Pesta Budaya Tradisonal Batak TB Silalahi Center Ditutup


Balige (SIB)
Menyambut hari ulang tahun ke-2 TB Silalahi Center , berbagai kegiatan olahraga dan budaya melibatkan beberapa peserta dari Kabupaten di kawasan Tapanuli dilaksanakan selama 3 hari mulai tanggal 16-18 April 2010 di Komplek TB Silalahi Center Jalan Pagar Batu, Balige Kabupaten Tobasa.
Kegiatan itu antara lain perlombaan festival manortor (tarian klasik), Martumba (tari-tarian muda-mudi), Manjou Gondang (meminta irama tertentu disesuaikan dengan tortor atau tarian), Marhasapi (Bersenandung dengan iringan kecapi), Mangandung (bersenandung dengan pantun bahasa Batak halus atau kromo inggil dalam bahasa Jawa) dan paduan suara ciri khas suku Batak
Puncaknya, pada Minggu (18/4) Gubernur Sumut H. Syamsul Arifin, SE yang di wakili Sekretaris Daerah Sumatera Utara DR.RE Nainggolan beserta rombongan hadir menyaksikan pagelaran tarian Tunggal Panaluan sekaligus peniupan lilin kue ulang tahun Letjend (Purn) DR TB Silalahi,SH ke-72, Bupati Toba Samosir Drs Monang Sitorus SH MBA dan istri, Bupati Humbahas Drs Maddin Sihombing Ketua Majelis Paryasob Ir Randy Renova Tampubolon dan juga ratusan pejabat nasional, tokoh dan masyarakat yang datang menyaksikan Pesta Budaya Tradisional Batak itu.
Dalam sambutannya DR TB Silalahi mengatakan bahwa kegiatan yang dilaksanakan bertujuan untuk melestarikan budaya Sumatera Utara khususnya budaya Batak yang hampir dilupakan oleh generasi muda saat ini. “Kita akan laksanakan kegiatan ini secara periodik, dan seluruh jiwa raga akan saya curahkan secara sungguh – sungguh untuk memperjuangkan budaya Batak agar tidak dilupakan oleh generasi muda selaku penerus budaya Batak nantinya” ungkap TB Silalahi.
Lanjutnya lagi bahwa dengan kegiatan ini diharapkan juga bisa menarik perhatian para turis baik turis domestik maupun turis mancanegara untuk datang melihat objek wisata Danau Toba termasuk budayanya sehingga akan membantu kehidupan ekonomi rakyat di sekitarnya.
Pemerintah Belum Maksimal
Sambung Tokoh pariwisata Sumut ini lagi bahwa peran pemerintah pusat sampai ke tingkat Kabupaten/Kota masih belum maksimal sehingga kepariwisataan di Sumatera Utara tidak maju-maju dan di sisi lain generasi muda tidak termotivasi untuk mempelajari sejarah budaya Batak.
“Kita sangat mengharapkan agar Pemerintah Pusat secara khusus Pemda setempat untuk segera turun tangan melihat apa yang harus dibenahi secara khusus bidang infrastruktur alat transportasi yang masih sangat minim sekali” kata TB Silalahi.
Sementara dalam sambutannya Gubernur Sumatera Utara yang diwakili Sekda Provsu DR RE Nainggolan mengatakan, TB Silalahi adalah putra daerah yang menasional tapi telah dan terus melakukan upaya konkrit dalam meningkatkan mutu pendidikan dan pelestarian seni dan budaya di Sumut.
TB Silalahi katanya, sebagai teladan dalam mengimplementasikan pesan dan warisan leluhur orang Batak, bahwa Arga Do Bona Ni Pinasa atau Kampung Halaman sangat berharga bagi orang yang berhati bijaksana. Juga memberikan spirit tentang makna memberi dan peduli kepada sesama sebagaimana pepatah Batak Binuang-Binuang Ganda, Hinolit-Hinolit Mago yang berarti semakin mudah memberi semakin melimpah.
Dalam pengabdiannya dan kepedulian terhadap kampung halaman TB Silalahi memberi kesan kepada kita bahwa hal itu jangan ditunda-tunda melainkan sekarang juga berikan yang terbaik. “Why not the best artinya yang terbaik itu yang dicari”.
Secara pribadi saya sangat berharap akan muncul TB Silalahi yang baru, di Kabupaten/Kota lainnya di Sumut agar masing-masing daerah semakin cepat maju dan berkembang. “Pak TB sangat dikenal sebagai ahli strategi perang di negara juga sebagai tokoh pendidik yang dikagumi anak didik, sebagai seorang seniman yang berbudi luhur dan santun, berbudaya, holistic serta sebagai putra bangsa yang tak lupa dengan kampung halamannya,” katanya..
