Menteri Perhubungan Freddy Numberi Ceramah Umum di UNITA Silangit Membangun Bandara Silangit Harus Mengatisipasi Kebutuhan 50 Tahun ke Depan


Silangit, Tapanuli (SIB)
Menteri Perhubungan RI Laksamana Madya (Purn) Freddy Numberi mengatakan pembangunan Bandara Silangit akan dikembangkan dalam konteks pariwisata. Air port yang ada sekarang akan dikembangkan sampai 2.500 meter, kemudian 2.600 meter hingga 3.000 meter dan apronnya dibuat bagus.
Pembangunannya dilakukan dengan desain mengantisipasi kebutuhan 50 tahun ke depan. Sebab 50 tahun ke depan Silangit sudah akan berobah karena orang dari Moskow, Amsterdam atau kota besar di dunia lainnya akan langsung terbang ke Silangit dan bukan ke Jakarta lagi.
Dari sekarang areanya harus dipersiapkan dengan baik. “Jadi sejak dari awal ini sudah harus didesain, ditata areanya dibuat semaksimal mungkin.
Sehingga pada saatnya nanti sudah berkembang maka tidak perlu mencari area lagi,” ujarnya sembari menganjurkan agar dalam mengembangkan air port pemerintah daerah jangan tanggung-tanggung mendatangkan konsultan. “Dia harus mengerti betul kondisi tahun 2020-an, kira-kira konstruksinya itu seperti apa.
Hal itu disampaikan Menteri Perhubungan Freddy Numberi dalam ceramah umumnya di Auditorium Kampus UNITA di Bumi Pendidikan Silangit, Jumat (16/7) yang dihadiri Gubernur Sumatera Utara Syamsul Arifin SE, Kajatisu Sution Usman Adji SH, Anggota DPD Parlindungan Purba, Rooslynda Marpaung anggota DPRD Sumut, Bupati Samosir Mangindar Simbolon, Bupati Tobasa Drs Monang Sitorus MBA, Kajari Tarutung Mangasi Situmeang SH LLM, Kajari Tarutung Timbul Pasaribu SH dan Rektorat UNITA.
Begitu pula dengan Bandara yang baru di Medan yakni Kuala Namu, kata Menhub, pembangunannya diteruskan dan konsepnya juga untuk kebutuhan 50 tahun ke depan. “Jangan khawatir pak gubernur, jadilah barang itu,” sebut Menhub kepada Gubsu Syamsul Arifin SE. Pembangunan dengan konsep tersebut kata menteri mengingat saat ini Indonesia mempunyai air port internasional sebanyak 26. Sementara Singapura hanya satu (1), Malaysia 3 dan Pilipphina 2. Tapi mengoperasikan air port internasional dengan baik Indonesia masih kalah jauh. ”Maka saya selalu sarankan agar air port internasional itu atau mungkin seperti Silangit ini nantinya, keadaannya saat ini sudah harus bisa mengatasi masalah 50 tahun ke depan,” ujarnya.
Begitu pula dalam membangun Indonesia, kata Menhub hendaknya dalam konteks 100 tahun ke depan. “Jangan melihat Indonesia dalam kontek saya jabatan sebagai gubernur 5 tahun atau saya jabatan bupati 5 tahun. Kita hanya meletakkan dasar.
Dasar-dasar ini harus kokoh sehingga estafet kepemimpinan dari waktu ke waktu diteruskan dengan blue print (cetak biru). Kalau blue print selalu dirobah akibat kepentingan-kepentingan politik maka yang dirugikan adalah negeri dan masyarakat sendiri,” sebutnya.
Menurutnya, sebagai pemimpin Indonesia yang negerinya kaya raya dan memiliki ragam budaya, etnik dan bahasa maka keberlanjutan pembangunan itu harus diletakkan pada blue print-blue print yang jelas. “Hanya dengan cara begitu, kita dari waktu ke waktu dapat melewati tonggak estafet secara terarah dan tidak ada dirugikan,” ujarnya.
Saat ini katanya, pemerintah sudah kesulitan menangani Jakarta. “Tanjung Priok Jakarta 5 tahun ke depan tidak bisa lagi menampung kontener yang masuk. Medan dalam hal ini Belawan juga akan mengalami hal yang sama. Mungkin juga saat ini sudah over load kapasiti. Kita tidak bisa menyalahkan pemimpin yang lalu,” sebutnya sembari mengarahkan bahwa memang bangsa ini perlu banyak belajar.
Pemerintah Pusat saat ini katanya sedang mencari alternatif kira-kira pelabuhan mana yang dikembangkan untuk 50 tahun ke depan dimana Indonesia masih berkiprah di kancah internasional dalam konteks memiliki pelabuhan internasional memadai.
Ditegaskan, bahwa di negara manapun di dunia, transportasi merupakan tulang punggung pembangunan ekonomi. Di dalamnya juga termasuk infrastruktur yang dibangun.
“Kita melihat tanah di sekitar Tapanuli ini suburnya bukan main. Kita bisa lihat mulai dari Tobasa, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Samosir, Tapanuli Tengah dan kabupaten lain terkenal dengan kesuburan tanah dan keindahan alamnya. Jadi saya sepakat dengan Gubernur Sumut bahwa daerah ini harus dihijaukan kembali,” sebutnya.
