S-1 (bibit hasil pertanaman pertama) dapat juga menghasilkan bakal bibit, pada masa panen, hingga siklusnya menjadi empat kali. Hanya, untuk menangkar hasil panen menjadi bibit baru, diperlukan proses tambahan, seperti pengeringan serta pemberian obat-obatan untuk tahan hama. ”Itu sebabnya harga bibit jauh lebih mahal dari kentang konsumsi,” kata Manik.
Kepala CSR TobaPulp, Lambertus Siregar, mengemukakan, pertanaman kentang unggul sudah pernah dikembangkan di Tele dan hasilnya cukup memuaskan. Setelah mengembalikan modal awalnya untuk digulirkan, para petani meneruskan pertanamannya secara berkelompok. ”Targetnya meningkatkan mutu dan jumlah produksi karena berhubungan langsung dengan pendapatan petani,” katanya. (T10/m)

About these ads

3 thoughts on “Kentang Jumbo Granola Dikembangkan di Humbahas

  1. niat yg baik, tetapi sistem penanaman di tanah, kurang tepat. sebaiknya menggunakan teknik aeroponik, hasilnya jauh lebih banyak, umbi yg lebih banyak (20-25umbi/tumbuhan), umbi yg lebih besar (4-4,5ons/umbi). dengan teknik tanam aeroponik, petani dapat menghasilkan minimal 720ton/ha dalam waktu 100hari sejak masa tanam. harga bibit kentang granola G-0 adalah Rp. 1.500/umbi. maksimum penanaman yg benar adalah sampai 3 generasi (G-3), bukan sampai G4, karena kekuatan melawan hama akan hilang. dengan hasil 720ton/ha, dan harga kentang Rp.4.000/kg, maka petani akan meraih hasil Rp.2.880.000.000,-/ha. PT.Toba Pulp tdk logik kalau cuma memberikan dana CSR senilai Rp.200.000.000. keuntungan pabrik kertas sekelas PT. TPL hampir 1 triliun rupiah/tahun. seharusnya dana CSR berada di kisaran 2%-5%. kalau masyarakat atau pihak PT. TPL ingin melakukan teknik tanam aeroponik, saya bersedia mengajarkannya. email saya: el_antonio1@yahoo.com

  2. dengan teknik aeroponik (menanam di udara) umbi kentang tdk akan kotor oleh tanah, tdk gampang busuk, rasa umbi lebih gurih, melewati standar kwalitas export, artinya, kentang dapat di export ke eropah, amerika, korea selatan dan jepang.
    supply kentang dunia masih jauh dari mencukupi. masih ada kekurangan 60% dari total jumlah yg dibutuhkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s