Dinas Perindagkop Latih Pembuatan Keripik dan Dodol Dari Salak di Pakkat


DOLOKSANGGUL (EKSPOSnews): Sebelumnya, dinas perindustrian perdagangan dan koperasi (Perindakop) di workshop Jln Merdeka kota Dolok Sanggul sudah melakukan pelatihan terhadap masyarat yang memiliki kelompok dalam mengembankan usaha cara pembuatan makanan. Kali ini, selama dua hari mulai tanggal, 6 sampai 7 Desember 2011 dinas perindustrian perdagangan dan koperasi kembali buat pelatihan untuk pembuatan keripik dan dodol dari buah salak kepada masyarakat Desa Haoagung Kecamatan Pakkat.

Kegiatan itu yang berlangsung dua hari dilokasikan di balai desa kantor camat parlilitan dengan mendatangkan sebagai instrukturnya dari, Kabupaten Tapanuli Selatan Gulma Mandrofa dan Khoirul Ikhsan. Kepada wartawan, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi, Drs JW Purba didampingi Kepala Bidang Industri Efelina N Manurung, Sabtu 10 Desember 2011 di workshop Jln Merdeka Kota Dolok Sanggul mengatakan, bahwasanya kegiatan itu dilakukan agar masyarakat yang memiliki kelompok usaha dalam makanan dapat membuka pikirannya untuk mengembankan usahanya dari buah-buahaan.

“Yang salah satunya buah salak hasil pertanian daerah kecamatan pakkat, bagaimana salak yang tidak manis itu tidak dibuang. Sehingga salak yang tidak manis itu dapat dikonsumsi dengan membuat keripik dan dodol. Dan itu bisa karena dari ide kedua instruktur yang kita datangkan dari kabupaten tapanuli selatan yang sama halnya juga kedua instruktur itu sudah melakukan hal serupa di tapanuli selatan dengan pembuatan keripik dan dodol dari buah salak. Karena pertanian dari buah salak juga ada di tapsel”, kata JW.

Dikatakan JW, dengan tahunya masyarakat membuat keripik dan dodol dari buah salak dapat juga membantu para petani buah salak agar tidak rugi. Pasalnya, apabila salak itu tidak manis tidak akan mungkin dapat dijualnya dan mungkin-mungkin saja dibuangnya. Makanya dari hal itu, kita ambil inisiatif kita latih masyarakatnya.

Dan pelatihan ini, juga dapat mengurangi para pengangguran di humbang ini. Yang artinya, masyarakat itu sendiri yang membuka lapangan pekerjaan bagaimana mendapatkan penghasilannya yang bukan hanya mengharapkan dari pertaniannya, ungkap JW.

Di samping itu, ungkap JW lagi, kedepannya dengan adanya pola pemikiran cara pembuatan keripik dan dodol dari buah salak, agar masyarakat luar yang jauh-jauh datang berkunjung ke kecamatan pakkat bukan hanya menikmati buah salaknya saja tetapi juga menikmati makanan keripik dan dodol yang konsumsinya dari buah salak.

“Dan ini bukan sekedar hanya dijual saja didalam daerah humbang ini tetapi juga hasil pembuatan cirri khas ini akan diekspor ke luar. Namun, ungkap JW, sebelumnya kita akan melakukan komunikasi dulu dengan para pengusaha orang batak yang sukses di luar negeri agar mereka yang akan memberitahukan kepada masyarakat luar.(gs)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s