Dosen Harus Bisa Meneliti dan Mengabdi


STIKes Murni Teguh Diresmikan

DOSEN diharapkan tidak hanya bisa mengajar. Tapi juga bisa melakukan peneli­tian yang bermanfaat dan kemudian bisa mengabdi di tengah-tengah masya­rakatnya. Hal tersebut ditegaskan Koor­dinator Ko­pertis Wilayah I Prof Dian Armanto saat didaulat turut meresmikan keberadaan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Murni Teguh yang digelar di Rumah Sakit Murni Teguh, Jalan Jawa Medan.

Dalam sambutannya, Prof Dian Armanto ber­harap para dosen yang ada di STIKES Murni Teguh turut menjaga kualitas lulusan dan mengupgrade dirinya untuk terus be­lajar di tengah ketatnya persaingan dunia pen­didikan yang ada saat ini.

“Penguasaan Bahasa Inggris mutlak harus dimiliki oleh para tenaga pengajar. Kalau pengajarnya sudah pandai berbahasa Ing­gris, pasti mahasiswanya juga pandai. Saya juga berharap, STIKes Murni Teguh yang lahir lewat proses yang panjang ini bisa melahirkan lulusan terbaik, khususnya di bidang perawat dan kebidanan,” tegas­nya.

Ia menjelaskan beroperasinya STIKes Murni Teguh sesuai dengan SK Nomor 251/KPT/I/2017 tertanggal 8 Mei 2017 yang memuat izin perubahan nama dan pe­rubahan lokasi atau alihkelola Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangsa Kuala Sim­pang di Aceh Tamiang menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Murni Teguh di Kota Medan yang berada di bawah naungan Ya­yasan Tapemulia Bangsa.

Ketua Yayasan Tapemulia Bangsa (YTB) dr Mutiara MHA MKT menjelas­kan pihaknya saat ini memiliki dua program studi, yakni S1 Keperawatan dan D3 Ke­bi­danan. “Kita tahu bahwa peran perawat dan bidan sangat vital dalam peningkatan kua­litas pelayanan kesehatan. Nah, kita ber­­harap lulusan kita bisa terampil dan me­­miliki karakter untuk melayani serta mam­­pu menembus pasar luar negeri,” ujar­nya.

Pada acara tersebut juga digelar seminar terkait pencapaian akreditasi. Manajemen STIKes Murni Teguh mengundang para pem­bicara yang ahli di bidangnya agar kua­litas STIKes bisa mencapai standar inter­nasional seperti yang dicita-citakan.

Mutiara mengatakan, proses kegiatan belajar mengajar di STIKes Murni Teguh juga akan lebih mengedepankan praktik daripada teori. Bobotnya di semester akhir 75 persen praktik dan 25 persen teori. Pi­haknya juga akan menjalin kerja sama dengan institusi terkait di luar negeri seperti Australia.

Praktik calon perawat dan bidan, im­buhnya, akan dilakukan di RS Murni Teguh serta di rumah sakit swasta yang telah men­jalin kerja sama. STIKes Murni Teguh juga akan menyediakan beasiswa bagi mahasis­wa yang pintar secara intelektual dan ber­ka­rakter, memiliki semangat untuk melayani.

“Pemberian beasiswa, selain melihat nilai juga dites lagi. Kita tidak mau mereka hanya pintar, tapi ternyata tidak memiliki passion yang kuat untuk memberikan pe­la­yanan yang optimal. Pembangunan ka­rakter juga sangat penting ya saya kira, jadi STIKes ini berupaya menggabungkan dua hal itu, skill dan karakter,” katanya.

 

Tahun ajaran baru, STIKes Murni Teguh me­nyiapkan daya tampung 180 kursi. Pada tahun ini, kuliah akan digelar di Jalan Jawa No. 2 Rumah Sakit Murni Teguh lantai 7 dan 8, namun dipastikan tahun depan, ma­hasiswa akan menempati ruang per­kuliahan di Jalan Kapten Batu Sihombing, Medan Es­tate, Percut Sei Tuan. (bambang riyanto)

Hubungi: https://www.facebook.com/maryrose.simanullang

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s