RENCANA PERAYAAN JUBILEUM 75 TAHUN GEREJA KATOLIK DI WILAYAH PAKKAT


I       LATAR BELAKANG

Tanpa terasa (atau kurang disadari), Gereja Katolik sudah hampir 75 tahun mewarta di wilayah Pakkat (- Parlilitan). Karya pewartaan Gereja Katolik di wilayah Pakkat diawali pada tahun 1938. Berawal dari kebulatan tekad beberapa orang – entah didorong oleh motivasi apapun – akhirnya 75 tahun yang lalu, Gereja Katolik mulai memperkenalkan diri di wilayah Pakkat.

Hampir pasti karya pewartaan itu dimulai dengan berbagai kesulitan (antara lain kesulitan transportasi dan komunikasi, dll.) untuk menjangkau kampung yang akan dikunjungi untuk dilayani. Di tengah berbagai kesulitan, rintangan dan tantangan, ternyata karya pewartaan Gereja berbuah manis. Gereja Katolik Pakkat boleh berbangga dengan torehan sejarahnya. Kebanggaan itu tampak dari buah-buah yang telah dinikmati oleh masyarakat dari berbagai lapisan. Banyak masyarakat mengakui bahwa perkembangan yang dialami oleh masyarakat Pakkat sekarang ini sangat banyak dipengaruhi oleh kehadiran Gereja Katolik dengan berbagai karya pelayanannya.

Gereja Katolik Pakkat termasuk salah satu paroki yang memiliki cerita membanggakan di Keuskupan Agung Medan, bahkan menjadi primadona. Nama PAKKAT tersebar luas di wilayah KAM. Gereja Katolik merupakan pembawa perubahan dan kemajuan yang sangat berarti bagi masyarakat Pakkat:

  1. Bidang Agama

Berkat kepiawaian dan kepintaran P. Oscar Nuijten, OFMCap. dalam bidang liturgi dan lagu-lagu liturgi, Paroki Pakkat sangat cepat mengalami kemajuan dalam bidang liturgi. Hal itu didukung dengan katekese yang kuat yang disajikan pada masa itu.

  1. Bidang Pendidikan

Salah satu yang mengharumkan nama Gereja di Pakkat adalah kemajuan pelayanan di bidang pendidikan. Kita pasti pernah mendengar nama SGB, SKP dan lain sebagainya. Meski diperjuangkan dengan sangat susah payah, karya pelayanan pendidikan ini sungguh merupakan pelayanan yang mencerdaskan masyarakat (termasuk non-Katolik) yang buahnya membuahkan perkembangan dan kemajuan.

  1. Bidang Kesehatan

Sebagaimana biasanya, pelayanan kerasulan Gereja pada awalnya digandengkan dengan pelayanan kesehatan. Pelayanan dalam bidang ini sangat mempengaruhi penyambutan masyarakat terhadap kehadiran Gereja.

  1. Bidang Pengembangan Ekonomi Masyarakat

Buah kehadiran Gereja Katolik yang dapat dinikmati oleh masyarakat di Pakkat adalah perkembangan tingkat kesejahteraan ekonomi. Pelayanan pastoral di bidang katekese, pendidikan, kesehatan secara tidak langsung mempengaruhi pola pikir dan pola hidup masyarakat secara umum. Hadirnya CU secara konkret semakin memudahkan masyarakat dalam mengupayakan pengembangan kesejahteraan ekonomi.

  1. Kaum Muda Pakkat

Salah satu yang khas dan menjadi cerita menarik dari paroki kita adalah kaum muda (dengan kegiatan sendra tari dan kelompok pemuda katolik yang pernah ada).

Semuanya ini menunjukkan bahwa Pakkat adalah primadona.Itu harus disyukuri dan dibanggakan. Selain itu, sejarah indah masa lalu itu menjadi suatu nostalgia. Kini buahnya dapat dirasakan dan dinikmati.

