Kabupaten Humbahas Peringkat Pertama TKED Tingkat Sumut dan Urutan 118 di Indonesia


Posted in Marsipature Hutanabe by Redaksi on Februari 12th, 2009

Doloksanggul (SIB)
Tata Kelola Ekonomi Daerah menyajikan suatu gambaran yang sangat menarik mengenai dinamika pemerintahan daerah dan pengembangan iklim usaha di Indonesia setelah pelaksanaan otonomi daerah yang telah berlangsung sejak 2001. Survei yang dilaksanakan keenam kalinya ini merupakan suatu program yang dilakukan KPPOD (Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah) sejak 2001 dengan dukungan The Asia Foundation (TAF).https://humbahasnews.wordpress.com/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gifCakupan wilayah survei bertambah dari tahun ke tahun, diawali 90 kabupaten/kota tahun 2001. Kemudian 134 kabupaten/kota tahun 2002 dilanjutkan tahun 2003 meliputi 200 kabupaten/kota. Tahun 2004 disusul 214 kabupaten/kota sedangkan tahun 2005 semakin bertambah menjadi 228 kabupaten/kota. Tahun 2007 sudah menjadi 243 kabupaten/kota.https://humbahasnews.wordpress.com/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif
Kabag Humas Pemkab Humbahas Arifin Nainggolan SH belum lama ini di Doloksanggul mengatakan, survei ini merupakan survei terbesar di Indonesia dan salah satu survei Tata Kelola Ekonomi terbesar di dunia. Tujuan survei ini untuk mendorong kompetisi antar daerah dan untuk menekankan pentingnya iklim usaha daerah di era desentralisasi. Sejak program ini dijalankan, Indonesia telah mengalami perubahan peta politik dan ekonomi secara dramatis. Perubahan tersebut ditandai dengan demokratisasi di tingkat daerah melalui pemilihan umum yang kompetitif dan usaha-usaha yang dilakukan baik oleh pemerintah maupun pemerintah daerah untuk memperbaiki iklim investasi. Survei tahun ini berbeda dengan survei yang dilakukan tahun-tahun sebelumnya untuk menyesuaikan dengan berbagai perkembangan politik dan ekonomi tersebut. Tahun 2007 lalu, survei memfokuskan pada tata kelola ekonomi daerah yang menitikberatkan indikator penelitian yang bersifat kebijakan dan implementasinya, berbeda dengan survei tahun-tahun sebelumnya yang fokus pada aspek-aspek tata kelola ekonomi yang merupakan kewenangan pemerintah daerah kabupaten/kota.
Hasil survei digunakan untuk menyusun Indeks Tata Kelola Ekonomi Daerah (ITKED) dengan menampilkan peringkat kualitas tata kelola ekonomi daerah 243 kabupaten/kota dari 15 provinsi. Hasil survei bertentangan dengan asumsi-asumsi umum tentang apa yang terjadi pada aktivitas usaha dan tentang kemampuan pemerintah daerah untuk menanggapinya. Hasil survei ini mendorong unsur masyarakat yang lebih luas untuk melakukan advokasi agar tercipta tata kelola ekonomi daerah yang lebih responsif di Indonesia. Guna mengetahui ITKED studi itu menggunakan sembilan kelompok indikator untuk mengukur Tata Kelola Ekonomi Pemerintahan Daerah yaitu: 1. Akses Lahan. 2. Izin Usaha. 3. Interaksi Pemda dengan Pelaku Usaha. 4. Program Pemda untuk Pengembangan Usaha Sektor Swasta. 5. Kapasitas dan Integritas Bupati/Walikota. 6. Keamanan dan Penyelesaian Sengketa. 7. Biaya Transaksi. 8. Kebijakan Infrastruktur Daerah. 9. Kualitas Peraturan Daerah.
Dalam penelitian ada 2 jenis instrumen yang digunakan yaitu : 1. Kuesioner melalui kegiatan survei terhadap pelaku usaha dan asosiasi usaha daerah. Mengapa survei ?. Persepsi pelaku usaha merupakan informasi yang terakurat dalam memberikan penilaian mengenai tata keloa ekonomi daerah terkait pengembangan sektor swasta daerah. Kegiatan ini menilai kebijakan Pemda yang terkait dunia usaha melalui data persepsi yang berupa penyataan kualitatif dan pernyataan yang lebih kuantitatif seperti jumlah hari pengurusan izin.
Penyusunan kuesioner dibuat menurut daftar indikator yang sudah terlebih dahulu disusun. Penyusunan kuesioner dan panduan wawancara dilakukan KPPOD kemudian diserahkan kepada perusahaan survei yang melakukan piloting. Setelah melakukan dua tahap percobaan lapangan untuk menguji kuesioner di lapangan maka sejumlah perbaikan dilakukan. Dari kegiatan percobaan di lapangan ini pula teridentifikasi masalah response rate yang rendah disebabkan oleh struktur kuesioner yang terlalu rumit dan kualitas pewawancara untuk mendefenisikan konseptual penelitian. 2. Lembar penelitian melalui kualitatif score card terhadap peraturan daerah yaitu Perda/Surat Keputusan Bupati/Walikota/Surat Edaran Bupati/Walikota.
Perhitungan indeks dilakukan untuk membandingkan keadaan tata kelola ekonomi daerah dari setiap 243 kabupaten/kota di Indonesia dengan jumlah responden sekitar 50 pelaku usaha di setiap kabupaten/kota. Dalam kuesioner setiap indikator terdiri atas beberapa pertanyaan yang berupa variabel kuantitatif (variabel kontinyu) dan kualitatif (variabel diskrit). Kedua jenis variabel ini tidak dapat diagregasikan secara langsung karena memiliki satuan pengukuran yang berbeda. Berdasarkan nilai indeks akhir yang dihitung dengan menggunakan bobot dari setiap sembilan indikator maka didapatkan peringkat dari 243 kabupaten/kota terbaik dan terburuk di Indonesia. Untuk Provinsi Sumatera Utara, Kabupaten Humbang Hasundutan yang masih berusia 5 tahun setelah dimekarkan dari Kabupaten Tapanuli Utara tahun 2003 merupakan daerah terbaik TKED dengan skor 62,4.
Selain itu persentase rasio program pengembangan usaha terhadap APBD, Kabupaten Humbang Hasundutan urutan pertama di Sumut dan peringkat kelima tingkat provinsi dengan nilai 0,830. Persentase kredit usaha yang disediakan Pemda, Kabupaten Humbahas urutan 10 di kabupaten/kota.
Tata Kelola Ekonomi Daerah dan nilai sub-indeks setiap kabupaten/kota berdasarkan Provinsi berdasarkan buku TKED di Indonesia mengenai survei pelaku usaha dari 243 kabupaten/kota di Indonesia, 2007. Peringkat 1 yaitu Kota Blitar Jawa Timur sedangkan Kabupaten Humbang Hasundutan urutan 118 namun peringkat pertama tingkat Sumut.(T10/g)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s