Badan Otorita Danau Toba

Oleh Mangadar Situmorang

Kompas Cetak | 10 Februari 2016

Ada tiga kata kunci yang diusung keputusan pemerintah untuk membentuk Badan Otorita Danau Toba.

Pertama, koordinasi. Melalui badan ini seluruh dimensi dari sebuah industri pariwisata dapat disinergikan menjadi sebuah paket yang terintegrasi. Kedua, akselerasi. Melalui badan ini pola kerja yang selama ini lambat dan sangat birokratis dicoba dipercepat dengan otorisasi yang tidak saja koordinatif, tetapi juga instruktif. Ketiga, eksekusi. Dengan otoritas tunggal ini, upaya-upaya kompromi antarsektor dan antarinstansi yang kerap membelenggu keputusan hanya sekadar keputusan akan dapat diatasi. Singkatnya, BODT dimaksudkan untuk sesegera mungkin mengeksekusi amanat- amanat konstitusi, Nawacita, atau janji-janji politik presiden. Continue reading “Badan Otorita Danau Toba”

Pelihara ‘Hamster’

SEBELUM memutuskan memelihara hamster, ada baiknya kita mempertimbangkan beberapa hal. Kita harus menggali seluk-beluk hamster secara mendalam. Jangan sampai gara-gara miskin informasi kita menyesal membeli satwa lucu ini. Continue reading “Pelihara ‘Hamster’”

BUDIDAYA KACANG TANAH

Prepared by : Tommy M J Sihotang

Bidang Ekonomi FIP Kec. Pakkat 
Sumber : Bank Indonesia dan Dari berbagai sumber


Latar Belakang

Kebutuhan akan kacang tanah (Arachis hypogaea) sebagi salah satu produk pertanian tanaman pangan setahun, diduga masih perlu ditingkatkan sejalan sengan kenaikan pendapatan dan atau jumlah penduduk. Kemungkinan terjadinya peningkatan permintaan dicerminkan dari adanya kecendrungan meningkatnya kebutuhan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi langsung dan untuk memenuhi kebutuhan pasokan bahan baku industri hilirnya, antara lain untuk industri kacang kering, industri produk olahan lain yang siap dikonsumsi baik dalam bentuk asal olahan kacang, dalam campuran makanan dan dalam bentuk pasta. Unsur strategis yang unik dari mata dagangan kacang tanah dapat diikuti dari semakin meningkatnya permintaan turunannya sejalan dengan impor ini, dapat ditempatkan sebagai kesempatan yang sangat luas bagi Indonesia untuk meningkatkan produksi dalam negeri sekaligus sebagai upaya untuk memperkecil pembelanjaaj devisa untuk impor mata dagangan kacang tanah. Continue reading “BUDIDAYA KACANG TANAH”

Belajar Toleransi Agama dari Amerika Serikat

Oleh : Albertus Patty

“Para pejabat harus belajar membatinkan sikap toleran sebagai bukti kesetiaannya terhadap moto bangsa Bhineka Tunggal Ika, Pancasila dan konstitusi
bangsa (UUD 1945).

Aksi kekerasan dan penusukan terhadap pendeta dan penatua gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Ciketing, Bekasi pada hari Minggu, 12 September 2010, bisa saja timbul dari berbagai motif. Tetapi, akar utamanya pasti intoleransi agama. Tidak seorang pun bisa menyangkal bahwa aksi anarki itu adalah lanjutan dari aksi intoleransi yang terjadi di hampir setiap hari Minggu terhadap warga jemaat ini. Yang pasti, tragedi kekerasan itu menunjukkan bahwa tsunami intoleransi agama telah menerjang pekarangan rumah kita. Continue reading “Belajar Toleransi Agama dari Amerika Serikat”

MANAGEMENT STRESS

Rostime Hermayerni

Stresss merupakan fenomena universal yang dialami oleh semua orang. Tidak satupun manusia yang tidak mengalami stresss dan bahkan dalam satu hari kita dapat menghadapi masalah yang bertubi-tubi yang menjadikan kita  stresss. Orang tua dapat stresss karena memikirkan anak – anaknya, orang – orang bekerja stresss karena pekerjaannya dan anak – anak sekolah dapat stresss karena masalah di sekolah. Stress tidak memandang usia, waktu dan tempat tergantung bagaimana individu dapat menanggapi atau merespon stresss tersebut. Oleh karena itu stresss haruslah kita pandang dari dua sisi pengalaman positif dan negatif.  Continue reading “MANAGEMENT STRESS”

