Tidak Terima Warga Ditangkap Polisi, Ratusan Petani Kemenyan Unjuk Rasa ke Polres Humbahas


Posted in Marsipature Hutanabe by Redaksi on Juli 17th, 2009

Doloksanggul (SIB)
Sedikitnya tiga ratusan masyarakat petani kemenyan dari Kecamatan Pollung Kabupaten Humbahas berunjukrasa ke Polres Humbahas karena tiga orang keluarga mereka ditangkap polisi, Rabu (15/7) malam. Sampai berita ini dikirimkan ke redaksi, petani kemenyan masih bertahan di depan Polres Humbahas.
Unjuk rasa itu berawal, Rabu (15/7) sore setelah aparat Polres Humbahas dibantu Brimob P Siantar menangkap 3 warga yang diduga pelaku pembakaran alat berat berupa bulldozer milik PT TPL sektor Tele. Selain membakar 2 unit bulldozer, ternyata 27 titik gelondongan kayu juga ikut dibakar. Tidak terima warganya ditangkap polisi, ratusan petani kemenyan dengan mengendarai sepeda motor dan mobil unjuk rasa ke Polres Humbahas dengan tujuan agar keluarganya dilepaskan. Alasan mereka, karena ketiga warga yang ditangkap tidak bersalah, tapi yang bersalah dan ingkar janji adalah pihak TPL. Warga mengaku penangkapan itu terkesan tiba-tiba tanpa ada pemberitahuan sebelumnya. Bahkan ketiga pria yang ditangkap saat sedang beraktifitas ada yang di ladang, ada yang ditangkap di perjalanan sepulang dari pesta dan ada pula ditangkap saat membunyikan lonceng gereja. Akibat penangkapan itu masyarakat jadi trauma. Bila memang warga mau ditangkap silahkan seluruh masyarakat Pandumaan dan Sipitu Huta Pollung ditangkap.
Akibat aksi itu arus lalu lintas macet total bahkan aparat keamanan sempat melarang pengendara melintas untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Namun dengan kesiapan Satlantas dipimpin Kasat Lantas Polres Humbahas akhirnya arus lalu lintas lancar kembali. Aparat keamanan dengan masyarakat petani sempat saling dorong-dorongan sehingga warga ada yang terjatuh. Masyarakat juga sempat memasak air di depan Polres Humbahas untuk keperluan minum. Guna menghindari aksi semakin memanas, beberapa perwakilan warga diperbolehkan masuk dan melakukan pertemuan dengan Polres Humbahas. Dalam peristiwa itu, aparat dari Brimob P Siantar dan Polres Taput dikirim ke Humbang Hasundutan membantu Polres Humbahas demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Beberapa warga ketika ditanya wartawan mengatakan, tujuannya ke Polres Humbahas hanya satu yakni lepaskan masyarakat yang ditangkap Polres Humbahas karena mereka tidak bersalah. Namun yang bersalah adalah PT TPL. Katanya PT TPL telah berjanji kepada masyarakat Pollung termasuk di hadapan anggota DPD RI Parlindungan Purba SH MM bahwa kegiatan penebangan kayu kemenyan untuk sementara dihentikan sebelum ada keputusan. Namun menurut mereka TPL ingkar janji dan kembali melakukan kegiatan di lokasi yang menjadi persoalan. Perjuangan masyarakat Pollung yang mayoritas petani dan hidup dari kemenyan tidak akan berhenti serta pantang mundur.
Beberapa waktu lalu, ribuan masyarakat Pollung unjuk rasa ke Kantor Bupati Humbahas dan DPRD Humbahas untuk menyampaikan aspirasi. Menanggapi aspirasi itu Bupati dan Ketua DPRD Humbahas mengeluarkan surat tertulis supaya kegiatan PT TPL dihentikan sementara menunggu ada keputusan. Wakil Bupati Humbahas Drs Marganti Manullang, anggota DPD RI Parlindungan Purba SH MM, anggota DPRD Humbahas Bresman Sianturi SH, Fransiskus Purba SE dan Charles Pasaribu SmHk telah meninjau ke lapangan dan mengatakan supaya diberhentikan kegiatan. Namun pihak TPL terkesan tidak memperdulikan dan tidak menghargai pemerintah dan lembaga lainnya. (T10/d)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s