II     TUJUAN PERAYAAN JUBILEUM

Setelah 75 tahun, kenangan itu kiranya perlu disyukuri secara bersama. Tujuan kita merayakan jubileum ini antara lain:

  1. Bersyukur bersama atas karunia Allah yang telah ditabur, dikembangkan dan berbuah di wilayah Pakkat ini berkat kehadiran Gereja Katolik.
  2. Mengenang kembali segala suka-duka, perjuangan (berbagai tantangan dan kesulitan) dalam karya pelayanan pastoral dan pengembangan Gereja Katolik di wilayah Pakkat.
  3. Menangkap roh dan semangat pelayanan Gereja untuk upaya pengembangan karya pelayanan Gereja masa kini.
  4. Berkat kekuatan roh dan semangat pewartaan dan pelayanan tersebut, berupaya mencanangkan bentuk pergerakan Gereja demi pelayanan umat menuju kemajuan rohani dan jasmani.

III    KONSEP DASAR JUBILEUM 75 TAHUN: Titik Baru Menuju Gereja yang Dewasa

Buah kehadiran Gereja Katolik Pakkat telah kita nikmati sekarang. Sejarah indah dan berbagai buah yang dirasakan oleh masyarakat Pakkat dari berbagai lapisan kiranya bukan lembaran sejarah yang harus di tutup dan disimpan rapi.

Konsep dasar dar Perayaan Jubileum 75 Tahun yang akan kita rayakan adalah:

  1. Jubileum 75 Tahun merupakan perayaan syukur atas buah karunia Allah dan kenangan akan sejarah, perjalanan dan suka-duka masa lalu.
  2. Jubileum merupakan refleksi/ permenungan yang bertitik tolak dari sejarah masa lalu yang dibanggakan itu. Permenungan tersebut diharapkan menumbuhkan semangat baru untuk membangun Gereja dalam Roh kesatuan.
  3. Maka, Perayaan Jubileum 75 Tahun kiranya menjadi MOMENTUM untuk menegaskan eksistensi Gereja Katolik yang dewasa dan siap menjadi pewarta dan nabi masa kini. Sebab Gereja kita di Pakkat, dalam sejarah dan perjalanannya mengalami perkembangan. Perkembangan itu mesti kita genggam dan perjuangkan dengan ulet agar Gereja tetap hadir dalam mengembangkan kehidupan umat dalam berbagai aspek. Saat ini, setelah 75 tahun, Gereja Katolik Pakkat kiranya perlu menancapkan atau mematrikan titik baru karya pastoral dalam perjalanan sejarah ke depan. Dengan demikian, perayaan ini, selain syukur adalah juga sebagai tantangan baru yang menuntut keuletan dan keteguhan sikap.
  4. Satu hal yang harus disadari adalah bahwa pola kehadiran Gereja masa kini mesti berbeda dengan pola kehadirannya pada 75 atau 50 tahun yang lalu. Pada awal kehadiran Gereja di Pakkat, Gereja kita masih dalam stastus misi. Kini diharapkan Gereja hadir, tumbuh berkembang dan dewasa sebagai Gereja yang mandiri. Itulah pola kehadiran Gereja yang mesti kita kembangkan pada masa kini.

Pelaksanaan jubileum yang hendak kita rayakan hendaknya ditandai dengan dan mengarah kepada:

  1. Perkembangan dan kesuburan iman umat yang ditopang oleh semangat kebersamaan dan kesatuan
  2. Meningkatnya mutu pelayanan pastoral yang terarah kepada kebutuhan umat
  3. Penataan dan pengelolaan paroki yang sudah memiliki sistem dan mekanisme yang baik.
  4. Meningkatnya kemampuan para pengurus Gereja dalam mengemban tugas pelayanan umat
  5. Penataan kompleks gereja (luar dan dalam) agar semakin sesuai dengan kebutuhan liturgi demi kesuburan iman umat (pembenahan bagi stasi yang sudah membangun dan pembangunan bagi yang belum terbangun secara permanen) – termasuk kompleks paroki kita.
  6. Dengan Jubileum ini, Gereja Katolik Pakkat menampilkan diri sebagai nabi dan rasul Kristus di zaman modern.

