60,29 Persen Luas Wilayah Administrasi Humbahas Masuk Kawasan Hutan Negara


Posted in Marsipature Hutanabe by Redaksi on Juni 19th, 2009

Doloksanggul (SIB)
Berdasarkan administrasi, 60,29 persen luas wilayah Kabupaten Humbahas masuk kawasan hutan negara. Luas kawasan hutan negara itu berdasarkan Kepmenhut No.SK.44/Menhut-II/2005. Luas wilayah kabupaten Humbahas meliputi 10 kecamatan 251.765,61 hektar sedangkan total luas hutan 151.802,42 hektar. Dengan perincian hutan lindung 69.224,87 ha, hutan produksi 61.252,99 ha, hutan produksi terbatas 16,975,75 ha, hutan suaka alam 72,34 ha dan areal penggunaan lain seluas 4.276,47 ha. Jadi total hutan 151.802,42 ha atau 60,29% dari luas wilayah Indonesia.
Demikian paparan Kadis Kehutanan dan Lingkungan Hidup Humbahas Ir Darwin Lumbangaol MM belum lama ini di Doloksanggul. Darwin menambahkan, permasalahan hutan (hutan negara) yang ada saat ini ditemui cukup kompleks mengingat semakin pesatnya perkembangan penduduk dan semakin sempitnya lahan usaha. Setelah terbit Kepmenhut No.SK.44/Menhut-II/2005 tentang penunjukkan kawasan hutan di Sumatera Utara menetapkan kawasan hutan negara di Humbahas seluas 151.802,42 ha atau bertambah seluas 52.289,58 dari luas hutan yang ada.
Keberadaan hutan terjamin dengan luas penutupan hutan yang cukup dan sebaran yang proporsional, minimal 30% dari luas DAS atau pulau (UU Nomor 41/1999). Kabupaten Humbahas memiliki 95,512,84% atau sebesar 37,94% dari luas kabupaten. Kondisi ini sudah optimal. Luas kawasan hutan negara berdasarkan fungsi di Humbahas yaitu HP (hutan produksi) 41.600 ha yaitu konsesi IUPHHK TP TPL, HL (hutan lindung) 31.300 ha, HPT (hutan produksi terbatas) 3.100 ha dan hutan reboisasi/inlyving 19.512,84 ha yang sebagian merupakan areal konsesi IUPHHK PT TPL.
Dengan keluarnya SK.44 itu menimbulkan permasalahan di lapangan karena kondisi tidak sesuai dengan keadaan. Dimana permukiman dan tanah-tanah milik masyarakat banyak yang masuk menjadi kawasan hutan. Penunjukkan kawasan hutan berdasarkan SK.44 memiliki kekuatan hukum, sehingga keberadaan menyulitkan pengembangan wilayah di daerah menyangkut status tanah.
Luas kawasan hutan negara berdasarkan register di Humbahas dalam Tabel:

No Kawasan Hutan No.Reg F.Htn Luas (Ha)
1 Dolok Pinapian 60 HL 2.600
2 Dolok Pontas 76 HPT 1.800
3 Barus Barat 74 HL 12.700
4 Hutagalung 41 HP 38.300
5 Dolok Sopopea 73 HL 6.600
6 Dolok Naganjang 83 HP 3.300
7 Sigulingari 71 HL 6.300
8 Dolok Ingo 73 HL 1.000
9 Dolok Batuharang 89 HL 3.300
10 Paranginan 150 HL 300
11 Inlyving/Reboisasi ** ** 19.512,84
Total Luas Hutan Tetap 95.512,84
Humbang Hasundutan 251.765,61

Walaupun demikian, Pemkab Humbahas sudah berupaya melakukan revisi. Upaya revisi itu berdasarkan surat Bupati Humbahas nomor 522/107/DKP/2006 tanggal 29 Juni 2009 kepada Menteri Kehutanan perihal revisi penunjukkan kawasan hutan di Kabupaten Humbahas. Surat Bupati Humbahas nomor 522/1474/HH/2007 tanggal 21 September 2007 ditujukan kepada Gubernur Sumut perihal permasalahan kawasan hutan di Sumut. Peta usulan revisi kawasan hutan yang ditandatangani Bupati Humbahas dan Ketua DPRD Humbahas.
Tipologi permasalahan sebagai fasilitas umum, sosial, administratif, kecamatan, kota dan lainnya masuk kawasan hutan yaitu Kecamatan Pollung, Baktiraja, Paranginan, Lintongnihuta, Onanganjang, Sijamapolang dan Tarabintang. Daerah ini sebelumnya bukan merupakan kawasan hutan, diusulkan agar menata kembali kawasan hutan yang sudah ada. Inlyving yaitu Dolok Sipalakki Lingtongnihuta dan Tanah Keturuan Op. Sampe Tua di desa Hutajulu Pollung agar dikembalikan statusnya menjadi hak milik. (T/10/u)

4 thoughts on “60,29 Persen Luas Wilayah Administrasi Humbahas Masuk Kawasan Hutan Negara

  1. Sebelun Negara tercinta ini terbentuk, Masyarakat Adat Batak sudah mempunyai tatanan penggunaan lahan yang diatur oleh pemangku Raja Huta. dan apa yang sudah digariskan oleh aturan adat tetang pemanfaatanlahan, sampai penulis tinggalkan desa,lahan mana yang bisa dan yang tidak bisa dijamah oleh rakyat masi tetap begitu. Raja Huta pada saatitu menjadi partnernya yang dulu disebut Tripida untuk mengatur kehidupan masyarakat.
    Munculnya undang-undang yang mengatur pemerintahan daerah, (+/- 1961) mengkebiri hak seorang Raja Huta. Sehingga tidak adalagi wibawa Raja Huta untuk mengatur, pemanfaatan lahan,mana yang bisa dan mana yang tidak bisa. Waktu harga atsiri nilam melambung tinggi, (1964) kepala polisi, komandan koramil ramai ramai membuka hutan di pengunungan untuk menanam nilam, lalu siapa yang bisa melarang? Harga diri seorang Raja Huta selama ini yang diakui masyarakat, menjadi terpuruk. Demikian juga mulai berdirinya PT indorayon, yang merambah hutan termasuk tanaman keras penduduk dan batas HPH nya tidak jelas. lalu siapa yang berani memberikan warning? Lalu MS Kaban mengeluarkan SK dengan kuasa menterinya memperluas hutan yang tidak boleh dijamah masyarakat atau mempersempit lahan yang bisa diolah oleh masyarakat setempat yang konon sebelum negara ini terbentuk secara turun temurun sudah mereka kuasai, mereka olah untuk kehidupan bersama. Kenapa menteri tidak mengatur batas HPH nya PT.Indorayon ? yang setiap saat terjadi penebangan hutan yang selama ini dijaga dengan baik oleh kebijakan Raja Huta?

  2. Salam Sejahtera.

    Semoga Humbang Hasundutan semakin maju dalam segala hal. Tuhan Yesus Memberkati kita semua.

    Salam,

    Helmut Todo Tua Simamora, M.Si
    Staff BLHPP Kabupaten Samosir
    Bid. Bina Teknologi

  3. Horas Humbahas selamat membangun untuk Bpk Bupati yang terpilih semoga sukses selalu untuk memimpin Periode 2010-2014……

  4. Salam dari Provinsi Riau Untuk rekan -rekan di kabupaten Humbang Hasundutan Khususnya rekan – rekan dari SMA 1Doloksanggul/ dan kawan seperjuangan yang ada di Pollung / Hutapaung jangan lupa ama kawan lama Horas…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s