Penyampaian Visi Misi Calon Bupati/Wakil Bupati Humbahas Diwarnai Unjukrasa •Polisi dan Massa Bentrok Puluhan Luka-Luka dan Dikabarkan 1 Tertembak


Doloksanggul (SIB)
Kecewa karena calon mereka Saut Parlindungan Simamora/Ir Parlaungan Lumbantoruan MSi, dikenal dengan nama pasangan Sapa, terganjal ikut Pemilukada di Humbahas, sekitar seribu massa telah mengadakan unjukrasa di Doloksanggul, Senin (24/5).
Unjuk rasa berlangsung saat para calon menyampaikan visi dan misi di rapat istimewa DPRD Humbahas.
Pada aksi unjukrasa itu telah terjadi bentrok antara aparat dengan massa, puluhan orang menderita luka-luka dan dikabarkan seorang tertembak.
Massa juga melakukan pengrusakan beberapa kantor Pemkab Humbahas dan kantor Dinas Pendidikan sempat dibakar massa.
Penyampaian visi misi dan program pasangan calon Bupati/Wakil Bupati Humbahas periode 2010-2015 di DPRD Humbahas, Senin (24/5) diwarnai aksi unjukrasa hampir seribuan orang. Walaupun diwarnai aksi unjukrasa, para pasangan calon tetap menyampaikan visi misi dan programnya.
Namun sebelum menyampaikan paparan, terjadi interupsi sesama anggota DPRD Humbahas supaya penyampaian visi misi dan program calon ditunda. Namun Wakil Ketua DPRD Humbahas Pantas Purba yang memimpin rapat tetap melaksanakan rapat paripurna istimewa sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Begitu Sekwan Drs Warlui Simamora membacakan tata tertib, 3 orang anggota DPRD Humbahas walk out dan meninggalkan ruangan pertemuan yaitu Irwan Simamora SH, Marganda Pasaribu SP dan Ir Jonser Purba. Visi dan misi MM Center (Maddin Sihombing-Marganti Manullang) nomor urut 1 dibawakan Marganti Manullang, nomor urut 2 GALANG (Esra Sinaga-Hardis Simanullang) dibacakan Esra Sinaga. Sedangkan pasangan nomor urut 3 OBAMA-THOMS (Maju Siregar-Thomson Sihite) dibacakan Maju Siregar didampingi Thomson Sihite.
Saat penyampaian visi misi dan program, di luar gedung terjadi aksi unjukrasa dari tim SAPA (Saut Parlindungan Simamora/Ir Parlaungan Lumbantoruan MSi) bersama masyarakat. Seruan tim SAPA bersama masyarakat bahwa demokrasi cacat hukum di Humbang Hasundutan. Massa menilai tidak ada lagi keadilan dan rasa kemanusiaan di bumi Humbahas. Guntur Simamora salah seorang orator mengatakan sehubungan dengan berlangsungnya pesta demokrasi tahun 2010 dimana seluruh rakyat semestinya bergembira dan bersukacita tanpa terkecuali satu orangpun. Namun hal itu tidak berlaku di bumi Humbahas. Pesta hanya dapat dilakukan, diikuti dan dinikmati oleh kelompok tertentu saja. Keterlibatan dan partisipasi rakyat juga tidak dilibatkan dalam berdemokrasi sebagaimana mestinya menurut undang-undang.
Dikatakan lagi, adanya keinginan untuk suatu perubahan menuju masyarakat sejahtera, adil, makmur dan religius kini seperti menjadi sesuatu yang haram di Humbahas. Paska diumumkannya peserta Pemilukada 2010 dinilai telah melanggar azas dan prinsip dari undang-undang Pemilukada. Pada dasarnya akan diikuti 4 (empat) pasangan calon peserta Pemilukada kemudian berubah dan diumumkan menjadi 3 (tiga) peserta calon tanpa dasar hukum yang jelas. Sungguh sangat tidak manusiawi, dan kenyataan ini membuktikan bahwa hukum dan politik di Humbahas menjadi barang dagangan yang diperjualbelikan. Dengan itu tim SAPA menyerukan dan menuntut seluruh penyelenggara bertanggungjawab di hadapan rakyat atas semua kejahatannya. Kemudian menuntut supaya membatalkan tahapan Pemilukada Humbahas karena cacat hukum sebab telah terjadi ajang pembodohan, penipuan, keserakahan dan menyesatkan.
