Perbaikan Jalan Sidikalang – Medan Butuh Rp 40 M


Posted in Marsipature Hutanabe by Redaksi on April 3rd, 2009

Sidikalang (SIB)
Perbaikan jalan negara jurusan Simpang Tiga Sidikalang hingga perbatasan Kabupaten Dairi-Karo di Lae Pondom membutuhkan dana Rp 40 milliar. Besaran anggaran dimaksud didasarkan pada tingkat kerusakan yang sudah pada level mengkhawatirkan. Demikian dikatakan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Dairi Manihar Bakkara kepada wartawan, Kamis (2/4).
Mulai dari Sidikalang hingga batas kedua kabupaten, 75 persen ruas infrastruktur itu rusak parah. Tak ada jalan lain, kecuali pembenahannya dilakukan dengan cara bongkar habis lalu dipasang ulang. Lobang menganga terdapat hampir di semua titik sepanjang 30 kilometer. Surat permintaan itu telah disampaikan kepada Menteri Keuangan, Menteri Pekerjaan Umum dan Kepala Bappenas setelah mendapat persetujuan dan Gubsu pada Musrenbang propinsi di Medan . Artinya, biaya pembenahan sepenuhnya ditampung di APBN.
Menyusul kerusakan itu, kata dia, lama perjalanan pun bertambah sampai enam jam dari tiga jam waktu normal. Tak heran, perantau banyak mengeluh dan enggan pulang atau berkunjung lantaran dinilai tidak lagi efektif. Begitu juga dunia usaha, tentu mengalami kerugian. Dia berharap, pemerintah pusat dapat mengakomodir usulan itu mengingat jalur ini strategis menghubungkan beberapa kabupaten di antaranya Humbang Hasundutan, Pakpak Bharat, Aceh Singkil, Aceh Tenggara menuju Medan yang melintasi wilayah Dairi.
Jika tidak segera ditangani, menurut Bakkara, sarana itu bakal mirip seperti jalan ke kampung-kampung yakni dipemuhi kubangan kerbau saat hujan. Konstruksi aspal sudah retak diduga akibat leluasanya kendaraan over tonase melintas di sana. Dibenarkan, saat ini memang sedang dilaksanakan perbaikan di Lae Pondom dan Jalan Sisingamangaraja Sidikalang. Jika pengawasan Dinas Perhubungan propinsi tidak optimal, maka rehabilitasi itu hanya bermanfaat sesaat.
Seputar perbaikan jalan di Batang Beruh Jalan Sisingamangaraja Sidikalang, material telah didistribusikan ke lapangan. Alat berat bekerja di sana meratakan tumpukan bebatuan. Kabarnya, pekerjaan sepanjang 1 kilometer lebih menelan dana hingga Rp 4 milliar. Route itu sebelumnya kerap banjir.(T17/g)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s