Program Dinas Pertanian Humbahas Meragukan


 http://batakpos-online.com

Oleh: Ramlo Hutabarat

Sudah hampir enam bulan, Ir Batahan Pangaribuan, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Humbang Hasundutan, mendekam dalam tahanan Poldasu. Dia disangkakan, melakukan tindak pidana korupsi di lingkungan dinas yang dipimpinnya. Dia ditangkap Desember tahun lalu, dan sampai sekarang kasusnya belum dituntaskan. Harap dicatat, Batahan belum tentu melakukan korupsi. Boleh jadi di pengadilan nanti, dugaan korupsi  yang dilakukannya tidak terbukti. Dan tentunya, pengadilan boleh jadi justru membebaskannya.

 Sektor Utama

Humbang Hasundutan merupakan suatu daerah agraris. Dari 164.000 lebih anak negerinya, hampir  90% hidup dari sektor pertanian. Dan, kontribusi terbesar terhadap struktur ekonomi atas dasar  harga berlaku pada 2008 misalnya dalah sektor pertanian (58,96%). Karena itu tidak heran jika Pemkab Humbang Hasundutan dalam strategi dan arah kebijakannya antara lain menitikberatkan pada peningkatan ekonomi kerakyatan melalui pembangunan pertanian, peternakan dan perikanan.

Bumi Humbang Hasundutan pun memang bukan main suburnya. Tanah di sana bila dijamah dan diolah, akan memberi hasil yang melimpah ruah. Meskipun, hasil yang melimpah ruah belum tentu jadi rupiah, karena ragam persoalan yang masih bermasalah. Misalnya, kultuasi harga (harga yang tidak menentu, tidak bisa dikendalikan).

Tomat misalnya, bisa tumbuh bagus sekali di Kecamatan Onanganjang, Sijamapolang, Lintongnihuta, Paranginan, Doloksanggul, Pollung dan Kecamatan Baktiraja. Cabai, di Kecamatan Onan ganjang, Sijamapolang, Lintongnihuta, Paranginan, Dolok Sanggul, Pollung, Pakkat, Parlilitan, Tarabintang dan Baktiraja. Sementara kubis dan kentang dapat ditemui di Kecamatan Onan ganjang, Sijama polang, Lintongnihuta, Paranginan, Dolok Sanggul. Sementara, bawang merah bisa tumbuh subur di Tepian Danau Toba di Kecamatan Baktiraja.

Lantas, kopi tumbuh baik sekali di Kecamatan Doloksanggul, Lintongnihuta, Paranginan dan Onanganjang. Kemenyan tumbuh di hutan-hutan Kecamatan Dolok Sanggul, Pollung, Onan ganjang, Pakkat, dan Parlilitan. Salak banyak di Pakkat, Tarabintang dan Parlilitan. Sedang karet bagus sekali tumbuh di Kecamatan Pakkat dan Tarabintang.

“Dari Tarabintang ini saja, setiap pekan diproduksi 40 ton karet” kata Erik Meha di suatu kedai kopi di Desa Aek Riman beberapa waktu lalu.

Tapi pemuka masyarakat Kecamatan Tarabintang itu mendesah. Didampingi rekannya Lumang Hasugian dan Jasmin Tinambunan, dia menyebut harga karet selalu terlalu rendah dibanding dengan di Sumatera Timur. Persoalannya, katanya, ongkos angkutnya ke Tebing Tinggi (pabrik getah) terlalu mahal apalagi disebabkan ruas jalan yang dalam  kondisi rusak berat seperti sekarang.

 Program Dinas Pertanian

Untuk maksud meningkatkan pendapatan anak negeri, Pemkab Humbang Hasundutan melalui Dinas Pertanian dari tahun ke tahun telah membuat program. Miliaran rupiah dana APBD dikucurkan untuk melaksanakan program itu, yang tujuannya seperti disebutkan tadi untuk meningkatkan pendapatan (taraf hidup) anak negeri.

Lantas bagaimana hasilnya? Apakah dengan program-program yang dibiayai dengan uang yang sangat banyak itu telah berhasil meningkatkan pendapatan anak negeri meskipun secara lambat laun? Ternyata gagal.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s