BATAK


F. Rahardi

Di atas Danau Toba             
di sebelah Pulau Samosir
di dekat Gunung Sibayak
langit itu berselempang ulos
matahari oleng mabuk tuak
dan angin gemetar
menari tor-tor

“Aku merindukanmu, nak
aku merindukanmu pulang
membawa uang”
ratap seorang nenek yang
cucu-cucunya entah berada dimana

Hamparan kelapa sawit
petak-petak tembakau deli
gundukan bukit barisan
awan itu bergerak lamban
ditiup getaran seruling
dihalau petikan kecapi

Aku merindukanmu, bang
aku mengharapmu segera pulang
membawa uang
tangis seorang gadis yang
pacarnya mungkin masih di Pulau Jawa

Ulos, kelapa sawit
bukit barisan
ombak Danau Toba
gitar yang mabuk tuak

“Aku merindukanmu, Butet
aku ingin kau segera datang
membawa uang
rintih seorang ibu yang anak gadisnya
entah sejak kapan tak ada kabar beritanya”

Angin Danau Toba
lentingan kecapi
alunan bukit barisan
getaran seruling
dan kerinduan-kerinduan
itu menggumpal
terbungkus ulos.

1990

One thought on “BATAK

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s