DPRDSU dan PT TPL Sepakat Stop Pembabatan Hutan Kemenyan di Humbahas


Posted in Berita Utama by Redaksi on Februari 1st, 2010

Medan (SIB)
Komisi B DPRD Sumut sepakat dengan PT TPL (Toba Pulp Lestari) Tbk untuk segera menyetop “pembabatan” hutan haminjon (hutan kemenyan) di areal HTI (Hutan Tanaman Industri) di Desa Sipituhuta dan Pandumaan Kecamatan Pollung Kabupaten Humbahas(Humbang Hasundutan), demi menjaga perekonomian masyarakat petani kemenyan.
Kesepakatan itu diungkapkan Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris dan anggota Komisi B DPRD Sumut Layari Sinukaban SIP HM Nasir, Aduhot Simamora, Ir Washington Pane MM, Tohonan Silalahi SE, MM, Drs H Bustami HS kepada wartawan, Jumat (29/1) di DPRD Sumut seusai meninjau hutan kemenyan di Humbahas bersama Dinas Kehutanan Sumut, masyarakat petani kemenyan dan PT TPL.
Dalam peninjauan lapangan yang diikuti segenap anggota Komisi B Ir Syahrial Harahap, Fahru Rozi SE, Tiaisah Ritonga, Hj Ida Budiningsih ini, ujar Layari, juga telah disepakati, bahwa PT TPL akan segera melakukan penanaman pohon kemenyan di atas ribuan hektar lahan HTI, guna membantu masyarakat petani kemenyan.
Kesepakatan tersebut diputuskan, kata Layari, setelah tim Komisi B turun langsung ke hutan kemenyan dan menerima aspirasi masyarakat agar hutan jangan lagi dibabat, karena tanpa ada pohon lain sebagai pelindung di sekitar pohon kemenyan dengan sendirinya akan mati. Sebab kemenyan tidak bisa hidup tanpa dilindungi.
“Masyarakat mengakui, hutan kemenyan yang tumbuh dan hidup secara sembarang itu merupakan mata pencaharian mereka sehari-hari. Apalagi saat ini harganya mencapai Rp150 ribu/Kg. Kalau pohon-pohon di sekitarnya dibabat, dengan sendirinya kemenyan akan mati,” ujar Sekretaris Komisi B Aduhot Simamora yang juga putra Dolok Sanggul itu.
Sementara itu, setelah selesai meninjau lokasi areal hutan kemenyan, tim Komisi B DPRD Sumut bertemu dengan manajemen PT TPL di Sosor Ladang Porsea Ir Juanda Panjaitan mewakili direksi beserta sejumlah staf menegaskan, bahwa PT TPL tidak pernah melakukan pembalakan hutan kemenyan seperti yang dituduhkan masyarakat.
Hal ini dibuktikan, jelas Juanda, berdasarkan RKT (rencana kerja tahunan) PT TPL, lahan HTI yang luasnya 10.000 hektar lahan HTI di Desa Sipituhuta dan Pandumaan, hanya 4000 Ha yang diambil kayunya, sementara 6000 hektar di antaranya tidak jadi ditebang untuk melindungi hutan kemenyan.
“Dari fakta-fakta di lapangan dapat kita lihat, PT TPL melakukan tebang pilih dan tetap tidak menebang pohon kemenyan,” ujar Juanda sembari menambahkan, untuk mendukung perekonomian masyarakat, PT TPL akan melakukan penanaman pohon kemenyan di atas ribuan hektar lahan HTI dan rencana itu juga telah disampaikan ke Dishut Sumut maupun Menhut RI di Jakarta.
Menurut Juanda, PT TPL tetap bekerja berdasarkan izin HPHTI (Hak Pengusaha Hutan Tanaman Industri) atau IUPHHK-HT (Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu pada Hutan Tanaman ) sesuai SK Menhut No 493/ Kpts-II/1992 pada 01 Juni 1992 dan SK Menhut No 351/Menhut-II/2004 pada 28 September 2004.
“Jadi PT TPL sangat sepakat dengan masyarakat maupun DPRD Sumut agar hutan kemenyen dilestarikan, sebab dari awal juga kita tidak pernah melakukan penebangan. Bahkan kita telah membuat pembibitan pohon kemenyan yang dalam waktu dekat akan menanaminya di atas ribuan hektar lahan HTI, sebagai komitmen kita terhadap masyarakat,” ujar Juanda.
Sementara itu, Kadis Kehutanan Sumut yang diwakili Kasubis Reboisasi Ir R Hutauruk menambahkan, berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, PT TPL bekerja tetap berdasarkan aturan main sesuai dengan Peta Kehutanan, bahkan tidak menebang hutan kemenyan. Jika, PT TPL melakukan pelanggaran, Dishut tidak akan segan-segan menghentikan operasionalnya di lahan HTI, katanya. (M10/u)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s