Besaran Raskin terganjal SK gubsu


Warta – Medan
WASPADA ONLINEMEDAN – Badan Urusan Logistik (Bulog) Divre Sumut  masih menunggu Surat Keputusan Gubernur Sumatera Utara untuk membagikan beras miskin (raskin) kepada rumah tangga sasaran (RTS) di seluruh kabupaten/kota.

Kepala Seksi Humas Bulog Sumut, Rusli, tadi malam, menjelaskan, SK Gubsu merupakan dasar bagi Bulog untuk melaksanakan pembagian raskin ke kabupaten/kota.

‘’Pembagian beras raskin masa pagu tahun 2010 secara nasional telah dilaksanakan di Jakarta oleh Menteri Kesra,  namun untuk daerah pelaksanaannya berdasarkan SK Gubernur,” ujarnya.

Untuk tahun ini, katanya, SK Gubsu yang belum keluar mengganjal penetapan besaran raskin tahun. Untuk itu, Bulog sangat menantikan SK tersebut sehubungan adanya perubahan dari Menko Kesra yang akan menambah jumlah raskin dari yang telah disetujui DPR, dimana setiap RTS tahun 2010 ini hanya menerima raskin 13 kg per bulan.

Jumlah ini mengalami penurunan dari pembagian raskin 2009. Sedangkan Menko Kesra telah kembali menambah jumlah raskin dalam APBN-P 2010 kembali menjadi 15 kg per bulan per RTS.

‘’Berapa jumlah raskin yang akan dibagikan nantinya apakah 13 kg atau 15 kg, semua ini tergantung keputusan dan ketetapan dari SK Gubernur sebagai petunjuk akhir yang akan menjadi pedoman pelaksanaan di lapangan,’’ katanya.

Berdasarkan  ketetapan berdasarkan persetujan DPR tanggal 9 Desember 2009, jumlah raskin yang akan diperoleh keluarga  miskin seluruh Indonesia menjadi berkurang dibanding tahun 2009.

Demikian  juga dengan jumlah penerima manfaat  tahun 2010 menjadi 17,5 juta RTS, sementara tahun 2009 mencapai 19 juta RTS. Sedangkan jumlah bulan pembagian tetap sama yakni selama 12 bulan (1 tahun) demikian juga dengan harga tebus tetap Rp1.600 per kg.

Bagaimana dengan penerima manfaat untuk rumah tangga miskin di Sumutera Utara, menurut Rusli juga berkurang seiring dengan kebijakan nasional itu. ‘’Jumlah penerima ini berdasarkan perhitungan BPS,’’ katanya.

Jumlah RTS di Sumut yang akan mendapat raskin tahun 2010 menjadi 838.363 RTS, jumlah ini berkurang hingga 99 ribu dari jumlah penerima  tahun 2009, demikian juga dengan volumenya menjadi 130.784 ton berkurang dari tahun 2009  berjumlah 154.724 ton.

Pembagian raskin yang telah berjalan selama tahun 2009 di Sumut  masih belum mencapai 100 persen, karena beberapa daerah terkena sanksi tidak mendapat raskin karena masih berhutang. Sesuai dengan keputusan Bulog setiap daerah yang menunggak raskin maka pembagian raskin berikutnya distop sementara menunggu pelunasan hutangnya.

Berdasarkan perhitungan hingga 30 November 2009, jumlah tunggakan raskin di Sumut selama tahun 2009 saja dari 24 Kabupaten dan kota mencapai Rp22,301 miliar. Tunggakan ini harus dilunasi dari masing masing kabupaten/kota yang menunggak kalau tidak pembagian raskin ke daerah yang menunggak pada bulan berikutnya akan dihentikan sementara waktu.

Sehubungan dengan tunggakan itu, selama tahun 2009, Bulog Sumut telah mengambil tindakan tegas kepada Pemkab/Pemkot yang masih menunggak pembayaran raskin.

Tindakan tegas ini mengakibatkan 15.878 Rumah Tangga Sasaran (RTS) di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) tidak lagi menerima beras miskin terhitung sejak September 2009.
(dat06/waspada)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s