Jalan Tembus Pakpak Bharat Humbahas akan Dibangun


Sidikalang (SIB)
Pimpinan Gereja Kristen Protestan Pakpak Dairi (GKPPD) menyampaikan terima kasih kepada Komisi B dan D DPRDSU yang pada awal Maret kemarin telah ‘menggolkan’ usulan menyangkut izin pinjam pakai areal hutan dari Menteri Kehutanan RI untuk pembangunan jalan tembus dari Kabupaten Pakpak Bharat: Pakbhar Kabupaten Humbang Hasundutan.
GKPPD sendiri melalui surat bernomor 55/P/II/2010 tertanggal 18 Februari 2010 telah menyampaikan permintaan kepada Gubsu H Syamsul Arifin untuk perbaikan jalan dari perbatasan Kabupaten Pakbhar menuju Dusun Batu Gajah Desa Sion Julu Kecamatan Parlilitan Humbahas.
“Jalan provinsi yang menghubungkan Pakbhar dengan Humbahas memang telah dibuka tapi kami melihat situasi jalan dari perbatasan yaitu dari puncak Gunung Simpon sampai ke Dusun Batu Gajah sangat sulit dilalui kendaraan roda dua maupun empat akibat kondisi jalan yang rusak dan rawan karena tikungan yang terjal. Sampai sekarang belum ada transportasi lewat jalur itu sehingga berdampak kepada upaya peningkatan usaha atau ekonomi masyarakat di perbatasan kedua kabupaten itu,” kata Bishop GKPPD Pdt Elias J Solin, Rabu (31/3) kepada wartawan, mengutip isi surat pihaknya kepada Gubsu.
Disebutkan, jalan tersebut merupakan jalan lintas basis perjuangan Pahlawan Nasional Sisingamangaraja XII yang bergerilya selama lebih kurang 20 tahun melawan penjajahan Belanda termasuk di kawasan Tanah Pakpak Silima Suak. Karena itu, kata Bishop, jalan lintas perjuangan itu perlu dilestarikan untuk menghormati perjuangan pahlawan.
Ternyata usulan dan permintaan pihak Pimpinan GKPPD sebagai tindak lanjut atas permintaan dari jemaat GKPPD Resort Persiapan Suak Kellasen di kawasan perbatasan Pakbhar-Humbahas tersebut secara kebetulan merupakan agenda komisi B dan D DPRDSU yang pada 10 Maret lalu menemui Menteri Kehutanan menyangkut izin pinjam pakai areal hutan untuk pembangunan jalan tembus dari Pakpak Bharat ke Humbahas. (SIB, Kamis 11 Maret 2010 halaman 1).
“Kita berharap dengan dibangunnya jalan tembus itu perekonomian masyarakat setempat bisa meningkat dan tidak lagi terisolir,” kata Pdt EJ Solin sambil kembali mengucapkan salut kepada komisi B dan D DPRDSU.
Sementara itu, anggota Komisi B DPRDSU Richard EM Lingga SE (dapil Karo, Dairi, Pakbhar) melalui telepon selulernya kepada wartawan mengatakan izin pinjam pakai kawasan hutan seluas sekira 4 hektare untuk pembangunan jalan tembus Pakbhar-Humbahas pada prinsipnya telah disetujui Menhut.
“Tinggal kita sekarang menunggu Amdal dan juga surat dari Pemkab Humbahas bahwa bila nanti jalan itu dibuka, kawasan hutan itu tidak akan digunakan untuk pembangunan-pembangunan lainnya, cukuplah hanya untuk jalan. Sebenarnya jalan provinsi itu nanti tinggal sekitar 4 Km lagi yang harus dibuka tapi karena melewati kawasan hutan terpaksa dimintakan izin dari Menhut. Berkas yang kurang adalah rencana pemantauan lingkungan (RPL) dan rencana kelola lingkungan (RKL) dan data ini harus ditandatangani oleh Bupati Humbahas sebagai pihak di lokasi agar nantinya tidak terjadi salah guna pemanfaatan hutan seperti misalnya untuk pemukiman bila izin pinjam pakai diberikan Dephut,” urai Lingga dan menambahkan rencananya jalan tembus itu akan dikejakan tahun depan, sedangkan anggaran dari APBD Provsu juga telah disiapkan. (T14/n)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s