Gubsu Ajak Orang Batak Jangan Berbondong-bondong Merantau Sehingga Lupa Kampung Halaman


PESTA MARGA: Gubersnir Sumut H Syamsul Arifin Silaban SE didampingi Bupati Humbahas Drs Maddin Sihombing MSi bersama istri, Ketua DPRD Humbahas Bangun Silaban, Wakil Bupati Taput Bangkit Silaban SE dan pengurus/panitia menyanyikan lagu “Silaban” dalam acara pesta syukuran Borsak junjungan Silaban, Minggu (10/10) di Desa Silaban Lintong Nihuta Humbahas.

Puluhan Ribu Warga Hadiri Syukuran Borsak Junjungan Silaban di Lintong Nihuta
-Gubsu: Saya Belum Bisa Mati dengan Tenang Apabila Bona Pasogit Belum Maju
-Humbahas Dicanangkan Sebagai Pusat Peternakan Kerbau di Sumut

Doloksanggul (SIB)
Puluhan ribu warga keturunan Borsak Junjungan Silaban mengikuti pesta syukuran se-dunia dipusatkan di Lapangan SMA Unggulan Desa Silaban Kecamatan Lintong Nihuta Kabupaten Humbang Hasundutan, Minggu (10/10).
Acara pertama sekali dilaksanakan ini dihadiri Gubernur Sumut H Syamsul Arifin Silaban SE, Bupati Humbahas Drs Maddin Sihombing MSi, Wakil Bupati Taput Bangkit P Silaban SE, Ketua DPRD Humbahas Bangun Silaban SE, Ketua MABMI Sumut Nazrin Naim, Kadis Sosial Sumut Saiful Sipahutar, Darwin (Kesbang SU) dan para perantau marga Silaban dari berbagai daerah.
Kedatangan Gubernur Sumut itu disambut dengan acara adat pemberian beras “sipir ni tondi” oleh tokoh-tokoh marga Silaban sebagai ungkapan rasa kekeluargaan yang diiringi dengan lagu “Mars Silaban.”
Gubsu H Syamsul Arifin Silaban dalam sambutannya menyampaikan rasa bangganya atas pelaksanaan “partangiangan” Borsak Junjungan Silaban Sedunia yang dihadiri puluhan ribu keturunan marga Silaban. Ini merupakan sejarah penting karena baru pertama sekali dilaksanakan, tetapi yang terpenting moment ini hendaknya dapat merobah nasib keturunan Silaban.
“Jangan lagi orang Batak berbondong-bondong merantau ke Medan, Jakarta dan Bandung, sehingga lupa kampung halamannya padahal di kampung halaman bisa hidup bahagia dan sejahtera. Mari kita urus kampung halaman kita ini, dimulai dari diri kita sendiri,” harapnya.
Gubsu juga mengajak warga Humbahas untuk tetap kompak, bersatu untuk mendukung pembangunan di bawah kepemimpinan Bupati Humbahas Drs Maddin Sihombing. “Saya sudah berbicara dengan Bupati apa-apa yang perlu dibangun di kampung kita ini. Pembangunan sekolah unggulan sudah kita mulai. Ke depan saya akan jadikan Humbahas sebagai pusat peternakan kerbau di Sumatera Utara, caranya dengan pemberian bergulir sehingga semua masyarakat ataupun petani dapat kebagian secara bergilir,” tegasnya.
Selain itu, Gubsu memikirkan pembangunan Home Stage Batak untuk mendukung pariwisata di kawasan Danau Toba yang tujuannya untuk meningkatkan mata pencaharian rakyat, seperti yang terjadi di Bali. “Kita harus jadikan touris itu sebagai mata pencaharian, jangan sebagai penonton di daerah kita ini,” ujarnya.
Untuk tahun 2011 kata Gubsu, akan diwujudkan kerjasama dengan Pemkab Humbahas dalam bentuk pemberian bantuan di berbagai sektor. “Untuk itu kita doakan Bupati Humbahas Drs Maddin Sihombing untuk tetap sehat memimpin Humbahas ini. Sebab saya sangat bermimpi bahwa kabupaten ini akan dapat maju pesat. Dan saya selaku marga Silaban tetap komit untuk tetap membangun daerah ini dan saya belum bisa mati dengan tenang apabila daerah Bona Pasogit tercinta ini belum maju. Jadi kita tidak usah takut dengan keadaan ini. Kita harus buang unek-unek yang tidak perlu,” katanya.
Sementara itu, Bupati Humbahas Drs Maddin Sihombing mengatakan, “partangiangan” marga Silaban itu merupakan suatu berkat yang dapat mendukung kekondusifan masyarakat di Humbahas.
Ia juga mengajak anak rantau untuk tetap peduli ke Bona Pasogit, seperti yang dilakukan Gubernur Syamsul Arifin Silaban yang telah banyak memperhatikan pembangunan di sektor pendidikan.
Untuk itu bupati mengharapkan, agar pertemuan yang membangun kebersamaan ini hendaknya dilakukan berkelanjutan, sehingga dapat menjadi motivasi kepada marga-marga lainnya untuk membangun Bona Pasogitnya.
Sebelumnya Ketua Umum Borsak Junjungan Silaban, Sahat Silaban dalam laporannya mengatakan, “partangiangan” itu merupakan yang pertama sekali sejak 500 tahun lalu. Jumlah yang hadir diperkirakan 12.000 jiwa yang datang dari berbagai pulau.
Acara partangiangan berlangsung penuh suka cita diawali dengan kebaktian bersama. Kemudian acara adat dan hiburan. (M19/q)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s