Papatar dan Enam Tahun Kabupaten Humbang Hasundutan


Sumber: www.beritapapatar.com

Friday, August 14th, 2009

Oleh : Drs. Jaudi Marbun *)
Pertama-tama saya mengucapkan:

“Selamat ulang tahun Kabupaten Humbang Hasundutan yang ke enam tahun”.

Setelah era reformasi tahun 1998, berdirilah Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) dari kabupaten induk, Tapanuli Utara sebagaimana tertuang dalam Undang – Undang Republik Indonesia No.9 Tahun 2003 Tentang “Pembentukan Kabupaten Nias Selatan, Kabupaten Pakpak Bharat, dan Kabupaten Humbang Hasundutan di Provinsi Sumatera Utara”. Masyarakat Humbahas merasa lega dan merasa senang karena dengan berdirinya Kabupaten Humbahas ada pengharapan lebih  agar laju pembangunan di daerah tersebut akan lebih cepat. 

Kabupaten Humbang Hasundutan baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke enam, dan secara terpusat dirayakan pada tanggal 28 Juli 2009 yang lau di Dolok Sipalakki atau Bukit Inspirasi, Doloksanggul tepatnya di Perkantoran Bupati Humbahas yang baru selesai di bangun. Seluruh dinas dan 10 Kecamatan di Humbahas (Kecamatan Pakkat, Parlilitan, Tarabintang,  Pollung, Baktiraja, Paranginan, Lintong Nihuta, Dolok Sanggul, Sijama Polang, Onan Ganjang) turut berpartisipasi merayakan hari jadinya ini. Tiga Kecamatan pertama yang disebutkan di atas saat ini lebih terkenal dengan sebutan Papatar (Pakkat, Parlilitan, Tarabintang). Gubernur Sumatera Utara, H. Syamsul Arifin juga menghadiri acara akbar ini, dan sejumlah tokoh nasional lainnya dengan sejumlah rangkaian acara, perlombaan hiburan dan pemberian sejumlah penghargaan kepada yang dianggap berprestasi.

Namun dalam perjalananya selama kurang lebih 6 tahun ini (2003-2009) pembangunan belum dirasakan oleh masyarakat secara merata di seluruh Kabupaten Humbahas. Satu hal yang dapat dilihat dan dirasakan adalah dimana sarana jalan dengan kondisi yang sangat rusak terutama di  jalan propinsi antara ibukota Kabupaten, Dolok Sanggul menuju ke Pakkat begitu juga jalan antar kecamatan di wilayah Papatar dirasakan belum memadai.

Secara khusus mengenai parahnya ruas jalan lintas Pakkat ini, penulis dapat merasakan langsung pada waktu pulang ke kampung halaman pada tanggal 8 Juli 2009 yang lalu. Dengan mengajak serta keluarga dan cucu-cucu yang kebetulan belum pernah menginjak tanah leluhur Ompungya di Desa Sibambanon (Kec.Pakkat), dalam perjalanan tersebut sejak kami dari Medan sampai Doloksanggul kami merasakan cukup nyaman karena ruas jalan tersebut sudah bagus. Namun setelah melewati Doloksanggul menuju ke Pakkat, separuh jalan cukup rusak berat disini lah kami merasakan ketidaknyaman. Bahu jalan yang hancur khususnya antara Arbaan (Kecamatan Onan Ganjang) sampai ke pasar Pakkat, membuat saya semakin bertanya-tanya, apakah masyarakat Papatar sesungguhnya merasakan peningkatan dan perbaikan yang signifikan selama enam tahun bersama Kabupaten Humbahas?.

