Pelihara ‘Hamster’


SEBELUM memutuskan memelihara hamster, ada baiknya kita mempertimbangkan beberapa hal. Kita harus menggali seluk-beluk hamster secara mendalam. Jangan sampai gara-gara miskin informasi kita menyesal membeli satwa lucu ini.

Kita juga perlu mempertimbangkan pendapat keluarga. Sebab, ada orang yang menderita alergi jika kita memelihara hamster. Soal waktu juga harus diperhitungkan. Sebab, butuh waktu sekitar 30 menit setiap harinya untuk membersihkan kandang dan memberi pakan. Paling penting, jangan pernah menelantarkan hamster Anda.

Hamster umumnya hewan jinak, tetapi ia juga perlu adaptasi dahulu. Biasakan mengelus-elus kepala dan punggung dahulu seusai Anda membeli hamster. Ini agar si mungil mengenali aroma tubuh si empunya.

Jangan memaksa memegang hamster, apalagi dengan cara kasar. Sebab, ia bisa saja melukai tangan Anda dengan giginya yang tajam.

Untuk memelihara si mungil yang lucu ini, sebaiknya Anda membeli sepasang agar hewan tak kesepian. Umumnya, hamster mini seperti winter white, russian campbell maupun roborovski, dikenal memiliki sifat sosial dan senang hidup berkelompok. Kalau di kandang, mereka memilih menumpuk di suatu sudut.

Memelihara hamster jantan lebih aman dibanding dengan yang betina. Pasalnya, hamster jantan jarang berkelahi. Kalaupun berkelahi, mereka cepat akur kembali.

Ini berbeda dengan betina. Setelah dewasa dan matang kelamin, hamster betina yang berahi akan selalu ingin mempertahankan daerah kekuasaannya dan kerap menyakiti hamster lain.

Kandang hamster tak perlu yang khusus, tetapi karena hewan ini bermain, perlu ada alat trademill atau kincir putar. Ukuran kandang pun bergantung pada jenis hamster yang kita pelihara, tetapi umumnya tak besar-besar amat. Bahan kandang yang cocok ialah kaca, plastik keras atau jeruji.

Hamster butuh alas tidur agar tubuhnya tetap kering dan bersih. Alas tidur ini juga berfungsi sebagai sarang bagi induk hamster yang akan melahirkan. Bahan alas alami yang paling sering dipakai ialah serbuk kayu jati belanda yang berwarna kuning gading atau warna kentang. Bahan lain, rumput kering, kulit jagung kering, jerami, sabut kepala, dan merang.

Makanan hamster umumnya, biji-bijian (beras/nasi, roti, jagung), dan sayuran (seperti wortel, timun dan buncis). Makanan protein tinggi seperti daging atau susu, juga penting terutama ketika bayi-bayi dalam masa pertumbuhan atau ibu hamster yang sedang hamil atau yang sedang mempunyai bayi. Jika makanan cukup mengandung cairan, air minum tidak diperlukan.

Hamster mempunyai kantong di pipinya tempat ia mengumpulkan makanan. Ia menekan makanan ke kantong yang akan mengembang dan membawanya ke sarang. Di sini makanan dikeluarkan untuk ditimbun. Makanya hamster ini sering disebut hewan penimbun makanan.

Untuk menjaga kebersihan diri, sesekali hamster boleh dimandikan dengan air, setelah itu dijemur di bawah terik matahari pagi. Akan tetapi, jangan terlalu lama karena bisa dehidrasi dan menyebabkan kematian.

Sehabis dijemur, segera beri makanan sayuran yang banyak mengandung air atau air minum dalam botol khusus.

Jika ada hamster yang tengah hamil, sebaiknya dipisahkan di kandang tersendiri. Sebab, hamster akan menjadi galak dan jika melhairkan, anak-anak hamster ini bisa jadi santapan ibu maupun hamster lain. n SAG/M-2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s