Tujuh LSM Segera Laporkan Dugaan Penyimpangan Proyek Jalan di Taput


Written by Redaksi Web   
Friday, 26 June 2009 11:05
Sedikitnya 7 Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) sepakat mengadukan dugaan penyimpangan proyek pembangunan  jalan provinsi di Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) dan Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) ke Kejatisu.
Ketujuh LSM tersebut masing-masing LSM TCW (Tapanuli Coruption Wacth), LSM For Fikat Batara dan lima grup LSM yang tergabung dalam Konsorsium LSM TAPASADA (Pijar Keadilan, Pikat Batara, Citra Bangsa, Barisan Indonesia dan Badan Investigasi Nasional).
“Datanya sudah hampir rampung untuk bahan pengaduan ke Kejatisu,” ujar Ketua LSM TCW Taput H Sinaga didampingi Sekretaris Konsorsium LSM TAPASADA S Hutagalung SH kepada wartawan, Kamis (25/6) di Tarutung.
Menurut Sinaga, proyek bernilai puluhan miliar itu banyak yang mubazir. Sesuai investigasi lapangan selama satu minggu, pihaknya sudah menemukan bukti konkret. “Sehingga dasar untuk mengadukan sudah akurat,”tegasnya.
Sinaga menambahkan, dari hasil investigasi pihaknya menemukan jalan provinsi yang longsor di Desa Hutabulu, Desa Onanrunggu Km 16 Kecamatan Sipahutar dan terparah di sekitar jalan Pangaribuan – Garoga. Jika musim hujan dapat dipastikan kendaraan roda empat bakal sulit melintas dari daerah itu.
Sedangkan badan jalan yang longsor akan bertambah parah sehingga hubungan transportasi Siborongborong – Sipahutar – Pangaribuan – Garoga terancam putus total.          
Sedangkan pelaksanaan proyek berlokasi di Humbahas yang menelan anggaran puluhan miliar TA 2008 belum selesai juga. Sementara untuk TA 2009 sudah dalam proses tender di Kantor UPRP JJ Tarutung. Di ruas  Dolok Sanggul-Pakkat di beberapa tempat banyak yang dikerjakan asal jadi. Di tujuh titik kondisi jalan longsor dan pemasangan gorong-gorong ada yang dibiarkan terkatung-katung.
“Hasil investigasi yang kami himpun bahwa jalan propinsi itu mulai  dikerjakan sejak tahun 2008 lalu dengan biaya Rp 54 miliar dengan panjang jalan 43 Km”ujar  Sinaga.
Sekretaris Konsorsium LSM TAPASADA, S Hutagalung SH, meminta sebaiknya anggota DPRDSU sewaktu reses ke Taput dan Humbahas langsung melihat kondisi jalan provinsi yang sudah hancur dan longsor itu.
“Kami kurang jelas mengetahui kenapa bapak-bapak dewan terhormat itu tidak pernah turun meninjaunya. Sementara setiap tahunnya, ada dana pembangunan dan perbaikan jalan dialokasikan Pemprovsu,” ujarnya.
Kepala UPRP JJ Tarutung Ir Herbin Nainggolan, saat dihubungi melalui telepon selulernya, Kamis, (25/6),  tidak berhasil. Demikian pula Kepala Teknis Lapangan UPRP JJ Tarutung untuk Wilayah Kabupaten Humbahas, Ir Wesly Sidabutar dan KTL UPRPJJ Tarutung untuk Wilayah Kabupaten Taput Ir Togar Simanjuntak. Menurut stafnya, kedua pejabat ini jarang kelihatan di kantornya.Fernando Hutasoit | Global | Taput

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s