 Janji Bupati Humbahas

 Menyimak kembali kepada janji bupati Humbahas (Bpk. Drs. Makdin Sihombing, M.Si.) kurang lebih 2 (dua) kali pertemuan saya baik secara pribadi maupun ketika secara resmi bersama rekan-rekan seperjuangan dari LSM Papatar (tahun 2007 dan tahun 2008 yang lalu), dimana beliau menyatakan bahwa akan mengadakan perbaikan jalan ke Pakkat, namun dalam kenyataan pada perjalan saya terakhir ke bonapasogit belum dapat terealisasi. Pembangunan jalan yang dijanjikan oleh Bupati belum terlaksana. Tidak hanya prasarana jalan, sarana pendidikan juga belum terlaksana secara baik  dan belum dirasakan sepenuhnya oleh seluruh masyarakat Papatar. Banyak rekan-rekan yang lain (tim dari Papatar) juga turut serta mendengarkan pernyataan Bapak Bupati yang akan menyelesaikan perbaikan jalan ke Pakkat tahun 2009, tepatnya saat Panitia Pembentukan Kabupaten Papatar (P3KP) beraudiensi dengan beliau di Doloksanggul, Selasa 11 Desember 2007 yang lalu (pada hari yang sama, tim dari P3KP juga mengadakan pertemuan dengan Ketua DPRD Humbahas Bpk. Bangun Silaban, SE dan sejumlah anggota dewan yang lainnya di kantor DPRD Humbahas). Bersama saya juga turut serta Bapak DR. Elias Tobing (Ketua Umum LSM Papatar), Drs. Moratingkos Sinaga (Ketua Umum P3KP-Jakarta), Romaulus Berutu, SE (Sekjen P3KP-Jakarta), Nurlan Marbun, SH (Ketua P3KP-Jakarta) dan generasi muda Papatar, Sdr. Mantun Pakpahan, SE (Bendahara P3KP-Jakarta). Pada saat itu beliau menyatakan bahwa perbaikan ruas jalan ke Pakkat akan selesai pada tahun 2009, disusul dengan perbaikan ruas jalan Pakkat-Barus tahun 2010. Saya agak sedikit pesimis kalau jalan tersebut dapat terealisasi perbaikannya, mengingat tahun 2009 hanya tersisa beberapa bulan lagi. Belum lagi jalan lintas Pakkat-Tarabintang serta Tarabintang-Parlilitan yang kondisinya juga sudah hancur pada beberapa ruas dan butuh penanganan yang cepat agar perekonomian masyarakat setempat berkembang.

 Oleh karena itu diharapkan janji-janji tersebut dapat direalisir dengan baik oleh siapa pun pemerintahnya kelak. Kalau sarana utama seperti jalan saja tidak bisa dilalui dengan nyaman, jangan berharap kesejahteraan rakyat setempat dapat diraih. Penduduk daerah Papatar umumnya adalah petani. Produk daerah ini seperti karet, padi, kelapa sawit, salak, haminjon (kemenyan), minyak nilam dan komoditi yang lainnya tidak dapat dijual dengan harga yang layak sesuai harga pasar apabila kondisi jalan memprihatinkan. Pemasaran produk-produk yang disebutkan di atas umumnya ke Doloksanggul, Pematangsiantar dan Medan. Artinya sangat tergantung pada transportasi darat. Salak Pakkat yang terkenal dengan kandungan air yang tinggi misalnya, perlu segera sampai di kota-kota tersebut. Kalau tidak, komoditi pertanian yang satu ini akan busuk sebelum tiba di tangan pembeli. Ongkos pengangkutan akan mahal, dapat membuat para petani tidak mempunyai posisi tawar yang kuat dalam menentukan harga komoditi.

Pilkada 2010

Tahun depan, 2010 adalah tahun penting bagi kabupaten berpenduduk lebih dari 150.000 jiwa ini. Tahun 2010 Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) akan dilaksanakan di lebih dari 250 Kabupaten/Kota seluruh Indonesia termasuk di Kabupaten Humbahas. Sudah mulai banyak nama calon Bupati/Wakil Bupati yang muncul dan melakukan sosialisasi. Tentu itu sah saja, siapa pun yang mau mencalonkan dirinya kelak. Namun hendaklah masyarakat lebih selektif dan memilih dari hati nurani, bukan karena politik uang. Janganlah mengorbankan masa depan Humbang Hasundutan daerah kita, hanya karena uang lima puluh ribuan atau seratus ribuan. Perantau semestinya dapat berperan dalam memberikan pandangan dan pencerahan khususnya kepada sanak famili kita yang berdomisili di bonapasogit.

Himbauan dan Harapan

Mengingat hasil pembangunan yang tidak begitu dirasakan oleh masyarakat khususnya masyarakat Papatar, saya mengajak saudara-saudara agar dapat berperan serta membantu pemerintah untuk memajukan pembangunan di daerah kita masing-masing karena daerah ini cukup potensial dan memiliki Sumber Daya untuk di kembangkan baik bidang pertanian, peternakan maupun sumber-sumber daya alam yg lainnya.

