MANAGEMENT STRESS


Rostime Hermayerni

Stresss merupakan fenomena universal yang dialami oleh semua orang. Tidak satupun manusia yang tidak mengalami stresss dan bahkan dalam satu hari kita dapat menghadapi masalah yang bertubi-tubi yang menjadikan kita  stresss. Orang tua dapat stresss karena memikirkan anak – anaknya, orang – orang bekerja stresss karena pekerjaannya dan anak – anak sekolah dapat stresss karena masalah di sekolah. Stress tidak memandang usia, waktu dan tempat tergantung bagaimana individu dapat menanggapi atau merespon stresss tersebut. Oleh karena itu stresss haruslah kita pandang dari dua sisi pengalaman positif dan negatif. 

Konsep stresss ini sangatlah penting diketahui karena dapat memberikan bagaimana cara individu berespon terhadap masalah yang dihadapai dan mencari solusi yang lebih baik agar tidak menyebabkan gangguan dalam diri individu.

Menurut Charles D, Spielberger (dalam Ilandoyo, 2001:63) menyebutkan
bahwa stres adalah tuntutan-tuntutan eksternal pada setiap seseorang, misalnya
obyek-obyek dalam lingkungan atau suatu stimulus yang secara obyektif adalah
berbahaya. Stres juga biasa diartikan sebagai tekanan, ketegangan atau gangguan
yang tidak menyenangkan yang berasal dari luar diri seseorang.

 Ada beberapa metoda yang dapat membantu dalam pengurangan stress.

  1. Strukturisasi. Setiap manusia memiliki kebiasaan dan rutinitas unik yang membantu menyelesaikan aktivitas sehari-hari. Struktur kehidupan ini berfungsi untuk menurunkan kebutuhan energi yang dibangkitkan untuk merespon kondisi yang berubah. Penyakit, krisis atau perubahan dalam keteraturan kehidupan mengganggu rutinitas manusia, dengan demikian juga mengganggu pola kehidupan dan mengakibatkan penggunaan energi yang lebih besar. Kita dianjurkan untk membuat jadwal-jawdal ataupun program-progran dalam kehidupan kita sedeteil mungkin untuk mengurangi keadaan ketegangan tersebut. Misalnya: untuk menghindari keterlambatan berangkat kerja …usahakan berangkatlah  lebih awal,
  2. Penatalaksanaan waktu  Seseorang yang menggunakan waktu secara efisien biasanya mengalami lebih sedkit stress karena mereka merasa lebih terkontrol dalam hidupnya. Perawat yang bertindak dalamdomain pengajaran-pelatihan dapat  membantu manusia memprioritaskan tugas jika mereka merasa kewalahan atau imobilisasi. Penstrukturan waktu yang realistik diperlukan jika manusia tidak menyisihkan waktu yang cukup untuk setiap aktivitas. Fungsi peran manusia harus dianalisis secara berkaitan untuk menentukan apakah modifikasi dapat dibuat sehingga dapat mengurangi tuntutan waktu.
  3. Modifikasi Lingkungan.   Ketegangan yang diciptakan oleh perubahan dalam kehidupan meningkatkan respons terhadap stress. Meskipun semua stress tidak dapat dihindari, perubahan dalam kehidupan yang ada dalam kontrol manusia dapat dengan jelas ditunda sehingga lebih banyak energi tersedia untuk mengatasi stressor yang tidak dapat dihindari.
  4. Olahraga teratur. Program olahraga teratur meningkatkan tonus otot dan postur otot, mengontrol berat badan,mengrangi ketegangan, dan meningkatkan relaksasi. Selain itu olahraga juga mengurangi resiko penyakit kardiovaskular dan meningkatkan  fungsi kardiovaskular. Manusia yang mempunyai penyakit kronis, yang beresiko untuk mengalami suatu penyakit atau yang berusia  lebih dari 35 tahun harus mulai melakukan program latihan fisik hanya setelah mendiskusikannya dengan dokter.
  5. Humor.  Humor adalah terapi yang terkenal dalam literatur umum oleh Norman kousins (1979). Kemampuan untuk mencerap hal-hal lucu dan tertawa melenyapkan stress. Hipotesis fisiologis menyatakan bahwa tertawa melepaskan endorfin ke dalam sirkulasi dan perasaan stress dilenyapkan.
  6. Nutrisi dan Diet. Nutrisi dan latihan berhubungan erat. Makanan memberi bahan bakar untuk aktivitas dan meingkatkan latihan, yang meningkatkan sirkulasi danpemberian nutrien ke jaringan tubuh. Setiap orang didorong untuk mempertahankan berat badan sesuai dengan rentang standar usia, jenis kelamin, dan bentuk tubuh. Selain untuk menghindari kelebihan makan atau kekurangan makan, seseorang harus mewaspadai kualitas makanan. Terlalu banyak lemak, kafein, garam atau gula dapat mengganggu fungsi metabolik tubuh.
  7. Istirahat. Pola istirahat dan tidur yang tet, dan kebiasaan juga penting untuk menangani stress. Seseorang yang mengalami stress harus didorong meluangkan waktunya untuk istirahat dan tidur. Tidur tidak hanya menyegarkan tubuh tetapi juga membantu seseorang rileks secara mental. Manusia mungkin membutuhkan bantuan spesifik dalam mempelajari teknik rileks sehingga dapat tertidur.
  8. Teknik relaksasi.  Relaksasi progresif dengan dan tanpa ketegangan otot dan teknik manipulasi pikiran mengurangi komponen fisiologis dan emosional stress. Teknik relaksasi adalah perilaku yang dipeljari dan membutuhkan waktu pelatihan dan praktek.
  9. Spiritual. Aktivitas spiritual dapat juga mempunyai efek yang positif dalam menurunkan stress. Praktik seperti berdoa, meditasi atau membaca bahan bacaan keagamaan dapat menjadi sumber yang bermanfaat bagi manusia.
  10. Sistem pendukung. Sistem pendukung seperti keluarga, teman, dan rekan kerja yang akan mengarkan dan memberikan nasihat dan dukungan emosional akan sangat bermanfaat bagi seseorang yang mengalami stress. Sistem pendukung dapat mengurangi reaksi stress dan meningkatkan kesejahteraan fisik dan mental. Riset keperawatan telah mendokumentasikan adana korelasi dukungan sosial positif dengan pengurangan gejala penyakit kronis.
  11. Meningkatkan harga diri.  Memperbaiki harga diri manusia dapat membantu dalam srategi reduksi sres yang positif. Ketika manusia mengidentifikasi karakteristik positif mereka, hal ini akan membantu mereka mencari sumber yang dapat dicapai untuk mengatasi stressor.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s