Pemimpin BI Medan Berkunjung ke SIB, Sumut Terbesar di Luar Jawa Salurkan Kredit Bank untuk UMKM Rp33,1 Triliun * Pemimpin BI Paparkan Peranan/UMKM di Sumut: “Manghaburjuhon, Hapataron dan Haporseaon”


Posted in Berita Utama by Redaksi on Oktober 30th, 2009

Medan (SIB)
Realisasi penyaluran kredit perbankan untuk sektor usaha menengah kecil dan mikro (UMKM) di Sumut mengalami lonjakan besar hingga mencapai Rp33,1 triliun atau hampir separuh dari total kredit yang tersalur (Rp69 triliun lebih) per posisi September 2009. Bahkan, komposisi kredit itu kini tercatat sebagai penyaluran kredit UMKM yang terbesar di luar Jawa.
Pemimpin Bank Indonesia Regional Sumut-Aceh/NAD Gatot Sugiono S SE MM, bersama Koordinator Bidang Ekonomi BI Medan Maurids H Damanik, menyebutkan penyaluran kredit UMKM Sumut itu malah masuk posisi lima besar (top five) realisasi kredit UMKM secara nasional, bersama DKI Jakarta dan beberapa kota lainnya.
“Saat ini, Bank Indonesia (BI) sebagai bank sentral tengah berfokus pada peranan dan komitmen dalam menunjang pembangunan dan peluang investasi di daerah-daerah, baik sebagai pihak advisor maupun pemberi saran dalam mengembangkan potensi dan produksi daerah. Misalnya, BI melihat potensi dan produksi beras di Simalungun sangat bagus sehingga perlu dikomuniksikan dengan pihak pemerintah daerah (Pemkab) setempat bagaimana mengembangkan produksi beras itu dengan mutu dan volume yang lebih bagus. Demikian juga dengan upaya BI dalam mengkomunikasikan bagaimana agar daerah sentra-sentra pertanian itu bisa mendapatkan pupuk yang dibutuhkan para petani, atau upaya memperoleh bibit-bibit bagi para petani kebun, pengembangan usaha pabrik kerupuk opak di desa-desa, dsb. Itulah sebabnya BI sekarang terfokus pada pengembangan dan pemberdayaan sektor UKM,” katanya kepada SIB di Medan, Kamis (29/10) kemarin.
Dia mengutarakan hal itu ketika berkunjung ke kantor Harian SIB Medan, yang diterima Koordinator Redaktur Pelaksana (Redpel) Ir Parluhutan Simarmata, didampingi Kepala Unit Liputan Ekonomi & Bisnis Drs Ads Franse Sihombing dan wartawan senior SIB Nelly Hutabarat. Selain memaparkan profil dan program kerja BI Medan sebagai lembaga otoritas moneter yang berperan dalam sistem pembayaran yang efisien dan optimal, Gatot Sugiono dan Maurids Damanik juga memaparkan komitmen BI, termasuk BI Medan saat ini, yang tengah terkonsentrasi dalam komitmen mendukung pembangunan ekonomi daerah di Sumut ini, termasuk daerah Tapanuli sekitarnya. Mereka juga memaparkan secara ringkas operasional BI Medan yang kini didukung tiga kantor, masing-masing di Medan, Pematang Siantar, dan Sibolga. Dulunya, BI juga mempunyai kantor di Padang Sidempuan.
Untuk Sumut, ujar mereka, dana perbankan yang terhimpun sebagai dana pihak ketiga (DPK) dari masyarakat, selama ini lebih banyak tersalur sebagai kredit regular untuk tiga sektor dominan, yaitu sektor perdagangan, hotel dan restoran, dan sektor industri. Komposisi kredit yang tersalur di Sumut, ujar mereka, saat ini mencapai 77 persen dari total dana yang terhimpun di bank-bank daerah ini. Sehingga, dengan posisi rasio penyaluran kredit (loan to deposit ratio-LDR) sebesar 77 persen itu, peranan perbankan sebagai intermediasi pembangunan ekonomi di Sumut dinilai kian meningkat. Soalnya dalam catatan SIB dan data ekspos perbankan di Sumut selama ini, tingkat LDR di Sumut sebelumnya di bawah 70 persen.
