Pengusutan Dugaan Korupsi Dana Rutin Sekretariat Pemkab Humbahas, Kejaksaan Negeri Tarutung Periksa Sekdakab Humbahas Selama 12 Jam


Posted in Berita Utama by Redaksi on Agustus 26th, 2009

Tarutung (SIB)
Kejaksaan Negeri (Kejari) Tarutung melakukan pemeriksaaan terhadap Sekdakab Humbahas Martuaman Silalahi SH selama 12 jam di kantor kejaksaan Tarutung. Pemeriksaan yang berlangsung, Selasa (25/8) malam hari itu dilakukan atas dugaan korupsi dana kesekretariatan yang di duga di selewengkan dari APBD Humbahas sesuai temuan BPK pada tahun 2006 lalu sekitar Rp900 juta. Meskipun diperiksa selama 12 jam Martuaman Silalahi mengakui tidak keberatan dengan lamanya waktu yang harus dijalani selama pemeriksaan. Selanjutnya, dia mengaku pihak kejaksaan dalam pemeriksaan kali itu mengajukan cukup banyak pertanyaan namun yang menjadi inti ada sekitar 10 pertanyaan.
Dikonfirmasi tentang keterlibatannya dalam dugaan kasus korupsi tersebut, Martuaman mengaku tidak terlibat karena tidak mengetahui kapan dan dikemanakan penggunaan alokasi dana yang diduga merugikan negara tersebut. Namun dia juga menjelaskan bahwa mantan Bensek berinisial HM yang kini sudah ditetapkan kejaksaan sebagai salah seorang tersangka, sudah mengembalikan setengah dari dana tersebut sekitar 500 juta dan sisanya tetap menjadi tanggungjawab tersangka tersebut untuk mengembalikan sesuai dengan apa yang dilakukannya. Martuaman juga mengaku pemeriksaan kali itu merupakan pemeriksaan kedua pada dirinya, sementara statusnya masih tetap sebagai saksi. Meskipun demikian untuk kesekian kalinya dia menegaskan bahwa dirinya tidak terlibat dengan penggelapan dana tersebut. “Biarlah hukum yang membuktikan nanti, namun yang pasti siapapun yang berbuat harus bertanggungjawab,” kata Martuaman sambil berjalan menuju mobil hitam jenis Innova.
Sementara itu, Kasi Intel Kejaksaan Negeri Tarutung Marcos Simaremare saat dikonfirmasi membenarkan bahwa Martuaman diperiksa masih sebagai saksi, namun diakuinya dalam waktu dekat ini tim mereka akan melakukan rapat guna membahas sejauhmana keterlibatan Sekda dalam kasus korupsi di SKPD yang dipimpinnya. Guna mengumpulkan keterangan yang lebih lengkap Marcos mengaku tim nantinya akan membandingkan keterangan yang diberikan Henri dengan keterangan yang disampikan Sekda saat diperiksa.
Tujuannya untuk mengetahui dan menyimpulkan apakah Sekda terlibat secara hukum, apakah hanya soal kebijakan, atau hanya permainan tunggal dari bendahara itu sendiri (Henri-red). “Kita akan menggali dan mengsinkronkan keterangan Henri dan Sekda. Namun yang pasti untuk kasus ini kami tidak main-main dan kami akan tetap menggali informasi selengkapnya dan tidak tertutup kemungkinan akan ada saksi lain yang akan turut kita periksa dan juga tidak tertutup akan ada tersangka lain di luar Henri yang kini sudah kita tahan,” terang Marcos.
Dari hasil temuan BPK tahun 2006 dan keterangan yang disampaikan oleh Marcos diperkirakan modus penggelapan dana tersebut terjadi penggunaan dana pada beberapa kegiatan yang belum tertampung di APBD. Karenanya kegiatan tersebut dipanjar sehingga sangat besar peluang untuk melakukan penyelewengan. Diperkirakan juga sejumlah panjar itu benar dialokasikan untuk kegiatan namun sebagian lagi disalahgunakan. “Sekali lagi saya tegaskan bahwa kami tidak main-main dalam menangani kasus ini karena akan menyangkut nyawa seseorang, jadi kita akan tetap menelusuri semua informasi secara pasti,” tegasnya. (Car/u)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s