Kejari Tarutung Tetapkan Sekdakab Humbahas Sebagai Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Dana Panjar Sekitar Rp1,2 Miliar * Sekdakab Humbahas: Terserah Maunya Mereka Apa


Posted in Berita Utama by Redaksi on Desember 13th, 2009

Tarutung (SIB)
Beberapa hari sebelum peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia yang jatuh pada hari Rabu (9/12), tepatnya Jumat (4/12) kinerja Kejari Tarutung dalam eksistensinya menegakkan supremasi hukum dan pemberantasan korupsi, kembali membuahkan hasil dengan didasari pengembangan penyelidikan atas tersangka HM oknum Bendahara Kesekretariatan (Bensek) Sekdakab Humbanghasundutan (Humbahas) yang telah ditahan dengan dugaan penyelewenan dana panjar sekretariat daerah tahun anggaran 2006, akhirnya pihak kejaksaan secara resmi menetapkan oknum MS (Sekdakab) Humbang Hasundutan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dana panjar sekira Rp 1,2 miliar. Hal tersebut dipaparkan Kajari Tarutung Mangasi Situmeang SH LLM yang ditemui SIB di ruang kerjanya Selasa (8/12) dengan didampingi Kasi intel Marcos Simaremare SH dan Kasi Pidsus Robert Ketaren.
Dalam penjelasannya, Kajari menuturkan, bahwa penetapan tersebut dinilai merupakan langkah yang telah prosedural sesuai hasil penyidikan terhadap tersangka HM sebelumnya ditambah keterangan saksi dari oknum MS yang telah 2 kali diperiksa secara marathon hingga belasan jam beberapa waktu yang lalu sebelum dinyatakan resmi sebagai tersangka oleh kejaksaan.
Ditambahkannya bahwa dasar penyidikan atas dugaan penggelapan dana panjar sekretariat daerah tahun anggaran 2006 tersebut, berawal dari dugaan bahwa penggunaan dana ataupun pemakaian dana panjar yang berasal dari APBD yang belum mendapat pengesahan DPRD setempat selayaknya digunakan untuk pemberian dana uang muka (panjar) untuk 4 sifat pemakaian dana yang bersifat wajib, mengikat, rutin dan mendesak. Sementara beberapa item yang termaksud pada penggunaan dana panjar sekretariat daerah tahun anggaran 2006 dinilai tidak sesuai 4 sifat kepentingan tersebut pada post yang tidak seharusnya berasal dari dana panjar seperti panjar biaya CPNS, panjar biaya ke PRSU, panjar biaya hari jadi, panjar kegiatan pembangunan desa, panjar biaya open house rumah dinas, dan beberapa item lainnya yang saat ini jumlahnya penggunaan yang diduga terkait tidak sesuai berkisar Rp1,2 miliar.
Meski menemukan hal tersebut pihak penyidik, yang bekerja sesuai azas praduga tak bersalah, tetap orientatif menilai dugaan tersebut, agar pihak yang diduga terkait terhindar dari tindakan yang tidak sengaja membunuh karakternya. Namun ternyata dari hasil pemeriksaan dari tersangka HM yang saat itu menjabat sebagai bendahara kini ditahan, kecurigaan didasari tidak adanya tindakan pengawasan melekat oleh pimpinannya yaitu oknum MS. Dan penggunaan dana panjar tersebut, terkesan sesuka hati sebab tidak sesuai dengan 4 sifat kepentingan yang telah dipaparkan diatas. Jelas hal tersebut melanggar PP No 58 tahun 2005, Kepmendagri no 29 Tahun 2002 dan Surat edaran Mendagri No 903 tahun 2005. Menyikapi hal tersebut SIB, berupaya menghubungi pihak Pemkab Humbanghasundutan melalui Kabag Humin Drs SDV Sihombing MM, pada hari yang bersamaan (8/12) tidak bersedia mengangkat telefon selulernya. Namun pada kunjungan DPRD Provinsi di Humbang Hasundutan pada Kamis (10/12) SIB berhasil menemui Sekdakab yang dinyatakan sebagai tersangka tersebut, saat dimintai pendapatnya terkait penetapan status tersebut atas dirinya, dengan lugas MS menjawab “terserah mereka maunya apa” dan saat dicecar dengan apa sikapnya dan apa yang akan dilakukannya menghadapi situasi tersebut, juga dengan tenang MS menjawab “kita lihat saja nanti” tutupnya.
Perlu ditambahkan bahwa sepanjang tahun 2009, institusi kejaksaan seksi pidana khusus yang bertugas sebagai tim penindak dalam langkah penegakan hukum tahun ini telah menangani 4 kasus korupsi di tubuh Dinas Pendidikan Tapanuli Utara 2 kasus yakni penggelembungan data tenaga honorer GBS, dan dana BOS oleh salah seorang kepala sekolah. Sementara di tubuh Departemen Agama Tapanuli Utara ada temuan terkait dugaan korupsi penyalahgunaan dana DIPA, uang lauk-pauk dan uang cicilan panjar.
Sedangkan di Pemkab Humbahas terkait dugaan korupsi dana panjar sekretariat daerah. (termasuk pelanggaran hukum pidana bidang khusus) dan telah menetapkan 3 tersangkanya dan baru-baru ini telah menetapkan seorang lagi. (Car/p)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s