Bawa Penghargaan dari Presiden SBY, Bupati Terpilih Humbahas Temui Tokoh Agama di Medan Uskup Agung Medan: “Ini Dia Bupati Kami Pilihan Rakyat!”


Medan (SIB)
Bupati Terpilih Humbang Hasundutan Drs Maddin Sihombing MSi, Selasa (22/6) malam tiba dari Jakarta usai menerima penghargaan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Sampai di ibu kota Sumut, didampingi Ketua Tim Sukses Marnala Lumbanbatu, Ketua Partai Kristen Demokrasi Indonesia (PKDI) Sumut Gregorius Lumbanbatu, Maddin Sihombing silaturahim dengan tokoh agama.
Perjalanan pertama ke tokoh agama nasional KH Syech Ali Akbar Marbun. Buya —demikian pengasuh Pondok Pesantren Al-Kautsar itu disapa — Maddin Sihombing sebagai nakhoda untuk lima tahun ke depan, menghimpun para tokoh yang ada di Humbahas mengajak warga dari seluruh lapisan dan latar belakang bersatu. “Bupati Terpilih, sebagai keluarga saya, rajutlah dan eratkanlah kembali kekondusivan yang sempat terusik saat menjelang pesta demokrasi,” harap Buya.
Sambutan lebih hangat diberikan Uskup Agung Medan Mgr DR AB Sinaga OFM Cap. Begitu keluar dari ruang doa di Keuskupan Agung Medan, Mgr DR AB Sinaga OFM Cap bilang: “Mana Bupatiku? Ini dia Bupati kami, Bupati pilihan rakyat!”
Sambil memeluk erat Maddin Sihombing yang sudah sangat familiar dengannya, Uskup Agung Medan membisikkan di telinga Bupati Terpilih bahwa tugas berat sudah menanti. “Lima tahun lalu tak terasa hampir dilunasi, lima tahun ke depan wah… makin berat,” ujar Uskup Agung Medan.
Sebagaimana diwartakan, Kamis (17/6), Komisi Pemilihan Umum (KPU) Humbahas menetapkan Drs Maddin Sihombing MSi / Drs Marganti Manullang sebagai Bupati Humbahas terpilih periode 2010-2015 yang dituangkan dengan keputusan KPU Humbahas nomor 30/KEP/KPU-HH/VI/2010 tentang penetapan pasangan calon terpilih pada Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kabupaten Humbahas 2010.
Penetapan itu sesuai dengan perhitungan atau perincian perolehan suara dalam Pemilukada 9 Juni 2010 di Humbahas. Pasangan Maddin Sihombing / Marganti Manullang memperoleh suara sah 43.894 (60,86 persen), disusul pasangan Maju Siregar / Thomson Sihite sebanyak 27.272 suara (37,81 persen) dan pasangan Esra Sinaga/Hardis Simanullang hanya 962 suara (1,33 persen).
Menyambut Maddin Sihombing yang datang bersama Deddi Situmorang yang Siantar Man, Uskup Agung Medan didampingi sejumlah fungsionaris Forum Masyarakat Katolik Indonesia (FMKI) Sumut termasuk usahawan Yonas Hudaya yang owner Sirup Kurnia, pecinta lingkungan hidup dan LO sejumlah investor asing di Sumut Binaman Kasan, Marihot Datubara.
Uskup Agung Medan mengkritisi sejumlah program Bupati Terpilih dan menantang warga Katolik untuk berperan lebih besar di wilayah dimaksud guna meningkatkan kualtias demi mengejar kesejahteraan warga.
Maddin Sihombing mengatakan pihaknya pasti melanjutkan program yang sudah dikerjakannya tapi pasti juga menjalankan visi misinya. Antara lain mengakar dari simpulan HUTA MAS (Humbang Hasundutan menjadi Daerah yang Mandiri dan Sejahtera) dan misi yaitu meningkatkan profesionalisme dan produktifitas kerja SDM, merealisir good governance, meningkatkan ekonomi kerakyatan berbasis pertanian, meningkatkan pemberdayaan masyarakat dan pembangunan dan meningkatkan iman dan taqwa.
Maddin Sihombing bilang, pihaknya sudah memulai agar agama dan adat di masyarakat Humbahas menjadi motor penggerak produktivitas dan kualitas kehidupan dan bukan sebaliknya, sebagaimana yang selama ini dirasakannya.
Tak bermaksud euforia pada apa yang sudah dilaksanakan, Maddin Sihombing mengatakan, sejumlah prestasi yang diraih pihaknya seperti yang dituangkan dalam LPJ di sidang DPRD Humbahas.