 

IV    BENTUK-BENTUK KEGIATAN SEBAGAI RANGKAIAN JUBILEUM

        Bertitik tolak dari berbagai pemikiran (latar belakang, tujuan dan konsep dasar) perihal jubileum yang akan kita rayakan, Tim Perumus menawarkan beberapa bentuk kegiatan untuk dirangkai dan dikembangkan menjadi kegiatan yang menarik dan memberi bekas dan hikmat bagi perkembangan Gereja kita.

  1. Bidang Sejarah
  2. Pembuatan monumen sejarah pada titik-titik awal kehadiran Gereja di wilayan Pakkat
  3. Penayangan ulang sejarah awal dan perkembangan Gereja Katolik di Pakkat melalui sendratari
  4. Penerbitan buku kenangan
  5. Pembuatan baju dan kalender jubileum
  6. Penghormatan kepada tokoh-tokoh yang berjasa bagi kemajuan Gereja:
  • Para pastor dan suster yang berkarya di paroki Pakkat
  • Tokoh pendiri dan pembela kehadiran Gereja di stasi
  • Tokoh Gereja yang bergerak di bidang pelayanan pendidikan, kesehatan, pengembangan ekonomi masyarakat
  1. Pemberian tanda bagi buah kehadiran Gereja, yakni kesuburan panggilan biarawan/ wati
  2. Reuni alumni Pakkat (dari berbagai lapisan)
  1. Bidang Pengembangan
  1. Peningkatan katekese kepada umat
  2. Pemberdayaan pengurus Gereja melalui partungkoan, sermon-sermon dan berbagai kursus
  3. Pengembangan keuangan dan ketertiban administrasi paroki
  4. Pembenahan kompleks gereja (luar dan dalam) agar semakin sesuai dengan kebutuhan perkembangan hidup rohani umat

(Poin a hingga d ini dipadukan dengan program DPP)

  1. Seminar (dengan melibatkan alumni Pakkat)
  2. Penataan dan pembenahan kompleks paroki (bahkan penggalangan dana renovasi sarana paroki (mis. wisma paroki kita)
  3. Aksi sosial (misalnya dengan gerakan “SERBU” yaitu serba sepuluh ribu rupiah)
  • Aksi sosial yang sifatnya aksidental (sekali saja), misalnya dengan pengobatan gratis
  • Aksi sosial yang sifatnya berkesinambungan (misalnya bantuan sosial untuk pendidikan yang dananya diperoleh dari gerakan “SERBU”)
  1. Perayaan Syukur yang dirangkai dengan:
  2. Perayaan bersama
  3. Doa Jubileum

V     TAHAPAN-TAHAPAN PERSIAPAN JUBILEUM

        Tim Perumus menawarkan beberapa agenda awal yang perlu dilaksanakan demi kebaikan persiapan jubileum kita:

  1. Tanggal 26 Mei 2012: Pembentukan Panitia
  2. Awal Juli 2012: Audiensi kepada Bapak Uskup Agung Medan
  3. Sosialisasi kepada seluruh umat Paroki Pakkat segera setelah audiensi kepada Bapak Uskup
  4. Awal Agustus 2012: Audiensi kepada Pemkab Humbahas
  5. Sejak 1 September 2012: Publikasi ke luar paroki termasuk demi penggalangan dana
  6. Pembukaan Jubileum  setelah Rapat Pleno Paroki 2013

PENUTUP

Barangkali tidak salah mengatakan bahwa kesempatan merayakan jubileum adalah rahmat istimewa bagi Gereja kita di Pakkat ini. Rahmat ini harus kita genggam bersama. Seraya menggenggamnya bersama, kita juga diminta untuk memikirkan upaya pengembangan rahmat ini agar semakin berlimpah buahnya. Semoga perayaan jubileum yang akan kita rayakan menjadi gawai kita bersama.

Pakkat, 21 Juli 2012

Ketua Panitia

Drs. Sahat Pane, M. Pd.

One thought on “RENCANA PERAYAAN JUBILEUM 75 TAHUN GEREJA KATOLIK DI WILAYAH PAKKAT

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s