Petani Kemenyan Humbahas Dengan Berpakaian Adat Batak Unjukrasa ke DPRDSU


Posted in Marsipature Hutanabe by Redaksi on September 18th, 2009
Medan (SIB)
Puluhan petani kemenyan Humbahas (Humbang Hasundutan) dan sejumlah LSM serta organisasi kemahasiswaan yang tergabung dalam Solidaritas Rakyat untuk Petani dan Hutan Kemenyan dengan mengenakan pakaian tradisionil Adat Batak, Kamis (17/9) unjuk rasa ke DPRD Sumut menuntut pengembalian 4.100 Ha tanah adat kepada petani kemenyan desa Pandumaan dan Sipituhuta yang dirampas PT TPL (Toba Pulp Lestari).
Para petani kemenyan dari Desa Pandumaan dan Sipituhuta melakukan orasi menggunakan bahasa Batak dan membawa beberapa bibit pohon kemenyan yang merupakan produksi hutan kebanggaan Humbahas selama 300 tahun. Namun kini tanaman kemenyan dan putri malu, sedikit demi sedikit mulai punah, akibat praktek perambahan hutan dilakukan PT TPL.
Massa pengunjukrasa juga membawa beberapa spanduk dan poster mengaspirasikan keluhan maupun penderitaan yang dialami petani kemenyan, diantaranya ‘hutan dirampas, kawan ditangkap, kami tidak makan’, ‘hentikan kriminalitas terhadap petani’ dan ‘bebaskan 13 orang petani yang ditetapkan sebagai tersangka’.
Mereka juga mengecam PT TPL melakukan penebangan terhadap pohon kemenyan sesuai ditemukannya fakta di lapangan, bahkan penebangan sudah masuk jauh (encroaching) ke lahan adat milik Desa pandumaan dan Sipituhuta.
Salah seorang pengunjukrasa Saur Tumiur Situmorang mengungkapkan, TPL telah lama membabat hutan di kawasan dimulai di Tombak Simataniari dan Huta Gedung Kecamatan Parlilitan, sebelah Barat kecamatan Polung.
Proses pembabatan berlangsung mulus, karena protes petani kemenyan Parlilitan dapat diredam, hingga menyebabkan penebangan kemenyan secara massal terus berlanjut hingga wilayah hutan Lombang Nabagas.
Padahal, ungkapnya, seratus persen keluarga di kawasan itu menggantungkan hidup dari komoditi kemenyan. Dengan menebangi kemenyan, TPL telah membunuh petani pelan-pelan.
Dalam aksi itu, pengunjukrasa dan aparat kepolisian nyaris bentrok, karena Kapolsek Medan Baru beserta anggotanya berupaya membubarkan massa dengan alasan yang dilakukan solidaritas rakyat untuk petani dan hutan kemenyan liar atau illegal, dan tidak ada pemberitahuan ke kepolisian untuk melakukan unjukrasa, Kamis (17/9). Tapi para pengunjukrasa tetap beranggapan aksi yang digelar resmi.
Menyikapi hal itu Wakil Ketua Dewan sementara Ch Ritonga didampingi anggota dewan lainnya Syahrul Pasaribu, W Pasaribu, R Lingga dan Mulkan Ritonga menyatakan, pihaknya akan menindaklanjuti aspirasi yang disampaikan, meski alat kelengkapan dewan belum sepenuhnya terbentuk. (M10/m)

One thought on “Petani Kemenyan Humbahas Dengan Berpakaian Adat Batak Unjukrasa ke DPRDSU

  1. Horas Partapanuli!

    Kasus serupa pernah selesai dengan ‘Pasi pisang na tonggi’ manang na ise paganje-ganje on, sai songon na Batak begeon alai nda tung na adong nilai kearifan Batak di si. Kondisi inilah memerangkap pejabat Humbahas melantunkan sopan santun mengharap ‘hati nurani’ pembabat kemenyan.

    Kenapa mengharap ‘hati nurani’ PT TPL Tbk? Apakah kita tidak punya nurani? Kalau nurani kita terluka oleh pembabat kemenyan, ya pertaruhkan apa yang ada, cap dan surat-surat menjadi tidak penting.

    Sakit memang mengedepankan hati nurani di saat kita sulit merumuskan style kepahlawanan dan keteladanan berbangsa. Tetapi menghianati nurani pun tidak kalah perihnya.

    Segerombol parompuan sian luat Humbang menjerit memrotes pembabat kemenyan, mereka dilandasi kehendak menyelamatkan bumi dalam persfektif nilai kerifan Batak.

    Kemarin (2/10) Menteri Kehutanan M.S. Kaban menanda-tangani Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P.58/Menhut-II/2009 yang mengatur penggantian nilai tegakan dari izin pemanfaatan kayu (IPK) dan pembersihan lahan untuk hutan tanaman. Mudah-mudahan Permenhut ini mematutkan protes, tangis dan jeritan ibu-ibu dari Humbang. Itulah kecantikan boru Batak sebagaimana kami sajikan pada (klik): http://partapanuli.org/2009/09/17/92-boru-batak-cantik/

    Balige, 03 Oktober 2009.-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s