OKNUM POLISI KOORDINIR PEMBALAKAN HUTAN DI PERBATASAN SAMOSIR-HUMBAHAS


http://batakpos-online.com/

Masyarakat Kecamatan Pollung, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) dan Kecamatan Harian  Boho, Kabupaten Samosir, diresahkan ulah oknum aparat kepolisian mengoordinir penebangan kayu di hutan daerah tersebut. Kegiatan tersebut diduga illegal logging. Mereka beralasan bila kayu dilengkapi surat sebagaimana aturannya, berondolan kayu itu tidak akan dikeluarkan hanya pada tengah malam, karena mengandung risiko tinggi atas keselamatan pekerjanya. Saat ini setiap malamnya keluar truk mengangkut berondolan kayu antara 20-40 batang menuju berbagai sawmill yang ada di seputaran perbatasan.

Demikian disampaikan Manto Situmorang, dan Baringin Sitinjak penduduk Dusun Hutagalung Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir, serta Marnata Lumbangaol dan Saurdot Sinaga penduduk Hutajulu, Kecamatan Pollung, Kabupaten Humbahas, kepada Batak Pos Rabu (20/5).

Saat Batak Pos coba memotret truk tersebut baik Manto maupun Barto serta-merta melarang dengan alasan demi keselamatan, karena para pemain kayu tersebut tidak segan-segan bertindak keras bahkan menganiaya orang-orang yang coba mengganggu kegiatan tersebut.

Dengan memelas mereka berkata,” Nggak usahlah dipotret karena aparat keamanan di sini selain menjadi bekingnya juga merupakan koordinator pekerja. Lihatlah Kantor Pospol ini walau jam 02.30 dinihari buka, akan tetapi kayu-kayu yang dibawa truk bebas berkeliaran. Kalau difoto tidak tertutup kemungkinan selain menganiaya Anda, kami juga akan kena serta sehari-hari akan dipersulit dan juga mendapat tekanan.”

Sedangkan Marnata Lumbangaol dan Saurdot Sinaga penduduk Hutajulu, Kecamatan Pollung, Kabupaten Humbahas, menyampaikan hal senada, ketika Batak Pos mencoba memotret dengan nada takut mereka menyampaikan bahwa telah ada beberapa wartawan yang sampai meninggal dunia karena dianiaya pekerja illegal logging. Kasus hanya menjerat pekerja yang notabene hanya mencari sesuap nasi, sedangkan aktor atau yang menyuruh bebas tanpa ada ganjaran hukum yang menimpanya.

“Wartawan yang meninggal dikeroyok pelaku illegal logging kasusnya tidak jelas, apalagi kami masyarakat biasa, jadi tolong informasi yang kami sampaikan jangan sampai membawa akibat fatal bagi kami,” ujarnya sembari berlalu.

Pantauan Batak Pos pada Rabu pukul 02.30 WIB terlihat truk dengan nopol BM 1888 CT (20/05) serta beberapa truk lainnya beriringan membawa kayu alam menuju sawmill baik yang ada di wilayah Kabupaten Samosir,  Dairi maupun Humbahas.

Sumber di Dinas Kehutanan yang enggan menyebutkan jati dirinya membenarkan keterlibatan oknum-oknum polisi menjadi koordinator penebangan kayu alam maupun pinus sehingga pihaknya enggan untuk menangkap.

“Selama ini kami coba untuk bertindak tegas, akan tetapi karena keterbatasan serta mereka memiliki senjata api sehingga informasi dari masyarakat tidak kami tindak-lanjuti paling-paling kami hanya meminta uang rokok saja,” ujar sumber tersebut.

Sementara itu guna kelengkapan informasi Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup tidak berhasil ditemui, beberapa surat konfirmasi tidak mendapat jawaban sama-sekali. Sekretaris Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup saat ditanya selalu memberi janji jawaban surat.

Sementara itu Kapolres Humbahas saat dihubungi via telepon selulernya (HP) kepada Batak Pos (21/5) mengatakan, dari Pusuk II Parlilitan ada surat keluar dikeluarkan Dinas Kehutanan terkait izin pengambilan kayu masyarakat dan ada foto kopi pada Kasat Reskrim. Disebutkannya pula bahwa pihaknya sudah 2 kali meninjau lokasi, akan tetapi tidak ada mau jadi saksi bahwa kayu diambil dari hutan alam.

“Mereka tidak ada bersedia jadi saksi akan tetapi hanya ribut saja mulutnya itu, ada juga oknum-oknum tertentu yang hanya minta setoran. Temui saja Kasat Reskrim biar jelas  dan kami telah minta saksi ahli dari Kehutanan agar membawa Global Position System (GPS) guna mengetahui letak maupun lokasi asal kayu apakah dari hutan rakyat, register, dan negara.”  

Kabag Binamitra Polres Samosir yang juga perwira penghubung saat dihubungi Batak Pos via HP (20/5) meminta agar wartawan menangkap saja truk-truk bermuatan kayu alam tersebut agar diproses di Polres Samosir. Ketika disebutkan bahwa wartawan tidak memiliki tugas untuk menangkap, dianya langsung memberi jawaban akan mempelajari masalah tersebut.

Seorang sumber dari Polres Humbahas yang enggan menyebutkan jati dirinya kepada Batak Pos mengatakan, saat ini beberapa oknum Polres Humbahas berperan sebagai koordinator penebangan kayu baik itu kayu alam maupun kayu pinus. Di mana mereka melakoni kegiatannya telah berlangsung lama, sehingga menimbulkan kesan pimpinannya mengetahui karena mereka sehari-harinya berada di lokasi usaha barunya tersebut.

Sumber juga menyesalkan kinerja Polres Humbahas yang terlihat enggan untuk menindak lanjuti kasus-kasus kriminal yang terjadi, mereka hanya memberi perhatian atas kasus yang berkaitan dengan hasil hutan seperti kayu maupun rotan. pol

2 thoughts on “OKNUM POLISI KOORDINIR PEMBALAKAN HUTAN DI PERBATASAN SAMOSIR-HUMBAHAS

  1. melihat praktik ini semua kepala dinas Humbahas bp. Darwin lumbangaol harus bertanggungjawab dan juga bapk bupati Humbahas bp. Makdin Sihombing, karena ini semua awal mulanya karena diberikannya ijin, jadi kami warga humbahas meminta kepada Pemda Humbahas agar mengevaluasi ijin tersebut !

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s