Sektor pendidikan telah membuahkan hasil positif baik secara kualitas maupun kuantitas karena didukung sumber daya aparatur pendidikan maupun sarana dan prasarana pendidikan. Indikator keberhasilan antara lain: APK SD/MI dari 86,24% pada tahun 2005 meningkat menjadi 109,72% tahun 2009. Demikian juga APM SD/MI dari 86,69% tahun 2005 meningkat menjadi 86,86% tahun 2009. APK SMP/MTS dari 74,12% tahun 2005 meningkat menjadi 99,84% tahun 2009. Demikian juga APM SMP/MTS dari 73,13% tahun 2005 meningkat menjadi 77,68% tahun 2009. Persentase guru berpendidikan S-1/D-4 tahun 2005 sebesar 33,94% meningkat menjadi 42,60% tahun 2009. Angka Melek Huruf (AMH) usia 15 tahun ke atas pada 2005 sebesar 85,00% meningkat menjadi 98,23% tahun 2009. Rehabilitasi ruang kelas untuk SD/MI sebanyak 1.068 ruangan, SMP/MTS sebanyak 98 ruangan, SMA/MA sebanyak 33 ruangan dan SMK sebanyak 14 ruangan. Pendistribusian mobiler untuk SD/MI sebanyak 10.175 set, SMP/MTS sebanyak 1.730 set dan SMA/MA/SMK sebanyak 741 set. Membangun USB (unit sekolah baru) yaitu TK 3 unit, SMP 7 unit, SMK 4 unit dan SMA 5 unit. Sehingga SMA Negeri telah berdiri di semua kecamatan yang ada di Kabupaten Humbahas. Pembangunan SMA Unggulan di Desa Siponjot Kecamatan Lintongnihuta dan diprogramkan tahun 2011 akan menerima siswa/siswi baru.
Terbentuknya 192 kelompok Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang tersebar di 10 kecamatan dengan jumlah anak didik 5.334 orang. Peningkatan kesejahteraan guru dengan pemberian intensif guru SD yang mengajar di daerah terpencil sebesar Rp400.000/bulan dan sangat terpencil Rp500.000/bulan dan sertifikasi profesi guru yang sudah lulus sebanyak 581 orang. Peningkatan kualitas tenaga pendidik dilakukan melalui kerjasama dengan UNITA (Universitas Sisingamangaraja XII Tapanuli), Universitas Terbuka (UT), UNIMED dan Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP).
Kemajuan di sektor kesehatan, ujar Maddin Sihombing, derajat kesehatan masyarakat Humbahas telah menunjukkan peningkatan yang signifikan. Hal ini karena didukung baik sumber daya aparatur tenaga kesehatan maupun sarana dan prasarana kesehatan. Indikator keberhasilan antara lain, angka kematian bayi mengalami penurunan dari 10/1000 kelahiran hidup 2005 menurun menjadi 6/1000 kelahiran hidup tahun 2009. Angka kematian ibu mengalami penurunan dari 205/100.000 kelahiran hidup 2005 menurun menjadi 178/100.000 kelahiran hidup 2009. Umur harapan hidup mengalami peningkatan yakni tahun 2005 dari 68,6 tahun meningkat menjadi 70,5 tahun pada 2009. Prevalensi gizi kurang dan gizi buruk yang ditunjukkan dengan prevalensi gizi kurang mengalami tahun 2005 sebesar 2,73% turun menjadi 1,69% tahun 2009. Demikian juga prevalensi gizi buruk tahun 2005 adalah 0,70% menurun menjadi 0,45% tahun 2009.
Sarana dan prasarana kesehatan yaitu sebanyak 9 unit Puskesmas, 3 unit Puskesmas Rawat Inap, Puskesmas pembantu sebanyak 24 unit, Poskesdes 148 unit dan Posyandu 237 unit termasuk insentif bagi tenaga kesehatan sampai Rp8 juta / bulan. Rumah Sakit di Dolok Sanggul kini sudah jadi type C.
Maddin Sihombing menunjuk kemajuan sektor pertanian dirumuskan untuk peningkatan kesejahteraan petani dengan program mekanisasi lahan pertanian, program pengembangan peternakan/perikanan, program pengembangan perkebunan. Sektor pertanian dengan revitalisasi alat dan teknologi.
Di titik ini, Yonas Hudaya dan Binaman Kasan minta kepastikan hukum soal lahan atas tanah yagn hendak diproduktifkan. Maddin Sihombing bilang, investor dari Swiss dan sejumlah negara maju kini membina langsung petani setempat. Pembenahan sarana irigasi melalui kegiatan rehabilitasi antara lain jaringan irigasi tingkat usaha tani sepanjang 621 meter untuk mengairi lahan seluas 200 Ha. Jaringan irigasi desa sepanjang 1.850 meter untuk mengairi sawah seluas 150 Ha. Pembuatan jalan usaha tani sepanjang 4.760 meter dan jalan produksi sepanjang 2 Km.
