Pertemuan Bupati dan Ketua DPRD Humbahas Dengan Jajaran Direksi PT TPL


Posted in Marsipature Hutanabe by Redaksi on Juli 15th, 2009

Medan (SIB)
Bupati Humbang Hasundutan Drs Maddin Sihombing MSi dan Ketua DPRD Humbang Hasundutan (Humbahas) Bangun Silaban mengatakan, PT Toba Lestari Pulp (TPL) harus menghentikan penebangan pohon kemenyan yang telah diusahai masyarakat secara turun temurun hingga pertemuan 27 Juli 2009. PT TPL wajib melestarikan, menjaga konservasi dan harus terapkan teknologi ramah lingkungan serta menjaga kepentingan masyarakat sehingga tidak semata-mata hanya berdasarkan perizinan yang dimiliki.
Penegasan tersebut disampaikan Bupati dan Ketua DPRD Humbahas, Selasa (14/7) pada pertemuan dengan jajaran Direksi PT TPL yakni Ir Juanda Panjaitan, tim independen DR Polin Pospos, SB Simanjuntak, Ir Rickson Simarmata, Tim Pansus DPRD Humbahas Bresman Sianturi, dan Fransiskus Purba berkaitan dengan masalah penebangan pohon Kemenyaan oleh PT TPL yang diprakarsai anggora DPD RI Parlindungan Purba SH MM dan Lundu Panjaitan SH MA di Kantor Gubsu.
“Penebangan pohon Kemenyaan untuk sementara harus dihentikan hingga pertemuan 27 Juli 2009. PT TPL harus konsisten pada aturan, kesepakatan dan hati nurani sehingga tidak ada masalah,” ujar Maddin Sihombing.
Pemkab Humbahas, kata Maddin Sihombing, sebagai fasilitator harus dapat mensinerjikan PT TPL dengan masyarakat sehingga kedua kepentingan ini dapat terakomodasi dan berjalan baik tanpa mengabaikan kesepakatan yang telah dibuat.
Ketua DPRD Humbahas Bangun Silaban juga menyebutkan bahwa kehadiran PT TPL untuk mensejahterakan rakyat bukan sebaliknya. PT TPL juga harus mengindahkan perundang-undang. “Mari kita bicara kepentingan rakyat bukan hanya masalah perizinan. Walau PT TPL mendapat izin Menhut dan rekomendasi dari Dishut Humbahas, nurani kita harus bicara dan lihatlah ekosistim Humbahas ke depan,” ujar Bangun Silaban.
Sementara itu Direktur PT TPL Ir Juanda Panjaitan dalam pertemuan tersebut mengemukakan pihaknya tetap membuka diri dan tetap melakukan koordinasi dengan penyadap kemenyan. Pihaknya juga akan melakukan tindakan tegas terhadap mitra kerja yang melakukan pelanggaran di lapangan.
PT TPL juga, kata Juanda, sangat konsern terhadap konservasi dan pada prinsipnya, setuju dan sepakat dengan masyarakat bersama Pemkab harus bersinerji membangun Humbahas. Bahkan penebangan pohon kemenyan dilakukan oleh mitra kerja terlebih dahulu meminta masukan dan data dari masyarakat melalui Camat dan Kades, mana kemenyan milik masyarakat sehingga tidak turut ditebang.
Sekaitan itu, Tim Independen DR Polin Pospos menyebutkan perlu ada keseimbangan dan PT TPL juga harus menerapkan teknologi ramah lingkungan. Dia juga berharap ada solusi dari permasalahan ini dan setiap pembukaan jalan, Dishut Humbahas perlu mengawasinya.
Lundu Panjaitan juga mengatakan agar PT TPL jangan menebangi kemenyan yang ditanami masyarakat. Kemenyaan merupakan tanaman yang harus dibudidayakan.
Kesepakatan
Sementara itu, Parlindungan Purba mengatakan perlu ada pemahaman demi kepentingan masyarakat. PT TPL, Pemkab dan masyarakat duduk bersama guna mengetahi mana yang boleh ditebang dan tidak.
Selain itu, Rencana Karya Tahunan (RKT) perlu dikaji dan pelaksanaannya diawasi dan komunikasi ditingkatkan. DPD akan terus mengawasi dan mengikuti perkembangannya dan akan membawanya dalam paripurna DPD RI. ”Tim independen juga akan diturunkan ke lapangan sehingga ada jalan keluar ‘win-win solution’,” ujar Parlindungan.
Bulldozer Milik PT TPL di Pollung Humbahas Dibakar
Sementara itu, Alat berat bulldozer milik PT TPL sektor Tele dibakar di Kecamatan Pollung Humbahas, Selasa (14/7). Belum diketahui secara pasti apa penyebab dibakarnya alat berat tersebut dan masih dalam penyelidikan pihak berwajib. Kasat Intelkam Polres Humbahas AKP Maruhum Sihombing ketika dikonfirmasi via telpon saat berada di lokasi kejadian membenarkan telah terjadi pembakaran alat berat milik PT TPL sektor Tele. Guna memastikan penyebab kejadian aparat Polres Humbahas masih berada di lokasi kejadian untuk penyelidikan.
Disebut-sebut alat berat milik TPL itu dibakar massa dari Desa Pandumaan dan Desa Sipitu Huta Kecamatan Pollung diduga karena pihak TPL ingkar janji. Padahal, TPL melalui Ir Tagor Manik sudah berjanji akan menghentikan segala kegiatan sebelum ada keputusan antara masyarakat dengan TPL. Bahkan Pemkab Humbahas dan DPRD Humbahas sudah membuat surat agar segala kegiatan TPL di Pollung untuk sementara dihentikan. Surat itu dibuat Pemkab dan DPRD Humbahas menanggapi aspirasi masyarakat karena sebelumnya ribuan masyarakat Pollung unjukrasa ke kantor Bupati Humbahas dan DPRD Humbahas.
Dalam aksi unjukrasa itu disebutkan bahwa kemenyan milik masyarakat sudah dibabat PT TPL yang diklaim sebagai milik PT TPL. Padahal jauh sebelum PT TPL ada, kemenyan milik masyarakat sudah ada bahkan kemenyan itu merupakan warisan dari nenek moyang. Pembabatan kemenyan itu sudah perbincangan hangat di Sumatera Utara khususnya di Humbang Hasundutan. Wakil Bupati Humbahas Drs Marganti Manullang sudah melakukan peninjauan lokasi bersama-sama dengan masyarakat. Bahkan anggota DPD RI Parlindungan Purba SH MM yang mengetahui telah terjadi penebangan kemenyan masyarakat di Pollung langsung meninjau ke lapangan bersama-sama dengan anggota DPRD Humbahas Fransiskus Purba SE dan Charles Pasaribu SmHk. Parlindungan Purba waktu itu sudah meminta kepada pihak TPL agar segala kegiatan dihentikan sebelum ada solusi terbaik karena kemenyan merupakan salah satu komoditas dari Humbang Hasundutan. (M3//T10/g

