Kantor Pos Siantar Raih Laba Rp3 Milyar


Bandung (SIB)

Beberapa waktu yang lalu Bulan Januari s/d akhir Pebruari wartawan SIB J.P.H.Sitompul melakukan tugas jurnalis ke Tarutung, Siantar, dan Surabaya, menyangkut layanan Pos, telkom, dan kereta api Indonesia yang tengah giat menggali potensi guna meningkatkan pendapatannya. Berikut laporanya.
Kepala Kantor Pos Tarutung, Bekman Situmorang ketika ditemui di Kantor Pos Jln Sisingamangaraja,https://humbahasnews.wordpress.com/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gifTarutung menyatakan product layanan pos yang baru, Weselpos Instan sangat ampuh. Dengan memperlihatkan SMS hp, kiriman uang dari manapun ke Tapanuli Utara / Humbang Hasundutan, dapat diambil hari itu juga di Kantor Pos Tarutung.

Misalnya kiriman uang dari Pulau Jawa, Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Papua, jika dikirim Wesselpos Instan, pada hari itu juga dapat diambil di Kantor Pos Tarutung. Caranya selain pengirim meng-sms-kan nomor Ntp yang tercantum dalam resi pengiriman, juga memberi PIN (rahasia) antara Pengirim dan Penerima, maka uangnya bisa dicairkan hari itu juga, ujarnya.

Selain itu, tambah Bekman Situmorang, Kantor Pos terus mengembangkan dan menggali usaha bidang SOPP (system operational payment point) seperti pembayaran rekening air PDAM, Listrik, telepon, dengan Operator Telkomsel, Pro XL, Cicilan sepeda motor PT Adira, Pembayaran Pensiunan, dan lain-lain.
Dalam pada itu Kepala Kantor Pos Pematang Siantar, Harisa Situmeang ditemui “SIB” di Kantor Pos Jln Merdeka menyatakan, salah satu hal yang harus diperhatikan seluruh Kantor Pos adalah Surat Lokal. “Ini satu potensi bagi Usaha Pos yang tidak boleh disepelekan. Kami sudah buktikan di Pematang Siantar dan Simalungun, Surat Lokal berupa Surat umum, Undangan, Panggilan, bisa sampai sehari” ujarnya.
Disebutkan, sampai dengan tahun 2005 Kantor Pos Pematang Siantar defisit alias merugi. Tapi tahun 2008 yang baru lalu meraih surplus alias laba Rp 3 milyar lebih. Hal ini berkat kerjasama yang kompak dan komit sesama pegawai untuk mempertahankan eksistensi Usaha Pos di era persaingan yang semakin ketat, tandasnya.

Harisa Situmeang mengungkapkan, setelah menangani Kantor Pos Pematang Siantar, pihaknya dua kali mendapat penghargaan dari Pimpinan Perusahaan. “Dulu sebelum ke Siantar saya Kepala Kantor Pos Tebing Tinggi, ,”ujarnya.

Sementara Ka Kandatel (Kepala Kantor Daerah Telekomunikasi) Sumut. Ir Syaiful Kamal yang berkantor di Jln Asahan Pematang Siantar, bersama segenap jajarannya, berdasarkan pemantauan SIB di lapangan, mereka sedang gencar membangun struktur Internet Speedy dan Flexi di Tapanuli yang disebut-sebut peta kemiskinan, termasuk di Pulau Berhala, Pulau Samosir, bahkan sampai ke Pulau Nias.
“Hal itu telah menjadi komitmen kami dalam mewujudkan Sumatera Pulau Digital,” ujar Syaiful Kamal saat bertemu JPH Sitompul di loby Siantar Hotel.
Sementara di Surabaya, Ka.Wilpos VII Jatim Drs Edi Kusnanto didampingi Henri Rumahorbo dan SekWilpos Gusti Chairil dan Humas Iwan menyatakan, mereka kini terus menggali potensi yang ada dalam rangka meningkatkan pendapatan perusahaan BUMN PT Pos Indonesia.
“Pendapatan Wilpos tahun 2008 sebesar Rp 265,10 milyar dengan laba bersih Rp 86,50 milyar. Di tahun 2009 target pendapatan sebesar Rp 657,5 miliar. Target tersebut hampir 3 kali lipat pendapatan tahun 2008,” ujarnya.
Gusti Chairil menuturkan, target tersebut diyakini dapat dilampaui sebab antusiasme masyarakat Jawa Timur menggunakan pos dalam berbagai kepentingan sudah kembali meningkat. Terlebih kantor pusat telah meluncurkan program “Ayo ke Kantor Pos,” ujarnya.
Iwan menambahkan, selain pengembangan dalam bentuk kerjasama seperti pembayaran tagihan / rekening, pembayaran pensiunan PNS / ABRI, pencairan dana / bantuan asuransi dan lainnya, Kantor pos di Wilayah VII juga fokus pada core business-nya yakni pengiriman surat / dokumen, paket, dan weselpos. Sampai saat ini core ini masih mendominasi pendapatan tertinggi.

