DPRDSU: Pembagian Bantuan Oleh Pemkab Karo “Amburadul”, 27 Ribu Pengungsi Terancam Tak Kebagian


BANTUAN: Ketua DPRD Sumut H Saleh Bangun didampingi anggota DPRD Sumut, Drs Dermawan Sembiring, Richard M Edy Lingga, Layari Sinukaban dan Ir Taufan Agung Ginting ketika menyerahkan bantuan kepada pengungsi di jambur Lopati, Kabanjahe. (Foto SIB/Alexander Hr Ginting).

* DPRDSU Serahkan Bantuan 4 Ton Beras, Mi Instan, 12 Zak Gula, Ikan dan Minyak Goreng
*Dewan Hibur Para Pengungsi Dengan Lagu “Sikacang Koro”, Pengungsi Ikut Berjoget

Medan (SIB)
DPRD Sumut menegaskan, pembagian bantuan bahan makanan dan minuman dari para donatur terhadap masyarakat pengungsi korban letusan Gunung Sinabung oleh Pemkab Karo sangat “amburadul” dan diperkirakan 27 ribu pengungsi yang ditampung di 12 titik lokasi “terancam” tak kebagian, sehingg lembaga legislatif dan sejumlah donatur maupun Parpol (Partai politik) secara langsung menyalurkan bantuan kepada masayarakat pengungsi.
Hal itu diungkapkan Ketua DPRD Sumut H Saleh Bangun dan anggota dewan Dapem (daerah pemilihan) X Karo, Dairi dan Pakpak Bharat Layari Sinukaban, SIP, Ir Taufan Agung Ginting, MSP Drs Dk Darmawan Sembiring dan Richard Eddy M Lingga SE ketika menyerahkan bantuan secara langsung kepada masyarakat pengungsi korban letusan Gunung Sinabung Karo.
“Para donator dan pemberi bantuan terhadap masyarakat pengungsi korban letusan Gunung Snabung tampaknya sudah krisis kepercayaan kepada Pemkab Karo, terbukti banyak yang menyerahkannya secara langsung kepada masyarakat, seperti tokoh Parpol, pengusaha dan DPRD Sumut sendiri langsung menyerahkannya kepada masyarakat,” tegas Saleh dan Layari.
Padahal, tambah Layari, Pemkab sendiri sudah membentuk Posko utama menerima bantuan di Pendopo Rumah Dinas Bupati. Tapi dikarenakan, Pemkab Karo sangat arogan dan seolah-olah tidak membutuhkan bantuan, akhirnya para donator membagi-bagikannya secara langsung dan merata kepada rakyat pengungsi yang tersebar di jambur-jambur yang ada di Berastagi maupun Kabanjahe.
Layari juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap Pemkab Karo yang seolah-olah mentelantarkan rakyatnya, karena hingga 3 hari pasca meletusnya Gunung Sinabung, tidak ada hak inisiatif yang dilakukan Pemkab, baik soal penyediaan bahan makanan, bantuan dari APBD maupun penyediaan MCK (mandi cuci dan kakus), sehingga rakyat semakin menderita tidak tau mau kemana buang air besar dan kecil.
“Pangdam I/BB telah mengerahkan personil TNI untuk membantu mengamankan, membuat dapur umum sekaligus memasak serta mendirikan tenda-tenda darurat, tapi dana untuk persediaan makanan pengungsi tidak disediakan, sehingga para prajurit yang setia membantu masyarakat tidak bisa berbuat apa-apa,” ujar Layari sembari menambahkan, melihat kejadian itu Pangdam sempat mengancam akan menarik pasukan TNI, jika Pemkab tidak menyediakan makanan untuk pengungsi.
Saleh Bangun juga melihat perlakuan Pemkab kurang manusiawi terhadap rakyatnya, karena hanya menganggarkan Rp5000/pengungsi/hari (untuk 3 kali makan), padahal bantuan dari berbagai pihak sudah banyak yang mengalir, termasuk dari Menkokesra, Gubsu, para pengusaha, parpol dan sejumlah donator dari berbagai penjuru tanah air, tapi kenapa tidak segera disampaikan ke masyarakat. Ada apa ini, apakah Pemkab tidak iklas membantu rakyatnya.
Salurkan Bantuan
Dalam kesempatan itu, Ketua dan anggota DPRD Sumut menyerahkan langsung bantuan dari 100 anggota dewan kepada masyarakat pengungsi Gunung Sibayak di 12 titik pengungsian di Karo. Adapun bantuan tersebut, berupa 4 ton beras, 48 kotak mie instan, 12 zak gula pasir, 12 goni ikan asin dan ikan campur, puluhan kota sabun cuci dan 240 Kg minyak goreng.
Diungkapkan Saleh Bangun, bantuan yang diberikan DPRD Sumut ini merupakan bentuk keprihatinan seluruh anggota legislatif terhadap masyarakat pengungsi. Tapi janganlah diukur dari nilainya, tapi lihatlah dari ketulusan hati seluruh wakil rakyat yang merasa prihatin atas musibah yang menimpa rakyatnya.
Pembagian bantuan ini ditebar dan diserahkan langsung secara merata oleh DPRD Sumut kepada 27 ribu pengungsi, seperti kepada 1.200 pengungsi di Jambur Sempakata, 1.700 pengungsi di Jambur Dalihan Natolu, 2.600 pengungsi di Jambur Lige, 1800 pengungsi di Jambur Adil Makmur, 2.600 pengungsi di Jamburtaras Berastagi, 1.200 pengungsi di Jambur Guru Pulungan, Posko Moderamen GBKP dan ribuan pengungsi di Kecamatan Tigabinaga.
Dalam menyerahkan bantuan ini, Trio DPRD Sumut (Layari Sinukaban, Darmawan Sembiring dan Richard Edi M Lingga) juga sempat menghibur para pengungsi dengan mengumandangkan dua buah lagu, yakni ‘Lagu Sikacang Koro” dan Lagu “Unang Marmeam-meam”, sehingga suasana menjadi meriah seketika. Rakyatpun ikut berjoget, seakan-akan lupa terhadap musibah yang sedang menimpanya.
Setelah selesai menghubur pengungsi, DPRD Sumut diajak makan bersama duduk di atas tikar dengan masyarakat. Tampak para wakil rakyat itu sangat lahap menyantap makan pengungsi, walaupun dengan lauk yang sangat sederhana, yakni, sayur daun ubi rebus dengan setengah potong ikan asin.(M10/g)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s