9 Agenda Wisata Daerah Sumut Perlu “Pressure” Masuk Kalender Nasional


Posted in Pariwisata by Redaksi on September 13th, 2009

Medan (SIB)
Sumatera Utara yang kini memiliki 33 kabupaten/kota, setidaknya punya sembilan paket wisata daerah yang dinilai perlu diperjuangkan secara ‘khusus’ (pressure) agar bisa masuk ke kalender pariwisata nasional, yang terdata permanen sebagai agenda promosi pariwisata Indonesia di Direktorat Jenderal Pemasaran Wisata Depbudpar RI, minimal mulai masa kerja kabinet baru pada awal 2010 mendatang.
Kepala Badan Promosi Pariwisata Daerah (BBPD) Sumut, Solahuddin Nasution SE MSP, dan pemerhati pariwisata resort Ir Sanusi Surbakti MBA MRE dari Retreat Center Sumut, secara terpisah menyebutkan pertambahan jumlah objek wisata lokal di daerah ini idealnya harus dibarengi dengan penyelenggaraan paket-paket wisata regular yang aktif agar pengunjung wisata pada setiap objek tersebut tidak hanya ramai pada hari-hari libur saja.
“Selama ini hampir setiap daerah kabupaten atau kota punya agenda masing-masing sebagai even pariwisata lokal tapi berskala nasional, dan setidaknya ada sembilan agenda wisata daerah ini yang perlu diperjuangkan agar bisa masuk kalender pariwisata nasional”, ujar mereka kepada pers di Medan, Jumat-Sabtu (11-12/9) kemarin.
Ke-9 agenda pariwisata daerah itu adalah: Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) atau Medan Fair di Medan, Pesta Danau Toba di Parapat, Pesta Budaya Melayu (Medan), Pesta Mejuah-juah (Tanah Karo), Pesta Bunga & Buah (Tanah Karo), Pesta Rondang Bittang (Simalungun), Pesta Horas (Tapian Nauli Fair) di Taput/Humbang, Toba Solu Bolon Rally (Tobasa/Samosir), Samosir, Humbang Hasundutan, Dairi dan Tanah Karo.
Solahuddin dan Sanusi menjelaskan, upaya mendesak agar even-even pariwisata Sumut ini masuk ke dalam kalender wisata nasional, sejalan dengan upaya pemerintah propinsi Sumut sendiri yang telah menetapkan pointer agenda wisata regular dalam program pembangunan dan pengembangan pariwisata Sumut secara berkesinambungan. Setidaknya, upaya Pemda tersebut tampak pada paparan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumut Ir Riadil Akhir Lubis, dalam acara seminar Devisa Pariwisata Sumut yang diselenggarakan LKM Universal Medan di Hotel Sinabung Int Berastagi 20-22 Agustus lalu.
“Saat ini, ada enam sektor urgen yang sedang dibenahi untuk pengembangan potensi pariwisata dalam rangkaian pembangunan sektor ekonomi daerah Sumut, yaitu: (1) Pengembangan produk-produk wisata yang berbasis panorama. (2). Perawatan dan pemantapan aksesibulitas ke setiap daerah tujuan wisata (DTW-DTW), (3). Pengembangan potensi dan promosi wisata bahari seperti kawasan Pantai Barat dsb (4). Penerapan sistem informasi wisata yang handal (5). Penyelenggaraan kerja sama dengan atau melalui kalangan tour operator dan (6). Penyelenggaraan even-even pariwisata yang bersifat regular”, papar Riadil Akhir di hadapan para peserta seminar wisata itu.
Menanggapi hal ini, Ketua Umum Pesta Danau Toba (PDT) 2009 Sujono Manurung SE melalui ketua harian Abdul Hariara Manurung di Sekretariat PDT 2009, menyatakan pihaknya saat ini sangat gembira karena acara PDT sudah disetujui sebagai salah satu paket atau agenda pariwisata nasional dan akan masuk dalam kalender pariwisata Indonesia, yang terdata di Direktorat Pemasaran Wisata Depbudpar RI.
“Dulunya PDT memang sudah sempat masuk dalam kalender wisata nasional. Namun kabarnya sempat tergeser lagi ketika Sumut sempat terhapus dari daftar DTW Unggulan di antara 10 DTW Utama Indonesia pada decade 1995-2005 lalu. Tapi syukurlah, rapat terpadu Pesta Danau Toba di kantor Menteri Budpar RI yang dihadiri para bupati sekawasan Danau Toba, antara lain menghasilkan sinyal atau keputusan bahwa PDT kembali masuk kalender wisata nasional. Kita bangga untuk itu”, katanya gembira, kepada SIB.
Namun, sementara itu, para tokoh yang terlibat dalam program pelaksanaan Pesta Bunga & Mejuah-juah (PBM) 2009 yang menggabungkan paket Pesta Bunga & Buah dengan Pesta Mejuah-juah di Tanah Karo, tak satupun menyahut ketika akan dikonfirmasi SIB melalui nomor telepon/ponsel-nya masing-masing. Ketua Panitia Lokal PBM 2009 Drs Layari S Kaban juga tak mengangkat HP-nya ketika dihubungi berulang-ulang, sehingga tak diperoleh informasi lanjut soal rencana PBM yang dijadwalkan akan dibuka atau dihadiri Presiden SBY juga pada 7-11 Oktober mendatang.
“Padahal, jadwal acara PBM di Berastagi itu sepertinya disetting berdekatan dengan waktu kedatangan Presiden SBY di PDT 2009 di Parapat. Plus, di proposal acara itu malah sudah dicantumkan jadwal per jadwal kehadiran Presiden SBY mulai dari keberangkatan dari Jakarta, penyambutan di Bandara Polonia, sampai peresmian PBM dan peresmian tugu perjuangan rakyat Karo di Berastagi…”, ujar beberapa calon peserta PBM yang mempertanyakan realisasi acara tersebut. (M9/c)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s