Diakui Iwan, pihaknya mengalami kekurangan moda  angkutan. Misalnya permintaan pelanggan membutuhkan 10 truk, kami baru mampu menyiapkan 4 truk. Akhirnya peluang bisnis , ungkapnya
Stasiun KA Kalimas Sedangkan PT Kereta Api (Persero), Kepala Daerah Operasional VIII Jawa Timur, Ir Mulianta Sinulingga ditemui di Kantornya Gubeng Surabaya menyatakan, pihaknya memberdayakan Stasiun KA Kalimas untuk menunjang pendapatan KA. “Stasiun KA Kalimas akan dikembangkan menjadi pusat angkutan peti kemas di Surabaya,” ujarnya.
Mulianta Sinulingga yang baru saja diajak Dirjen Kereta Api (Dephub) kunjungan dinas ke Korea menjelaskan, selama ini, Stasiun KA Kalimas Surabaya belum diberdayakan secara optimal. Padahal potensial daerah ini sangat memungkinkan untuk penambahan pendapatan KA, hal mana dapat terhubung dengan pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.
Ir Mulianta Sinulingga didampingi KaHumas Sugeng Priyono SH menambahkan, PT KA Daop VIII sedang mengupayakan Stasiun Kalimas menjadi pusat pelayanan angkutan peti kemas sekaligus mengurangi beban pelayanan di Surabaya Pasarturi. Stasiun KA Pasarturi nantinya difokuskan untuk melayani penumpang umum dengan kualitas pelayanan prima.
Target pengoperasian Stasiun Kalimas sebagai pusat pelayanan angkutan peti kemas direncanakan bisa tuntas hingga akhir 2009 ini. Stasiun ini merupakan penciptaan nilai (value creation) dengan pemanfaatan asset yang ada dan pengembangan bisnis angkutan container sebagai penopang kinerja financial perusahaan dimasa mendatang.

Sugeng Priyono SH menambahkan lagi, bahwa KA Daop VIII Surabaya menargetkan pendapatan tahun 2009 sebesar Rp 390 milyar naik dari pencapaian pendapatan tahun 2008 sebesar Rp 364 milyar. Dengan beroperasinya Stasiun Kalimas, kami optimis target itu tidak sulit dicapai bahkan mungkin lebih.

Sesuai dengan tema Rapat Keja (Raker) Keretaapi tahun 2009 ini yang menyebutkan pastikan keselamatan perjalanan keretaapi dengan melakukan kegiatan prioritas sebgai landasan pertumbuhan perusahaan yang sehat, pengembangan stasiun KA Kalimas merupakan solusi yaitu untuk mengurangi aktivitas stasiun Pasarturi Surabaya dari lalu lalangnya angkutan barang keretaapi.
Dalam Raker Keretaapi yang berlangsung tanggal 4-6 Februari, diajak agar seluruh komponen memastikan keselamatan perjalanan keretaapi di mulai dari SDM untuk menggerakkan prasarana dan sarana menjadi pelayanan transportasi.
Untuk memenuhi harapan berbagai pihak, PT KA menetapkan arah kebijakan peningkatan keselamatan mengarah zero accident melalui no go item dan peningkatan perawatan, penegakan peraturan, meningkatkan pelayanan on time performance serta peningkatan kontribusi bisnis non core.
Jika tahun 2008 PT KA dapat mengangkut 196 juta penumpang dengan pendapatan sejumlah 2,2 trilyun, dan barang 19 juta ton dengan pendapatan sebesar 1,4 triliun, maka tahun 2009 ini PT KA menargetkan mengangkut 204 juta penumpang dan 19,2 juta ton barang.
Tahun ini diprogramkan investasi sebesar Rp 442 milyar yaitu untuk mendukung program keselamatan berupa penyehatan beberapa kereta dan fasilitas pendukung, serta pengadaan 10 lokomotif, rangkaian kereta, dan sejumlah gerbong untuk peningkatan angkutan barang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s