Khusus komoditi utama yaitu kakao dan karet serta kopi serta perikanan dibangun Balai Benih Ikan (BBI) di Desa Pusuk I Parlilitan dan telah memproduksi ikan benih ikan mas berukuran 5-8 Cm dan benih ikan nila ukuran 5-8 Cm dan telah didistribusikan kepada pembudidaya ikan. Untuk peternakan telah dibangun unit pembibitan di Pusuk I Parlilitan dan telah memproduksi calon induk ternak babi jantan dan betina yang didistribusikan kepada peternakan di 8 kecamatan.
Maddin Sihombing menguraikan, sektor infrastruktur telah membuahkan hasil positif di antaranya peningkatan sarana dan prasarana jalan yang menghubungkan ibukota kabupaten ke ibukota kecamatan dan dari ibukota kecamatan ke ibukota desa sehingga semua ibukota desa telah dapat dilalui kendaraan roda empat dengan jalan kabupaten kondisi mantap sudah mencapai 44,01%. Indikatornya, pembukaan jalan baru sepanjang 91,755 Km, pengaspalan jalan lapen/hotmix sepanjang 171 Km, perkerasan jalan sepanjang 122 Km. Pembangunan jembatan jenis plat beton sebanyak 26 unit atau sepanjang 233 m, jembatan kayu 11 unit atau 126 m dan jembatan gantung 4 unit atau sepanjang 128 m. Demikian juga pembukaan jalan by pass yang menghubungkan Gontingbulu Desa Sosorgonting Doloksanggul sampai dengan Desa Simangaronsang sepanjang 7,8 Km.
Perbaikan itu diikuti penataan kota Doloksanggul sebagai ibukota Humbahas dengan melebarkan Jalan Merdeka dari Simpang Empat sampai dengan simpang Bakkara menjadi 18 meter dan dari Simpang Empat sampai dengan Jalan Sentosa menjadi 18 meter serta pembangunan hotmix jalan lingkungan ibukota Doloksanggul. Bidang Pariwisata telah dilaksanakan penataan objek wisata Sipinsur Desa Pearung Paranginan, pembangunan jembatan di Aek Sipangolu dan penataan Istana Sisingamangaraja, tombak sulu-sulu di Baktiraja. Pemeliharaan markas Sisingamangaraja XII dan tempat wafatnya Sisingamangaraja XII di Pearaja Parlilitan dan makam 37 Panglima Sisingamangaraja di Tarabintang.
Soal energi listrik, menjawab permintaan kepastian Yonas Hudaya dan Binaman Kasan, Maddin Sihombing bilang PLTA Aek Simonggo dengan daya 3×2,5 MW di Parlilitan dan PLTA Aek Silang dengan daya 2×2,5 MW di Hutaraja Doloksanggul. Pembangunan perkantoran pemerintahan antara lain di Tano Tubu Desa Pasaribu, Sipalakki Desa Pakkat, Desa Purba Dolok dan Desa Simangaronsang Doloksanggul. Pembangunan stadion di Desa Simangaronsang. Pembangunan dan rehabilitasi pekan antara lain pekan Doloksanggul, Pakkat, Tarabintang, Sijamapolang dan Parlilitan (Pusuk, Parluasan dan Parlilitan). “Energi listrik di Humbahas sudah over kapasitas. Bawalah investor, listrik terjamin,” tandas Maddin Sihombing.
Yonas Hudaya dan Binaman Kasan minta kepastian pada Bupati Terpilih tentang perizinan dan kutipan. “Tidak, Pemkab Humbahas masih toleran pada tax demi memberi keempatan maksimal pada peningkatan pendapatan warga, tapi jaminan kepastian hukum diprioritaskan,” tandas BupatiTerpilih.
Setelah menelaah visi misi dan menyimak program kerja yang sudah dan akan dilakukan, Uskup Agung Medan Mgr DR AB Sinaga OFM Cap menantang seluruh warga, khususnya warga Katolik untuk berpartisipasi lebih maksimal. Pertemuan yang panjang itu diakhiri memberi doa penguatan pada Bupati Terpilih Humbang Hasundutan Drs Maddin Sihombing MSi. (r10/h)

2 thoughts on “Bawa Penghargaan dari Presiden SBY, Bupati Terpilih Humbahas Temui Tokoh Agama di Medan Uskup Agung Medan: “Ini Dia Bupati Kami Pilihan Rakyat!”

  1. saya kira ada yang tidak benar, misalnya listrik dijamin untuk investor, bagaimana terjamin, di Papatar itu listrik paling sedikit padam 5 jam satu hari, nah gimana hal-hal yang kelihatan aja bupati tidak jujur apalagi yang lain

  2. para pemangku jabatan janganlah banyak bohongnya,sekarang ini masyarakat uda pintar,apalagi ilmu tehnologi informatika uda lancar dan terbuka, kalau kami baca is kejelasan pemaparan hasil pembangunan di humbahas begitu luar biasa, tapi rasanya masih meragukan fakta dan kenyataan di lapangan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s