Berkumpulnya kita di tempat yang berbahagia ini selain mempererat ikatan persaudaraan sesama anak bangsa melalui pendekatan budaya, juga berfungsi untuk mempertahankan budaya Batak sebagai salah satu budaya lokal. Ini sekaligus untuk menangkal infiltrasi dampak budaya asing yang tidak sesuai dengan budaya leluhur kita.
Hal ini merupakan misi strategis sebab apabila kita lalai akan terjadi pengaburan budaya lokal yang akibatnya dapat membuat generasi muda kita di masa mendatang kehilangan identitas.
Pesta budaya tradisional, menurut hemat saya mempunyai nilai yang sangat mendasar bagi kita dalam memupuk semangat persatuan dan kesatuan sambil menikmati betapa kaya dan mempesonanya khasanah budaya daerah yang kita cintai ini.
Masyarakat Batak sesungguhnya adalah masyarakat yang menjunjung tinggi nilai-nilai budaya dan agama. Budaya Batak adalah budaya yang santun dan ramah dimana budaya mengajarkan untuk menghargai hak orang lain, yang mengajarkan demokrasi, hidup dalam suatu tatanan yang tertib, konsekuen dalam bersikap, bekerja keras tanpa pamrih.
Bagi masyarakat Batak, budaya kerukunan tidak memaksakan kehendak, persaudaraan, kasih sayang, berani menyampaikan kebenaran, bersikap tertib, disiplin, bersih, jauh dari kemunafikan dan kemaksiatan. Merupakan nilai-nilai yang harus terus dilestarikan.
Pesta budaya tradisional Batak ini bukan hanya berguna bagi masyarakat Batak tapi juga bagi bangsa dan negara terutama dalam memberikan pemahaman tentang pentingnya makna kebudayaan dan menghayati adat istiadat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Pengalaman bangsa kita akhir-akhir ini memberikan pemahaman bahwa setiap kali salah satu sektor kehidupan kita mulai terlepas dari konteks kebudayaan dan adat istiadat leluhur, maka disitu akan muncul benih – benih konflik sosial yang jika tidak hati – hati akan mengembang dan mengarah kepada konflik horizontal. Pemerintah Provsu sangat merespon dan terus mendorong upaya-upaya masyarakat termasuk tokoh-tokoh yang punya niat membangun daerahnya.
Menurut Ketua Yayasan TB Silalahi Center Dra Masrina R Silalahi, bahwa kegiatan lomba marathon diikuti 350 siswa dari empat Kabupaten yakni, Toba Samosir, Humbang Hasundutan, Tapanuli Utara dan Kabupaten Samosir.
Masrina juga mengemukakan bahwa Yayasan TB Silalahi Center adalah yayasan yang bertujuan antara lain melestarikan budaya Sumatera Utara khususnya budaya Batak. Yayasan ini telah mendirikan kompleks TB Silalahi Center bertempat di Jalan Pagar Batu No 88 Balige Kabupaten Toba Samosir dan di dalam kompleks tersebut berdiri Museum Batak yang berdasarkan penilaian dari direktorat Museum Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata mendapat predikat salah satu museum dengan sistem pengelolaan terbaik di Indonesia.
“Kegiatan seperti ini jarang sekali dilaksanakan baik di Sumatera Utara khususnya kawasan Toba maupun di luar wilayah Sumatera Utara, kita inginkan melalui kegiatan ini generasi muda tidak lupa dengan budaya nenek moyangnya yang kaya dan sangat beragam”, ungkapnya
Adapun juara-juara Pesta Budaya Tadisional Batak dalam rangkaian HUT ke-2 TB Silalahi Center dan Ulang Tahun ke-72 Dewan Pembina TB Silalahi Center DR Letjen (Purn) TB Silalahi SH, Lomba Tortor Juara 1-3 SMA Sisada Tahi Pandinggaran Lumbanjulu Tobasa, SMAN 1 Balige dan SMKN Balige. Juara Maminta Gondang, Juara 1-3 SMA Sisada Tahi Pardinggaran Lumbanjulu, SMAN 1 Balige dan SMAN 1 Pintu Pohan Meranti. Juara Martumba, SDN 5 Balige, SD HKBP Balige dan SD Sanfransiska Balige. Juara Paduan Suara, SMA HKBP 2 Tarutung, SMKN 1 Laguboti, SMAN 2 Balige.
Juara Mangandung, Manginar Sitorus, Luser Sianipar dan Novita Hutagaol. Dan juara istimewa Rahel Siahaan SD 173225 Balige. Juara Lomba Marhasapi, Artia Manurung (Laguboti), Indra Sibuea (Labugoti) dan Letur Sitorus (Balige). (T11/M17/c)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s