Pada waktu saya pulang saya mendapat informasi dari masyarakat Papatar bahwa ada anggapan bahwa masyarakat Papatar mudah dibeli dengan uang sehingga kemauan para politisi maupun para pemimpin/calon pemimpin dapat dipenuhi. Menurut saya image seperti ini harus segera kita hilangkan agar pemimpin maupun calon pemimpin masa depan di daerah tersebut dapat menjadi panutan masyarakat.

Oleh karena itu saya sebagai warga masyarakat yang berasal dari Papatar mengajak saudara –saudara terutama yang tinggal di bonapasogit agar selalu menjaga persatuan dan kesatuan agar cita-cita pembangunan demi kesejahteraan masyarakat dapat terwujud melalui pemerintah.

Maka dari pada itu untuk calon pemimpin kita kedepan saya mengajak saudara-saudara untuk dapat memilih calon pemimpin yang peduli kepada pembangunan kesejahteraan masyarakat disegala bidang.

Pembentukan Kabupaten Papatar

Untuk mempercepat pembangunan kesejahteraan masyarakat khususnya didaerah Papatar maka warga Papatar (Pakkat, Parlilitan, Tarabintang), yang berdomisili di Jakarta telah membentuk Panitia Persiapan Pembentukan Kabupaten Papatar (P3KP) dan bekerjasama dengan masyarakat bonapasogit dimana masyarakatnya telah mendeklarasikan kabupaten papatar pada tgl 10 Desember 2007 di Pakkat. Tekad dan deklarasi pembentukan Kabupaten Papatar ditandatangani oleh masyarakat dan tokoh-tokoh masyarakat setempat.

Deklarasi ini dilaksanakan karena adanya kerinduan masyarakatnya akan kemajuan disemua bidang terutama dibidang ekonomi dan sarana prasana lainnya yang selama ini tidak mendapat perhatian dari pemerintah baik pemerintah Propinsi Sumatera Utara maupun Kabupaten Taput sebagai kabupaten induk terutama Kabupaten Humbahas yang menjalankan roda pemerintahan saat ini. Perjuangan kita masih panjang dan berliku, namun saya percaya bahwa masyarakat Papatar mempunyai potensi dan semangat yang kuat dalam membangun bonapasogit. 

Biodata

Drs. Jaudi Marbun, lahir di Desa Sibambanon, Kec. Pakkat tgl. 28 September 1943. Sejak tahun 1961 meninggalkan kampung halaman dan merantau ke Jakarta dengan dibekali tamat pendidikan SMP, kemudian melanjutkan studi di Jakarta dan bekerja sebagai tenaga pendidik (guru) dan akhirnya pindah bekerja diperbankan serta pensiun dari salah satu Bank Pemerintah.

Pada tahun 1994, Drs. Jaudi Marbun sebagai ketua martabe bersama-sama mengajak pulang ke kampung halaman yang diikuti kurang lebih 200 perantau bersama-sama berangkat dari Jakarta. Rombongan martabe ini memberikan bantuan dana, mesin tik kepada 17 desa yang disaksikan oleh Bupati Tapanuli Utara saat itu, M.H Sinaga.

Drs. Jaudi Marbun
Pengalaman Organisasi Sosial:

1.Ketua Pelaksana Martabe 1994

2.Ketua Panitia Persiapan Pembentukan Kabupaten Pakkat, Parlilitan  Tarabintang

(P3KP-Jakarta)

3. Ketua Dewan Penasehat LSM Papatar, Jakarta

4. Ketua Dewan Pengurus Nasional Kadin UMKM Bidang Pendanaan

5. Ketua Punguan Marbun Lumbanbatu se Jadebotabek

Jaudi Marbun_2

Ketika melintas di ruas Jalan Parbotihan – Pulogodang – Sipagabu – PakkatJaudi Marbun_4

Acara Deklarasi Panitia Pembentukan Kabupater Papatar

 

Jaudi Marbun_3

 

7 thoughts on “Papatar dan Enam Tahun Kabupaten Humbang Hasundutan

      1. Sampai saat ini tidak ada,kelanjutan apa yang sudah disepakati waktu rapat pertemuan yang di Ancol Jakarta,waktu itu hampir semua pewakilan pengurus bertubi-tubi memberikan semangat dorongan minimal kalaupun tidak jadi Kabupaten dalam waktu singkat ini minimal memperjuangkan pembangunan di wil.Papatar paling tidak Pembalonan utk Bupati/Wakil diperhitungkan dari sana,namun walaupun begitu kiranya para pengurus Papatar tak henti-hentinya untuk tetap melanjutkan perjuanganya Horas…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s