Dituduh Pelihara “Begu Ganjang,” Ratusan Massa Usir Suami-Isteri dan Bakar Gubuknya di Pakkat


DIUSIR: Rumah pasangan suami-isteri di Dusun Sudulang Dalan Desa Rura Aek Sopang Kecamatan Pakkat Kab.Humbang Hasundutan tampak kosong, akibat penghuninya diusir warga yang dituduh memelihara “begu ganjang,” Selasa (19/10). (Foto SIB/Jhon Manalu)

Doloksanggul (SIB)
Isu “begu ganjang” terjadi di Kabupaten Humbang Hasundutan. Kali ini ratusan warga Dusun Sidulang Dalan Desa Rura Aek Sopang Kecamatan Pakkat ramai-ramai mengusir pasangan suami isteri MP (62), U boru S (60) dari pemukimannya, Jumat (15/10). Bahkan massa satu kampung yang mulai marah sempat membakar gubuk yang mereka sebut “sopo” milik pasangan suami-isteri di ladangannya.
Namun, aksi warga yang hendak mengusir keluarga pasangan suami isteri itu langsung diantisipasi Kepala Desa Rura Aek Sopang B Sihotang dan aparat keamanan setempat sehingga tidak sempat mengambil korban jiwa.
Pasangan suami isteri yang dituduh memelihara begu ganjang tersebut langsung diamankan di rumah kepala desa. Beberapa warga yang belum dikenal identitasnya yang diduga masyarakat setempat sempat membakar sopo (rumah di perladangan) yang jaraknya sekitar 2 km dari perkampungan penduduk, sehingga padi sebanyak 20 goni maupun ternak ayam sekitar 50 ekor ludes terbakar.
Informasi yang berhasil dihimpun SIB menyebutkan, aksi pengusiran itu terjadi Kamis (14/10) oleh warga di sekitar yang menolak keras kehadiran kedua suami istri itu tinggal di kampung itu karena diduga memelihara begu ganjang atau roh jahat yang bisa membunuh orang.
Isu itu cepat tersebar di tengah-tengah masyarakat, karena beberapa waktu belakangan ini, ada beberapa warga yang meninggal dunia dan tidak diketahui jenis penyakit yang dideritanya, sehingga masyarakat saling curiga-mencurigai satu sama lain. Warga menanyakan hal itu kepada salah seorang dukun di luar dari kampung mereka, dan si dukun menuduh suami-isteri itu ada memelihara begu ganjang.
Informasi itu membuat warga sekitar marah dan langsung bersorak-sorak di depan rumah, MP (14/10) dan meminta agar yang bersangkutan keluar dari kampung. Musyawarah antara masyarakat dengan Camat Pakkat dan Kapolsek Pakkat tidak berhasil dan masyarakat tetap menolak kedua suami istri itu tinggal di kampung itu.
Camat dan Kapolsek Pakkat menyatakan, tidak setuju pasangan suami isteri itu diusir sebab barang bukti yang menyatakan mereka memelihara begu ganjang tidak ada. Masyarakat hanya berdasarkan perkataan seorang dukun. Jadi kita tidak boleh mempercayai itu, ujar Camat. Dalam pertemuan yang berlangsung dua jam itu warga tetap menolak keberadaan suami-isteri itu di kampung itu.
Walaupun suasana sudah terkendali, namun untuk mengantisipasi aksi-aksi massa selanjutnya, aparat Polsek Pakkat bersama aparat Kecamatan Pakkat hingga Selasa (19/10) masih tetap melakukan pengawasan serta memberikan pemahaman yang benar kepada warga Desa Rura Aek Sopang, agar jangan bertindak anarkhis. (M19/h)

3 thoughts on “Dituduh Pelihara “Begu Ganjang,” Ratusan Massa Usir Suami-Isteri dan Bakar Gubuknya di Pakkat

  1. Sebaiknya pemerintah dan aparat setempat cobalah mencari bukti akan kejadian tersebut, jangan hanya mengatakan “tidak dapat mengambil tindakan karena tidak ada bukti”. Bantulah masyarakat atas keresahan yang dialami masyarakat akibat issu begu ganjang tersebut.Cari tau informasi dari masyarakat dan pastikan info tersebut benar-benar valid dan bisa dijadikan “bukti” yang sah di mata hukum.

  2. masyarakat si dulang harus sering sering berkonsultasi sesama agar jangan menjadi celaka sendiri ujungujungnya masuk penjara alias di bui negara kita ini negara hukum,sama hak dan kewajiban jangan mengejar angin gapailah damai sejaterah dalam hatimu amin!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s