2 thoughts on “Pertemuan Bupati dan Ketua DPRD Humbahas Dengan Jajaran Direksi PT TPL

  1. Kalau kita baca berita di atas, kelihatannya para pejabat pro rakyat. Permainan pengusaha sangat berbeda dengan permainan rakyat. Permainan rakyat adalah kembalinya haknya yang sudah turun temurun. Siapa pun yang tidak menhormati hak terutama yang sudah di kuasai secara turun temurun, adalah merupakan pelecehan terhadap hasil keringat nenek moyang. Kita tau, masyarakat yang masih tinggal di daerah bona pasogit, atau tidak, sangat menghargai bonani pinasanya. maka siapapun yang melanggar hak mereka maka pada saat itu pun sama dengan menyatakan “perang” terhadap yang melanggar. Maka dalam hal ini, pejabat pemda seharusnya dapat ber-empaty terhadap bvagaimana perasaan masyarakat yang menerima perlakuan pelecehan hak. Satu-satunya harapan masyarakat kalau tidak menyatakan “perang” adalah penegak hukum dan Pejabat Pemerintah Daerah, selaku yang mengurusi daerah. Maka permainan pengusaha, bagaimana melemahkan pembelaan pejabat terhadap masyarakatnya, pada saat itulah perasaan masyarakat terpuruk mempertahankan haknya yang sia-sia. Akibatnya terjadi suatu miss kepercayaan antara masyarakat dengan pejabat pemerintah daerah. Kalau lah kita ambil satu contoh kasus tentang kebun kemenyaan. Pada jamannya betapa akibat kemenyaan orang akan berada pada kelas terhormat di masyarakat, dan pemerintah pun pernah bangga terhadap daerahnya sebagai penghasil kemenyaan, Walau pun sampai sekarang predikat penghasil “kemenyaan dunia” adalah daerah Tapanuli. Kalau hal ini bisa diulangi oleh Pemda sebagai “track record” Pemda, bukan tidak mungkin kalau Pejabat Pemda dan Penegak Hukum tidak mau larut dalam permainan pengusaha dalam hal ini PT. TPL.

    1. seharusnya PT.TPL menjadi alat untuk bisa membawa masyarakat humbang hasundutan ke kondisi yang lebih baik, dengan kata lain mensejahterakan masyarakat. khususnya masyarakat di sekitarnya (Pandumaan dan Sipitu huta)
      tapi yang terjadi malah membawa masyarakat ke lembah air mata yang sewaktu-waktu akan menghentikan nafas dan memotong nadinya.

      maslah perizinan juga harus dipertanyakan, apa ada dari pihak pemerintahan yang pro dengan perusahaan yang menjadi monster itu?
      mari kita sama2 mempertanyakannya..

      mungkin selama ini masyarakat tidak terlalu menghiraukan jalan raya yang rusak akibat mobil pengangkut kayu yang setiap hari melintas, mereka mengorbankan jalannya yang mulus demi perusahaan yang tidak mempunyai hati nurani itu. tapi kali ini ketika satu2nya sumber kehidupannya akan dirampas juga, mereka tidak akan tinggal diam.

      please save our earth
      please save our lives
      kemenyaan is our pulse

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s