Dengan demikian katanya maka tinggal bagaimana kita memanfaatkannya. “Tuhan mengatur siang dan malam di negeri ini dengan baik. Musimpun diatur dengan baik, ada musim hujan, kemarau dan lainnya. Tapi lebih dari itu tanahnya diberi kesuburan yang bukan main. Di daerah mana saja di negeri ini ditancapkan kayu singkong, pasti tumbuh dia,” sebutnya menggambarkan kesuburan tanah Indonesia. Sekaligus memotivasi yang mengikuti ceramahnya tersebut.
Selanjutnya, Menteri Perhubungan bertanya mengapa kita ini masih susah. “Memang tergantung menejemen pemerintahannya. Tergantung pada diri sendiri. Kalau kita masih berkelahi, berebutan maka pasti tetap susah,” tegasnya.
Menurutnya, kita ini masih mengidap penyakit AIDS yaitu A= angkuh, I= iri, D=dendam dan S=serakah. Kalau penyakit itu katanya masih ada di Indonesia, ada pada anak bangsa yang nota bene intelektualnya, maka negeri ini akan sulit membangun karena terlalu banyak kepentingan.
Pada bagian lain ceramahnya, Freddy Numberi menyebutkan bahwa saat ini ada dua industri paling besar menggerakkan uang yaitu pariwisata dan olah raga khususnya sepakbola. “Pariwisata itu berjalan apabila lingkungan alamnya mendukung dan kebijakan pemerintah juga mendukung,” jelasnya. Sebagai contoh katanya, di Jerman walikota melatih masyarakatnya menjadikan rumahnya rumah persinggahan yang mengarah sebagai Home Stay masyarakat yang bisa memberikan penghasilan bagi rumah tangga itu sendiri. “Jadi kita harus bisa melihat apa yang dapat kita kembangkan di sini,” ajaknya.
Tentunya sebut Menteri, pariwisata harus didukung transportasi karena transportasi memacu peningkatan produksi. Maka Menhub berpendapat kalau hal seperti itu dikembangkan di daerah ini maka pembangunan di daerah ini akan semakin pesat lagi.
JATUH HATI
Menhub nampaknya jatuh hati kepada Universitas Sisingamangaraja XII Tapanuli (UNITA) Silangit, Siborongborong Tapanuli Utara. Hal ini terlihat dari spontanitasnya memberikan bantuan Rp 100 juta kepada Perguruan Tinggi Swasta yang saat ini telah menjadi ikon Tapanuli.
Sumbangan itu diserahkan Menteri Perhubungan Freddy Numberi dan diterima Ketua BPH UNITA GM Immanuel Panggabean BBA bersama Rektor Ir P Parapat MSi.
Selanjutnya dalam dialog dengan mahasiswa, Menteri Perhubungan Freddy Numberi mengatakan akan membuat suatu program kerjasama nantinya dengan UNITA.
Sebelumnya, mengawali ceramahnya, Menteri Perhubungan Freddy Numberi mengakui sudah sering ke daerah Tanah Batak dan telah pula menganggap Tanah Batak sebagai tanah kelahirannya yang kedua karena kebetulan menantunya adalah orang Batak.
“Jadi kalau Tanah Batak ini kurang bagus, saya juga kurang puas,” ucapnya.
Dalam kunjungannya ke UNITA tersebut, Menteri Perhubungan Freddy Numberi yang berasal dari Papua itu didampingi istrinya Ny Ani Numberi, putrinya Greez Numberia dan menantunya Aldo Silalahi bersama Dirjen Perhubungan Suroyo. Kehadiran Menteri Perhubungan Freddy Numberi dan istri, Gubsu Syamsul Arifin SE dan rombongan disambut dengan pemberian boras sipirni tondi (beras peneguh sukma-red) oleh tokoh masyarakat antara lain Parasian Sipahutar dan istri Rosmian Nainggolan SH. Kemudian diringi tor-tor memasuki Kampus UNITA yang dibawakan para mahasiswa/i.
DIPERINTAH PAK GM
Sebelum Menteri Perhubungan menyampaikan ceramahnya, diawali dengan sambutan Gubernur Sumatera Utara Syamsul Arifin SE. Saat itu dikatakannya bahwa kehadirannya ke UNITA diperintah Pak GM Panggabean sebagai Ketua Umum Yayasan.
“Kemarin diperintahnya saya, gubernur kau dampingi dulu Menteri. Saya jawab “siap” karena saya juga suka dengan Menteri ini,” ucapnya disambut riuh tepuk tangan peserta ceramah. Syamsul juga menjelaskan kepada Menteri Perhubungan bahwa beliau mengikuti GM Panggabean sudah 38 tahun.
Gubsu mengakui cocok dengan Menteri Perhubungan Freddy Numberi karena gaya kepemimpinannya yang tegas. “Kami ini perwakilan Obama di sini, pak menteri di pusat, saya di daerah. Orang hitam ini jelas urusannya,” sebut Gubsu yang disambut gelak tawa seluruh hadirin.

2 thoughts on “Menteri Perhubungan Freddy Numberi Ceramah Umum di UNITA Silangit Membangun Bandara Silangit Harus Mengatisipasi Kebutuhan 50 Tahun ke Depan

  1. apa yang di katakan bapak Menteri Perhubungan numberi dihadapan forum masyarakat sibolangit untuk mendorong kita kepada kemajuan darah,prmaslahannya peogram yang di spot bapak menteri tersebut tidak seperti apa yang kita bayangkan, argumentasi perdebatan dalam pengajuan profil suatu renstra kerja daerahpun sangat identik ke kebijakan politik,kita sama lihat fakta di dalam bangsa tercinta ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s