Ketika ditanyakan apakah suatu ketika Sumut ini bisa mencapai suatu ‘prestasi spektakuler’ berupa realisasi penyaluran kreditnya lebih besar dibanding angka DPK sebagaimana terjadi di daerah Tapanuli selama ini, Maurids menyebutkan hal itu bisa saja terjadi. Soalnya, minat konsumen atau masyarakat untuk mendapatkan partisipasi perbankan berupa kredit dan fasilitas jasa keuangan lainnya, cukup besar dan tampak meningkat terus selama ini.
“Potensi itu tampak dengan realisasi penyaluran kredit atau kondisi perekonomian di daerah Tapanuli. Sekarang ini pun, salah satu daerah di Tapanuli (Tapsel) masih tetap di atas 100 persen realisasi kreditnya. Secara umum, realisasi penyaluran kredit ke wilayah Tapanuli rata-rata hampir 90 persen. Itu berarti dana perbankan lebih banyak terserap dan tersalur ke masyarakat, karena itu memang uang mereka,” ujar Maurids sembari menunjukkan data khusus grafik ekonomi perbankan wilayah Tapanuli, per 2007 hingga 2009 (per September).
Dari total Rp3.45 triliun dana masyarakat atau DPK di perbankan se-wilayah Tapanuli (per September 2009), tersalur sebagai kredit masyarakat sebesar Rp3.31 triliun. Porsi dana (DPK) itu meliputi Rp527 miliar lebih di Tapanuli Utara, Rp921 miliar lebih di Tapanuli Tengah, Rp763 miliar di Toba Samosir (meliputi Humbang Hasundutan dan Samosir), dan Rp1,23 triliun di Tapanuli Selatan (meliputi Mandailing Natal, Padang Lawas, Palas Utara, dan Kota Padang Sidempuan).
Dan jumlah itu, tersalur sebagai kredit sebesar Rp500 miliar (94,27 persen) di Tapanuli Utara, Rp803 miliar atau 87,22 persen di Tapanuli Tengah, Rp482 miliar atau 64 persen di Toba Samosir, dan Rp1,52 triliun (mencapai 123 persen) di Tapanuli Selatan. Dalam kesempatan itu Gatot juga memaparkan 3 kiat mengembangkan UKM di Sumut perlu diterapkan yakni Manghaburjuon (Bersungguh dalam bekerja), Hapataron (transparan) dan Haporseaon (Kepercayaan).
“Jadi tidak ada yang perlu ditutup-tutupi untuk mengembangkan UMKM. Sebab jika tidak bersungguh apapun yang dikerjakan tidak akan berhasil,” ujar Gatot asal Jawa Timur yang sebelumnya bertugas di BI Pekanbaru itu.
Pada kunjungan yang penuh canda dan kekeluargaan itu, Koordinator Redaksi Pelaksana SIB Ir Parluhutan Simarmata menyampaikan bahwa seyogianya Pemimpin BI Medan akan diterima langsung oleh Pemimpin Umum SIB Dr GM Panggabean. Namun karena pak GM masih dalam perawatan di Singapura maka diwakilkan kepada kami, ujar Simarmata.
Simarmata juga mempertanyakan sejauh mana peranan BI dalam bertugas di Medan sejak Juli 2009 itu menjelaskan banyak potensi Sumut yang potensil dikembangkan. Dia juga memaparkan beberapa potensi yang sedang dan sudah diamati untuk dikembangkan ke depan yaitu kacang Sihobuk dari Tapanuli Utara, opak di Sergai dan kepiting lunak dari Sicanggang Langkat serta potensi lainnya.
Pertemuan yang berlangsung lebih dari satu jam itu diakhiri dengan pemberian cinderamata dari Pimpinan BI Medan kepada Harian SIB yang diterima Ir Parluhutan Simarmata. (M9/M5/m)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s