Bus Pengangkut Rombongan Keluarga dari Doloksanggul Masuk Jurang di Tapsel, 5 Tewas 17 Luka-luka


Posted in Berita Utama by Redaksi on Februari 26th, 2009 Padangsidimpuan (SIB) Bus Sinar Murni yang mengangkut rombongan keluarga dari Doloksanggul Humbang Hasundutan (Humbahas) bermuatan 32 orang, Selasa (24/2) sekira pukul 21.30 WIB masuk jurang di Jalinsum Padangsidimpuan-Gunungtua Kabupaten Tapsel. Dalam peristiwa itu 5 orang tewas, 4 orang mengalami luka berat (LB) dan 13 luka ringan (LR). Ke-5 korban tewas masing-masing, Marista Sihite (36), Binner Purba (50), Bilter Purba (47), Tulup Purba (47) dan Sudirman Purba (44). Sementara 4 korban LB yakni, Tianggur Lumbangaol (51), Halomoan Simamora (63), Frengki Purba (35) dan Nurdin Purba (39) serta 13 korban LR masing-masing, Hotasi Purba (42), Paruasan Purba (47), Bonardo Purba (19), Tiadur Munthe (60), Jaumar Purba (54), Nurmawan Simamora (40), Tonggur Purba (40), Zaniar Purba (64), Jonson Munthe (37), Rosmada Sihite (40), Majen Purba (3), Renti Silaban (38) dan Esti Purba (46). Keterangan diperoleh menyebutkan, rombongan yang menumpangi bus carteran itu diperkirakan berangkat dari Humbahas pada sore hari bermaksud menghadiri acara pesta perkawinan keluarga di Duri Provinsi Riau. Dalam perjalanan menuju Riau, rombongan menempuh perjalanan via jalan Sipirok-Padangsidimpuan melewati Jalinsum Padangsidimpuan-Gunungtua dan jalan Gunungtua-Pekan Baru di jalur lintas timur. Sekira pukul 21.30 WIB, bus yang dikemudikan Mardenggan Purba (DPO) melintasi Jalinsum Padangsidimpuan-Gunungtua. Memasuki Km 18-19 Jalinsum Padangsidimpuan-Gunungtua atau tepatnya di Desa Sirumbi Kecamatan Angkola Timur Kabupaten Tapsel, bus yang diduga melaju dengan kecepatan tinggi dalam kondisi cuaca hujan gerimis itu berusaha mengelakkan gundukan aspal disisi kiri jalan ke bagian kanan jalan. Usai dielakkan, bus bermaksud mengembalikan ke posisinya tetapi tidak berhasil karena stiur mobil mengalami los, akibatnya bus menukik masuk ke jurang. Ketika tiba di dasar jurang dengan kedalaman mencapai 10 meter dengan posisi menukik, spontan bagian belakang bus terangkat dan terbalik dengan kondisi ban bus ke atas, akibatnya Marista Sihite (36), Binner Purba (50), Bilter Purba (47) seketika tewas di TKP. Masyarakat yang mengetahui kejadian itu langsung melaporkannya ke unit Laka Mapolres Tapsel. Mendapat laporan itu, Kasat Lantas Polres Tapsel AKP Julianus Tarigan dan Kanit Laka Aiptu Endang Efendi bersama sejumlah personil meluncur ke TKP. Setibanya di TKP, petugas mendapatkan 3 orang korban tewas dan kondisi bus dalam keadaan terbalik. Kemudian petugas dibantu masyarakat sekitar melakukan evakuasi terhadap para korban dan melarikannya ke RSUD Padangsidimpuan guna mendapatkan perobatan, namun Tulup Purba (47) tewas saat dalam perjalanan menuju RSUD disusul Sudirman Purba (44) saat berada di RSUD. Sementara korban yang mengalami luka berat dan luka ringan langsung mendapatkan pengobatan dari tim medis. Kapolres Tapsel AKBP Pranyoto Harahap SIk yang dikonfirmasi melalui Kasat Lantas AKP Julianus Tarigan didampingi Kanit Laka Aiptu Endang Efendi di ruang kerjanya, Rabu (25/2) membenarkan kejadian itu. Kasat menyebutkan, mobil yang diperkirakan buatan tahun 80an itu kondisi remnya tidak baik, sehingga saat memasuki TKP dengan kondisi cuaca hujan gerimis dan gelap, bus tersebut tidak dapat dikendalikan saat mengelakkan gundukan aspal di jalur yang sempit. “Sebanyak 22 orang korban seluruhnya baik yang tewas, luka berat dan luka ringan sudah dibawa pihak keluarga kembali ke Humbahas untuk dimakamkan dan mendapat perawatan,” ujar Kanit Laka.(T7/g)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s