Korban Penganiayaan Ditangkap Polsek Parlilitan


Posted in Kriminal by Redaksi on Nopember 26th, 2008

Medan (SIB)
Tombor Nainggolan (40) warga Dusun Kutaimbaru, Desa Pusuk II Kec.Parlilitan, Kab.Humbahas ditangkap Polsek Parlilitan, Senin (24/11), ketika sedang mengurus keperluan surat-surat di Dinas Pendidikan Kabupaten Humbang Hasundutan.
Persoalan berawal dari penganiayaan yang dilakukan secara bersama-sama oleh sekitar 25 orang kepada korban dan abangnya Winner Nainggolan (50). Melihat lawan sangat banyak, Winner Nainggolan langsung bergegas berlari menuju Polsek Parlilitan dan melaporkan kejadian yang dialami bersama adiknya.https://humbahasnews.wordpress.com/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif Namun ketika itu, diberitahu personil Polsek yang bertugas saat itu, bahwa Kapolsek sedang menuju Tempat Kejadian Peristiwa (TKP) dan menyarankan jika di jalan bertemu dengan Kapolsek agar memberikan surat laporan yang sudah dibuat untuk ditandatangani. Namun ketika Winner Nainggolan berhasil bertemu dengan Kapolsek AKP B.Saragi menolak menandatangani laporan sembari menyarankan agar datang besok saja.
Merasa laporan tidak ditanggapi, kemudian Winner beranjak ke Polres Humbang Hasundutan guna membuat Laporan Polisi (LP). Korban pengeroyokan Tombor Nainggolan, yang terkapar kemudian dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan dan membuat visum et repertum.
Winner Nainggolan seperti pada laporan polisi menerangkan pada (5/10) pukul 07.30 WIB adiknya Tombor Nainggolan sedang mencari-cari tempat adanya sinyal di tugu Op.Tua Singa, saat itu hendak menghubungi keluarga di Jakarta menggunakan telepon seluler. Namun tiba-tiba datang sejumlah orang berusaha mengeroyok adiknya Tombor Nainggolan yang karena kena duri pohon nenas, lalu mencabut pohon nenas yang tumbuh di lahan yang diakui milik orang tua Winner. Seraya bertanya, “mengapa kau cabut nenas itu,” massa yang datang kelahan itu seperti dikomando memukuli Tombor hingga tidak berdaya. Saat itu juga Winner berusaha menyelamatkan diri berlari menuju Polsek Parlilitan. Karena merasa tidak ditanggapi lalu Winner bergegas menuju Polres Humbang Hasundutan.
Melihat korban Tombor yang saat itu sekarat, keluarga menyarankan agar dibawa ke Medan untuk mendapatkan perawatan serius, pada Senin (17/11) korban dipanggil Polres Humbahas guna dimintai keterangan. Walau kondisi korban belum benar-benar pulih akhirnya memenuhi panggilan Polres Humbahas, namun kesempatan itu sekaligus digunakan untuk mengurus surat-surat penting di tempatnya bekerja. Aparat polsek Parlilitan yang mendengar korban ada di Dolok Sanggul Humbang Hasundutan langsung menangkap dan membawanya ke Polsek Parlilitan.
Kapolsek AKP.B.Saragi yang dihubungi wartawan lewat telepon selulernya, melalui Bripka M.Simanjuntak membenarkan penangkapan tersebut. “Benar kami telah menangkap saudara Tombor Nainggolan dan saya sendiri yang melakukan penangkapannya,” ujar Bripka M.Simanjuntak. Namun ketika ditanya kenapa Polsek Parlilitan tidak melayani laporan masyarakat dan tidak membubuhkan nomor laporan dan tidak menandatangani laporan Winner Nainggolan sebagai korban dalam perkara tersebut. Bripka M Simanjuntak mengatakan,” itu bukan urusan saya,” sebab saya tidak mengurusi hal itu dan saya adalah petugas Reskrim.
Ibu korban Siti Helena Br.Sitompul kepada wartawan mengatakan harapannya, agar aparat Polsek Parlilitan dapat berlaku adil dalam menangani kasus yang menimpa anaknya. (T1/e)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s