Hikayat Awal Mula,”MANIGE.”


Jeffar Lumban Gaol

Dahulu kala ada seorang gadis cantik jelita berambut panjang terurai, namun hidup miskin bersama orang tuanya di pinggiran hutan yang jauh dari onnan (pasar) . Pada mulanya hidup mereka tenang dan tentram, sampai suatu waktu datanglah seorang saudagar untuk menagih hutang pada keluarga petani miskin tersebut. Petani itu berjanji akan segera melunasi hutangnya pada hari onnan pekan depan. Saudagar itu pun tak bisa berbuat apa-apa, sebab tak ada harta yang bisa disita dari si petani. Dia marah dan mengancam akan menghabisi nyawanya jika tak segera lunasi hutangnya, barulah penagih hutang itu pergi. Mendengar ucapan dan amarah saudagar yang mengancam nyawa amongnya, gadis cantik belia putri pak tani sedih bukan kepalang. Tak tahu dia bagaimana cara menolong amongnya lunasi hutang tersebut.  

Pada saat hari pekan tiba, saudagar kejam sudah menunggu si petani di onnan pasar, namun karena yang ditunggu tak juga muncul. Akhirnya saudagar kehilangan kesabaran dan bergegas menuju rumah petani. Dari jauh petani sudah melihat kedatangan saudagar yang marah karena dia belum bisa bayar hutang. Melihat gelagat kurang baik, tanpa pikir panjang lagi, sang petani menarik tangan anak gadisnya dan berlari sembunyi masuk hutan belantara.

Mereka baru kembali ke rumah, setelah penagih hutang itu pulang kembali ke onnan. Kejadian serupa berulang kali terjadi yang pada akhirnya membuat gadis cantik berambut panjang tersebut tak tahan lagi melihat penderitaan bapaknya yang tak berdaya. Diapun mengutarakan niatnya pada pak tani untuk pergi ke hutan seorang diri demi mencari hasil hutan yang bisa dijual;

“Among, ijinkanlah aku pergi ke hutan sendiri mencari hasil hutan, biar bisa kita bayar hutang among itu,” kata si gadis terisak-isak.

Mendengar itu, pak petani tak tega membiarkan putrinya sendirian masuk hutan dan dia mau ikut.

“Aku harus ikut menemani kau boru ku,” kata petani agak khawatir.

“Jangan among, karena tadi malam aku mimpi dan dalam mimpiku, ku lihat ada sebatang pohon yang dapat menolong kita membayar hutang bapak, jika aku temukan pohon yang bisa menagis dan berambut panjang tadi,” ungkap anak gadisnya lembut.

“Tapi, aku hanya bisa menemukan pohon itu jika aku datang sendirian. Bila ada orang menemaniku masuk hutan meskipun cuma seorang saja, aku takkan bisa menemukannya. Begitulah pesan orang tua dalam mimpiku. ,” papar si gadis lebih lanjut.

Beberapa saat pak petani diam terpaku sambil menimbang apakah dia mengabulkan permohonannya? Sambil menarik  nafas panjang barulah dia mulai bicara. “Boruku, jika memang itu keputusanmu dan pesan lewat mimpimu juga tak membolehkan aku ikut, baiklah pergilah nak. Pesanku kau harus hati-hati, karena banyak binatang buas di sana. Tapi jika  aku rasa sudah lama menunggu dan kau tak juga pulang, aku akan mencarimu masuk hutan.

“Baiklah among, akan kuingat pesanmu tadi. Aku harus segera berangkat sebelum saudagar itu datang” kata anak gadis itu sambil pamit melangkah memasuki hutan larangan.

Di dalam hutan larangan anak gadis tadi langsung mencari pohon yang digambarkan dalam mimpinya ke semua sudut penjuru mata angin. Setelah lama mencari dan tak juga menemukan pohon dimaksud, dia pun ingin istirahat sejenak. Belum lama dia beristirahat, tiba-tiba terdengar suara memanggil-manggil dan suara itu dikenalinya sama dengn suara orang tua dalam mimpinya.

