Taput Siap Ekspor Ubi dan Lobak ke Jepang


Tarutung, BATAKPOS

Taput kini menorehkan sejarah baru di sektor pertanian dengan memulai ekspor perdana ubi dan lobak siap saji produk PT Toba Agro Mandiri    ke Jepang. Satu ton ubi dan satu ton lobak sudah dikirim ke Jepang.

 “Dibukanya pasar terbuka oleh  Jepang, harus kita syukuri bersama, karena hal ini jelas-jelas berorientasi bagi kesejahteraan masyarakat,” tegas Bupati Taput Torang Lumbantobing kepada wartawan, Selasa (20/7) terkait dimulainya ekspor perdana ubi dan lobak ke negara-negara ASEAN, diawali negara Jepang.

Sebelumnya,PT Toba Agro Mandiri di Desa Huta Bulu, Kecamatan Siborongborong, Kabupaten Tapanuli Utara , meresmikan ekspor perdana ubi Jepang, dan lobak, yang telah siap saji ke  Jepang, Senin (19/7). Bupati Taput Torang Lumbantobing  pada kesempatan itu, melepas keberangkatan dua unit mobil truk kontener, diawali pemecahan   gendi berisi kembang ke bumper mobil.

Ekspor perdana ubi Jepang, dan lobak siap saji yang dikemas dalam dua unit kontainer masing-masing seberat  1 ton ubi dan 1 ton lobak, tujuan  Tokyo , dan Kobe, papar Richard Rianto Dirut PT Toba Agro Lestari dalam  laporannya.

Pasar  di Jepang, jelas Rianto, sangat menjanjikan. Artinya, dengan kapasitas ekspor perdana tersebut, masih terlalu kecil dibanding kebutuhan pasar. “Pasar sangat terbuka sekali. Masalahnya, kita saat ini bersaing dengan Cina. Sebab, negara tersebut, mampu menjual harga komoditasnya di bawah harga lokal kita,” jelasnya.

Tapanuli Utara, ujar Rianto, yang berada di dataran tinggi Sumatera Utara yang udaranya sejuk, dan tanahnya subur, optimis dapat mengimbangi produksi negara Cina, yakni dengan meningkatkan produktivitas tiga hingga empat kali panen dalam setahun.

 Mempekerjakan 150 Karyawan

Kepada BATAKPOS Rianto menerangkan, saat ini pihaknya mempekerjakan karyawan lokal di pabrik sebanyak 150 orang. Ada 200 kepala keluarga yang dibina. Luas tanaman lobak 60 hektare, dan tanaman ubi Jepang 40 hektare, yang tersebar di lima lokasi masing-masing Kecamatan Tarutung, Kecamatan, Siborongborong, Kecamatan Sipahutar, Kecamatan Pangaran, dan Kecamatan Lintongnihuta Kabupaten Humbang Hasundutan. “Per bulannya sekitar 20 hektare lobak yang telah panen, dan 30 hektare ubi Jepang. Dan kepala keluarga yang dibina, dilakukan sistem kerja  kontrak,”terangnya.

Bupati Taput Torang Lumbantobing kepada wartawan mengatakan, pelepasan ekspor perdana tersebut, merupakan momen sejarah bagi masyarakat Taput. “Dibukanya pasar terbuka ke Jepang, harus kita syukuri bersama, karena hal ini jelas-jelas berorientasi bagi kesejahteraan masyarakat,”imbuhnya.

Dipastikannya Pemkab Taput, akan berupaya untuk mengembangkan ubi Jepang, dan lobak di seluruh Kecamatan Taput, tentunya, bagi kecamatan yang iklimnya cocok. 

Sementara itu Kabag Humas Pemkab Taput Jahormat Lumban Gaol, SH, mengimbau jajaran wartawan Taput turut berperan memotivasi petani di daerah ini agar lebih dinamis memanfaatkan lahan masing-masing.”Melalui berita dan tulisan saudara, dinamika itu akan bisa dibangkitkan,” katanya kepada BATAKPOS, Selasa (20/7). leo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s