Museum Batak Berbiaya Rp 7-8 Milyar Dibangun di Desa Pagar Batu Balige * Akan Diresmikan Presiden SBY Agustus 2010 * Menyelamatkan Warisan Budaya Batak


Posted in Marsipature Hutanabe by Redaksi on Agustus 29th, 2009

Tobasa (SIB)
Museum Batak mulai dibangun di Desa Pagar Batu Silalahi Balige Toba Samosir sebagai tempat penyimpanan sekaligus memamerkan benda-benda bersejarah guna menunjang pariwisata sekaligus menyelamatkan kesinambungan warisan budaya nenek moyang etnis Batak bagi generasi mendatang. Pembangunan itu ditandai peletakan batu pertama, Jumat, (28/8) dan pengoperasiannya akan diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Agustus 2010 mendatang bersamaan dengan peresmian Bandara Silangit yang bisa didarati pesawat Boeing 737-200.
Setelah selesainya museum itu maka nantinya benda-benda bersejarah Batak yang sudah langka dan tersebar di sejumlah negara Eropa akan dikembalikan ke Indonesia untuk disimpan di museum itu melalui perjanjian antar negara. Selain itu benda-benda kuno Batak yang dimiliki masyarakat tapi tidak terawat bisa diserahkan ataupun sekedar dititipkan di museum itu agar terawat sekaligus bisa dinikmati masyarakat mancanegara, domestik ataupun memberi inspirasi bagi generasi muda dengan mengenal budayanya.
Peletakan batu pertama Museum Batak yang berada di Samping TB Silalahi Center yang lokasinya berjarak kurang lebih 100 meter dari Makam Pahlawan Nasional Sisingamangaraja XII dilakukan 5 Bupati masing-masing Bupati Toba Samosir Drs Monang Sitorus SH MBA, Bupati Tapanuli Utara Torang Lumbantobing, Bupati Humbang Hasundutan Drs Maddin Sihombing, mewakili Bupati Samosir dan Bupati Dairi.
Ikut juga pengusaha di antaranya Johan Lensa, Ir Mangantar Tambunan, Ir Batara Sakti Tambunan, Ketua LADN Toba Samosir Pahala Napitupulu, mewakili Lembaga Adat Dalihan Natolu Bonapasogit dan Letjen (Purn) DR TB Silalahi SH.
Hadir pada peresmian itu, tokoh adat Kabupaten Toba Samosir, Tapanuli Utara, Ketua LADN Kabupaten Humbahas TN Nainggolan, Kapolres Tobasa AKBP Frenkie Radot Samosir, Dandim 0210 TU, Ketua PN Balige Avrits Siahaan SH, Kajari Balige Timbul Pasaribu SH, Kepala Desa se-kecamatan Balige.
Museum itu dibangun berbiaya kurang lebih Rp 7- 8 miliar karena didesain sesuai standar museum nasional seperti yang ditetapkan Departemen Kebudayaan dan Pariwisata serta memenuhi standar museum internasional seperti memiliki perkantoran, sistim pemadam kebakaran otomatis, system security dan memiliki arkeolog yang mengenal dan memahami perawatan benda-benda kuno ratusan tahun.
Sebelumnya, TB Silalahi dalam sambutannya mengatakan, pemenuhan standar nasional dan internasional itu adalah merupakan syarat yang diminta pemerintah maupun pengelola museum di negara-negara Eropa agar mau menyerahkan benda-benda purbakala warisan budaya Batak yang selama ini banyak disimpan di negara-negara itu.
Pasalnya benda-benda purbakala yang disimpan itu berusia puluhan hingga ratusan tahun dan jenisnya langka sehingga tak ternilai harganya. Makanya system pengamanannya harus benar-benar canggih. Selain itu lanjut TB Silalahi benda-benda itu harus tetap terawat dengan baik maka suhu ruangan pun harus juga dijaga.
“Benda-benda purbakala peninggalan nenek moyang orang Batak sejak puluhan bahkan ratusan tahun lalu banyak dibawa ke luar negeri seperti Belanda yang menjajah Indonesia 3 abad dan Inggris. Di Jerman pun banyak karena waktu itu benda-benda itu diberikan secara iklhas oleh masyarakat sebagai kenang-kenangan. Benda itu bagi masyarakat Eropa mungkin hanya bernilai seni tapi bagi orang Batak itu bernilai spiritual dan sejarah agar warisan budaya asli dulu bisa dilihat lagi oleh generasi muda di masa mendatang,” ujarnya.
Atas pendekatan-pendekatan yang dilakukan selama ini seperti pemerintah maupun pengelola museum swasta maupun pemerintah negara bersangkutan mau menyerahkan ke Indonesia asal benda itu bisa dijamin perawatannya, tidak dijualbelikan dan tidak hilang. “Makanya syarat-syarat standar museum itu kita coba penuhi untuk memberi kepercayaan bagi pihak-pihak yang menyimpan benda-benda purbakala itu baik pemerintah, swasta maupun perorangan,” kata Pak TB.
Dari maket yang dipampangkan di depan tokoh-tokoh yang hadir, gedung museum Batak itu berlantai 2 didesain arsitek Ir Nugroho yang merupakan dosen ITB. Pembangunannya akan selesai 8 bulan ke depan dan direncanakan peresmiannya pada bulan Juni atau Agustus 2010. Penyelesaian bangunan sendiri dan pembuat sistem Informasi Teknologinya akan diselesai dalam 8 bulan. Sementara pengumpulan isi (benda-benda bersejarah Batk red) akan dilakukan secara bertahap.
Peresmian Museum Batak yang akan dilakukan Presiden Republik Indonesia ini juga akan mengundang duta-duta besar negara Eropah seperti Inggris, Jerman dan Belanda serta para pemilik museum pribadi dan masyarakat yang memiliki benda-benda bersejarah yang merupakan budaya Batak. Karena tujuan utama pembangunan Museum Batak ini sangat strategis yakni menjaga kekayaan bangsa yang akhir-akhir ini sudah mulai hilang.
Bupati Tobasa Drs Monang Sitorus SH MBA mewakili 5 Bupati di kawasan Bonapasogit dan mewakili tokoh-tokoh masyarakat yang diwakili Ketua LADN Humbang Hasundutan TN Nainggolan senada mengatakan menyambut baik pembangunan Museum Batak itu. (T11/i)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s