“Kemarilah anakku, mendekat ke sini,”kata suara aneh itu lagi. Anak gadis itu gemetar dan hampir saja pingsan terkejut dan juga karena tak melihat sosok siapapun di sana secara nyata.

“Jangan takut cucuku , sebab hanya dengan cara inilah kau dapat menolong orang tuamu membayar hutangnya dan juga akan membawa kemakmuran bagi orang banyak,” kata suara aneh itu lebih lanjut.

Perlahan gadis berambut panjang dan cantik itu mulai bisa mengatasi rasa takutnya. Dengan suara lirih dia mohon tidak diganggu dan menunjukkan di mana letak pohon yang dijanjikan dalam mimpinya tersebut.

“Ompung jika kau benar dan tidak bohong padaku tunjukkanlah dimana letak pohon itu,”? pintanya dengan penuh harap.

“Hahahahaaa..a  cucuku, aku sudah tahu maksud kedatanganmu agar bapakmu bisa bayar hutangnya kan?  gadis itu mengangguk saja pelan.

“Nah karena ketulusan hati mu, kaulah boru (gadis) yang terpilih dan bisa menjelma jadi pohon seperti tersirat dalam mimpi mu itu, hanya dengan cara itulah kita dapat bayar hutang bapakmu,” kata suara tua itu menjelaskan

Tangislah gadis tersebut, tetes air matanya mengalir jernih saat menyadari dialah orang yang dimaksud dalam mimpi nya itu dan mulai saat itulah dia tak bisa jumpa among-nya lagi. Hanya karena rasa cinta pada amongnya alasan dia rela berkorban menjelma jadi pohon berambut panjang yang selalu menetes kan air mata.

“Santabi  ompung , aku terima jalan yang harus kutempuh, tapi bagaimana menerangkan semua ini pada among ku ? tanya si gadis dengan sopan

“tabahkan hatimu cucuku, nanti aku beritahu among-mu lewat mimpi persis seperti yang kau alami. Kuarahkan dia berjiarah ke sini agar membersihkan tempatmu berpijak di bumi ini, juga membawa itak gurgur  sebagai pangannanmu. Ingatlah, jika ada orang datang ke sini nanti, itulah among-mu,” jawab suara tua itu.

Tak lama kemudian gadis tersebut menjelma jadi sebatang pohon yang selalu tangis dan rambutnya tergerai memanjang. Sebagamana hal pohon haminjon/ kemenyan

Demikianlah tutur lisan haminjon/ kemenyan**…

*Jika kita menyoal, perlu tidaknya dukungan pada masyarakat adat petani kemenyan di Kec Pollung, Humbang Hasundutan yang hingga saat ini terus berjuang demi mempertahankan hak kelola hutan adat, warisan moyang leluhur mereka?. Maka sebagai orang waras saya katakan ya, karena kita sama-sama tahu bahwa ancaman bencana akibat deforestasi sudah terbukti nyata ada benarnya. Hampir setiap hari media cetak, televisi dan media on line memberitakan terjadinya bencana yang makin masif melanda seluruh belahan bumi. Di samping itu tuntutan pada reformasi agraria makin mendesak.

Solidaritas pemerhati lingkungan hidup dan pendampingan masyarakat adat yang melawan segala bentuk (deforestasi), penghancuran hutan alam memang sudah bergulir. Deklarasi Aliansi Masyarakat Adat Nusantara Tano Batak serta berlangsungnya musyawarahwilayah AMAN Tano Batak di desa Pandumaan pada Nov tahun lalu adalah bukti tumbuhnya kesadaran pada hak-hak masyarakat adat.

Pendampingan pada komunitas petani kemenyan saat ini, telah menumbuhkan kesadaran baru pada tingkat akar. Perlawanan terhadap birokrat yang tak perduli pada hak-hak masyarakat adat yang juga menghancurkan hutan alam  secara sistematik memang sangat penting, namun penguatan basis tak kalah pentingnya dan akan lebih kuat jika diimbangi program revitasisasi budaya dan kearifan lokal di sana. Bagaimanakah model revitalisasi budaya dan kearifan lokal pada basis petani kemenyan?

