Kopi Sigararutang dari Lintong, Kopi Sidikalang dari Dairi, Bakal Tinggal Nama?


Posted in Berita Utama by Redaksi on November 25th, 2009

Medan (SIB)
Produk kopi Sigararutang dari Lintong Nihuta (kini Humbang Hasundutan) yang selama ini merupakan produk primadona dari bumi Tapanuli, dan kopi Sidikalang yang selama ini populer sebagai produk primadona dari Dairi, kini disebutkan sedang terancam prospeknya sehingga dikuatirkan akan tinggal nama saja dalam waktu dekat ini.
Pengurus Koperasi Tani ’Kopindo Jaya’ di Toba Samosir, Justin Manurung, dan Sekretaris DPC Partai Buruh Kabupaten Simalungun Simon Girsang BSc, secara terpisah menyebutkan harga kopi jenis Arabica di Sumut belakangan ini terus menurun hingga ke kisaran Rp 26.500 ke Rp 27.000 per kilogram, sementara sebelumnya mencapai Rp 30.000-an per kilogram sesuai harga yang sempat berlaku di pasaran internasional.
“Dulunya, nama Kopi Sigararutang dari Tapanuli dan Kopi Sidikalang dari Dairi, sempat populer hingga ke mancanegara. Tapi sekarang pamor dan prospeknya seperti nyaris tenggelam dan tampak terancam tinggal nama. Kendati berbagai upaya dilakukan untuk pemulihan pamor produk itu, sekarang justru kopi dari Lampung yang punya nama di luar negeri, misalnya di Malaysia,” ungkap Simon Girsang dari Simalungun melalui pesawat telepon selulernya, kepada SIB di Medan, Rabu.
Sejak 4-5 tahun belakangan ini, katanya, para petani kopi di daerah-daerah sentra produksi kopi seperti Tapanuli (Lintong/Humbang), Dairi, Simalungun, bahkan di Aceh Tengah (Bener Meriah dan Gayo), tampak kian enggan mengurus kebun-kebun kopinya. Selain karena harga jualnya selalu berubah-ubah (fluktuatif) dengan kecenderungan menurun di tingkat transaksi petani ke pengumpul (kolektor yang kemudian meneruskan penjualan ke eskportir), rasa malas mengurus kebun kopi itu juga terjadi karena pihak pembeli (buyer) belakangan ini terkesan mulai bertingkah.
Soalnya, para pembeli kopi dari beberapa negara tampak hanya memesan atau membeli kopi dari Indonesia, khususnya di Sumut ini, hanya bila pihak pembeli itu merasa butuh. Dia mengutip paparan Sekretaris Umum Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) Sumut Syaidul Alam belum lama ini, bahwa para buyer kopi Indonesia/Sumut seperti Amerika Serikat, Jepang dan Jerman selama ini membeli kopi walaupun stok kopi di negerinya masih ada. Tapi sekarang ini, para buyer itu hanya memesan dan membeli bila merasa perlu, sehingga produk kopi di daerah ini sering menumpuk sehingga harganya menurun.
Hal senada juga dicetuskan Justin Manurung dan petani kopi Pantas Siregar di Sidikalang, bahwa pihaknya sebagai petani juga sangat menyayangkan pemerintah yang terkesan kurang proaktif menyikapi keluhan dan kondisi petani kopi. Bahkan, hal yang lebih tragis katanya para pihak di kalangan pejabat dan pengusaha seperti eksportir dsb, justru selalu menyalahkan pihak petani.
“Inilah yang membuat para petani jadi mulai enggan berkebun. Dulunya dari satu hektar lahan bisa menghasilkan produksi hampir satu ton per tahun, sekarang hanya 600 kg ke 700 kg per tahunnya. Hal ini juga tampak dari jumlah barisan pohon kopi di areal kebunnya. Belum lagi keengganan para petani yang diakibatkan praktek penguasaan lahan oleh kalangan mitra investor asing. Padahal, dulunya bisnis kopi ini bisa membuat banyak petani hidup lumayan dan mampu memiliki sepeda motor, walaupun kredit tapi lancar angsurannya. Sekarang ini… malah lebih banyak menunggak bahkan ada yang terpaksa rela sepeda motornya dilego atau ditarik kembali,”ujar mereka prihatin.
Data yang diperoleh di sekretariat AEKI Sumut realisasi ekspor kopi Sumut ke manca negara selama 2008 mencapai 54.575 ton lebih dengan nilai USD 182 juta lebih. (M9/p)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s