Usai paparan visi dan misi, para calon Bupati Humbahas bertahan di gedung DPRD Humbahas karena jalan diblokir massa tepatnya di belakang Kantor Dinas Pendidikan Humbahas. Bahkan anggota DPRD Humbahas yang hendak meninggalkan gedung dihadang massa. Massa menginginkan dan memohon supaya SAPA dimasukkan sebagai peserta Pemilukada 2010 di Humbahas. Karena massa tetap bertahan dan memblokir jalan, akhirnya utusan SAPA melakukan pertemuan dengan KPU Humbahas dan Panwaslukada Humbahas difasilitasi DPRD Humbahas. Dalam pertemuan itu Kapolres Humbahas AKBP Surya Sofian Hadi SH dan Dandim 0210/TU Letkol Ramses Tobing hadir. Kapolres AKBP Surya dengan tegas mengatakan sesuai dengan surat bahwa masyarakat hanya menyampaikan aspirasi bukan memblokir jalan. Jadi Kapolres Humbahas dan Dandim 0210/TU meminta supaya jalan dibuka supaya jangan mengganggu pengguna jalan. Selanjutnya dilakukan pertemuan tim SAPA, KPU, Panwaslukada yang difasilitasi DPRD Humbahas.
Saat calon Bupati/Wakil Bupati meninggalkan gedung DPRD Humbahas dengan pengawalan ketat, aparat keamanan dan massa bentrok. Dalam kejadian itu puluhan masyarakat mengalami luka-luka dan dibawa ke rumah sakit untuk perawatan. Bahkan dikabarkan 1 orang tertembak peluru karet. Saat terjadi bentrokan, aparat keamanan meletuskan senjata api ke udara. Para calon Bupati Humbahas meninggalkan gedung DPRD Humbahas diiringi letusan senjata api karena sempat dihadang massa.
Dalam aksi itu, perkantoran Pemkab Humbahas seperti Dinas Peternakan & Perikanan, Dinas Perindagkop, Dinas Praswil, Dinas Kesehatan, Dinas Cacatan Sipil & Kependudukan dan Dinas Pendidikan mengalami kerusakan di bagian jendela dan kacanya pecah. Bahkan Kantor Dinas Pendidikan sempat dibakar namun api terus dipadamkan aparat keamanan. Mobil Dandim 0210/TU ikut jadi sasaran massa dan mengalami kerusakan.
Selanjutnya, massa menuju kota Doloksanggul dan melakukan aksi bakar ban. Di kota Doloksanggul sebagai ibukota Humbahas juga terjadi aksi bentrok dengan aparat keamanan dan massa.
Saat terjadi aksi di kota Doloksanggul, tim SAPA, KPU dan Panwaslukada yang difasilitasi DPRD masih melakukan pertemuan di DPRD Humbahas. Dalam pertemuan itu, tim SAPA meminta supaya meninjau kembali keputusan KPU Humbahas dan memasukkan SAPA sebagai peserta Pemilukada 2010 di Humbahas. Inti keputusan bukan di KPU Pusat tapi di KPU Humbahas. Kemudian Panwaslukada Humbahas menilai bahwa KPU Humbahas ada melanggar peraturan Pemilukada 2010. Dimana ada 6 tahapan yang tidak dilaksanakan KPU Humbahas antara lain debat calon dan sosialisasi sudah terlewati. Sehingga sangat merugikan para calon Bupati Humbahas. Setelah diteliti, KPU Humbahas tidak punya dasar menggagalkan SAPA. Dalam pertemuan itu, Kosmas Manalu ST selaku ketua KPU Humbahas akan melayangkan surat ke KPU Pusat. Apabila KPU Pusat merekomendasikan SAPA diikutsertakan sebagai peserta Pemilukada 2010 maka KPU Humbahas siap melaksanakan dan rapat pleno. Apabila surat KPU Humbahas itu tidak dibalas KPU Pusat sampai, Selasa (25/5) pukul 17.00 WIB maka KPU Humbahas akan mengambil sikap apakah SAPA diterima atau tidak. Namun tim SAPA masih tetap mengharapkan supaya dimasukkan SAPA sebagai peserta Pemilukada 2010 di Humbahas. Sampai pukul 20.30 WIB aparat kepolisian masih berjaga-jaga di inti kota Doloksanggul. Bahkan rumah warga ikut ditempati. (T10/d)

One thought on “Penyampaian Visi Misi Calon Bupati/Wakil Bupati Humbahas Diwarnai Unjukrasa •Polisi dan Massa Bentrok Puluhan Luka-Luka dan Dikabarkan 1 Tertembak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s