Bagaimana leluhur mereka memperlakukan dan melestarikan hutan-nya?.

Sampai awal tahun 70-an tahun, kemenyan yang dalam bahasa latin/ ilmiahnya dikenal sebagai Styrax Benzoin itu mempunyai makna sakral dalam keyakinan masyarakat adat di sana. Bagaimana leluhur kita itu dulunya memperlakukan pohon kemenyan? Dalam kultur petani kemenyan di humbang, kata,” manige,”  adalah mencungkil pada batang pohon kemenyan dengan cara unik. Hal itu bertujuan agar batang pohon yang dilukai tadi dapat memproduksi getah kemenyan yang disebut sidukapi . Sidukapi adalah getah pertama yang muncul setelah 3 bulan di sige. Dikatakan unik sebab pada saat pohon kemenyan mencapai umur antara 10 s/d 15 tahun atau saat bunga pohon kemenyan sudah mulai berguguran, ini pertanda pohon kemenyan itu sudah layak di sige.

maninge adalah cukilan pertama pada batang pohon akan menghasilkan getah berwarna putih. Getahnya ini baru bisa diambil sekitar tiga bulan kemudian, inilah yang disebut mangaluak atau mengambil hasil getah kemenyaan.

Sebelum proses manige dilakukan , hal yang pertama dikerjakan adalah mangarambas yaitu membersihkan tumbuhan yang ada di sekitar batang pohon yang kira-kira 2 meter.

Perkakas atau alat-alat para parhaminjon; ada agat berbetuk pisau bulat kecil digunakan mengambil getah haminjon. Getah tersebut menempel pada kulit batang pohon, maka untuk memanennya petani harus mencongkel kulit batang kemenyan dan ditampung wadah bahul-bahul. Getah putih yang disebut sidukapi adalah getah paling berkwalitas dari pohon hamijon, harganya mahal. Dari bekas cukilan itu akan menghasilkan tetesan getah kedua yang disebut tahir  biasanya dipanen dua-tiga bulan setelah memanen sidukapi, harganya lebih murah.

Haminjon yang tumbuh secara alami disebut haminjon jalangan. Bagi masyarakat par haminjon jalangan diyakini ditanam mulajadi nabolon ,(penguasa langit bumi), karena lebih besar dan getahnya lebih banyak, Anakan dari haminjon jalangan inilah yang diambil, ditanam kembali untuk regenerasi.

Sebelum pohon kemenyan dikerjakan, semua peralatan siapkan, dibersihkan dan diasah. Dilanjutkan acara makan  sesaji dengan iringan doa. Kemudian pohon kemenyan dikerjakan satu per satu. Pada saat tidur malam di sopo dalam hutan biasanya dapat petunjuk lewat mimpi, seperti dalam mimpi si boru ganjang obuk , apakah kerja manige/  menggesek bisa dilanjutkan. Jika mimpi menyiratkan bagus, maka pohon kemenyan lainnya dapat dikerjakan.

Waktu manige, mereka kumandangkan tonggo: “parung simardagul-dagul, sahali mamarung, gok bahul-bahul, gok bahul-bahul” (adalah tonggo, doa permohonan yang diucapkan) kemudian manuktuk (mengetok) sekeliling kulit kayu  yang telah dilukai. Jika petani kemenyan lainnya ada yang mendengarkan doa permohonan ini, mereka wajib menjawab “i emma tutu ” (semoga saja). :****//

One thought on “Hikayat Awal Mula,”MANIGE.”

  1. Tugas kita saat ini adalah mengisi dan mengembangkan akan kekayaan alam tersebut agar dapat dinikmati hasilnya oleh seluruh lapisan masyarakat khusunya masyarakat Kabupaten Humbang Hasundutan, sehingga kedepan produk tani dari olahan kemenyaan tersebut dapat dijadikan sebagai produk andalan oleh daerah Kabupaten Humbang Hasundutan.
    Mauliate sian…
    MATIAS TUMANGGOR
    Alumni SMA RK PAKKAT tahun 1991

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s