BAHAGIAN-BAHAGIAN RUMA BATAK

http://pungsin.wordpress.com/

Menurut tingkatannya Ruma Batak itu dapat dibagi menjadi 3 bagian :

  1. Bagian Bawah (Tombara) yang terdiri dari batu pondasi atau ojahan tiang-tiang pendek, pasak (rancang) yang menusuk tiang, tangga (balatuk)
  2. Bagian Tengah (Tonga) yang terdiri dari dinding depan, dinding samping, dan belakang
  3. Bagian Atas (Ginjang) yang terdiri dari atap (tarup) di bawah atap urur diatas urur membentang lais, ruma yang lama atapnya adalah ijuk (serat dari pohon enau).

Bagian bawah berfungsi sebagai tempat ternak seperti kerbau, lembu dll. Bagian tengah adalah ruangan tempat hunian manusia. Bagian atas adalah tempat-tempat penyimpanan benda-benda keramat (ugasan homitan). Continue reading “BAHAGIAN-BAHAGIAN RUMA BATAK”

Transparansi Cinta Heidegger

Oleh John Ferry Sihotang

Layaknya kematian, kita terlempar begitu saja dengan suasana hati di pangkuan ruang dan waktu. Bisa jadi hanya improvisasi penjinakan dari proses evolusi kosmik nir-kesadaran. Kau melihatku lebih dulu, namun aku yang menangkapmu sebagai ada-tanda. Aku pun mulai mendekat dalam jauhnya perbedaan diantara kita. Namun kita justru mencandranya sebagai keunikan. Kontak ada perlahan berada dalam persahabatan: sebagai “pasangan jiwa masalalu” yang prareflektif dan praverbal dalam peta-psike kau-Freudian dan aku yang Jungian. Memang, keterlemparan yang menjadi kecemasan selalu mengembalikan kita pada kerinduan. Continue reading “Transparansi Cinta Heidegger”

Tubuh dan Kekuasaan (Ariel-Luna-Tari)

Oleh John Ferry Sihotang

 Abad 20 – 21 (“abad Ariel-luna-tari”), tema tentang Tubuh – yang sebelumnya tak pernah dianggap serius, kini menjadi penting dan salah satu fokus utama perenungan filsafat kontemporer. Kerapkali tubuh hanya dilihat sebagai “benda” liar, gelap, namun bernilai jual. “Dijadikan” barang dagangan oleh para penguasa dan petarung kapital media massa, “dihakimi” sebagai masalah moral bangsa dan agama, dan “didisiplinkan” karena dianggap penyimpangan dan kegilaan.

Pandangan Mutakhir Tentang Tubuh Continue reading “Tubuh dan Kekuasaan (Ariel-Luna-Tari)”

YUBILEUM 75 TAHUN GEREJA KATOLIK DI TANAH BATAK

”Makan Sasagun ‘gak sih?”         

Oleh Vincensius Sihombing

Diiluminasikan oleh pandangan Filsuf pertama Indonesia, Prof N Driayakara, S.J., kita memandang Yubileum 75 Tahun Gereja Katolik di Tanah Batak sebagai suatu momentum historicum untuk melakukan repleksi tentang hakikat, makna dan tujuan eksistensial kita sebagai Gereja dan Nusa Bangsa Indonesia.

Betapa tidak, sebab akan terkuaklah di dalamnya pejiarahan mengagumkan akan para Misionaris kita yang datang dari Provinsi Kapusin Belanda, Pastor Sybrandus Van Roossum yang tiba pada penghujung Tahun 1934 di Balige. Atas peristiwa itu, pastor Gentilis yang menulis banyak hal tentang Misi Kapusin di Sumatera dan Kalimantan menulis, bahwa ” Matahari Telah Terbit Di Atas Balige”. Makna liris prosa pastoral itu diteguhkan oleh Mgr. Matthias Brans, OFM Cap Vicarius Apostolic van Padang ketika itu, dengan semboyan ”Carilah Kontak Pada Waktu Siang dan Pada Waktu Malam” (Lihat Pastor Leo Joosten, OFM Cap., Tali Pengukur Jatuh Ke Tanah Permai, Kabanjahe, 2005). Tidak berhenti di situ, Gereja Katolik laksana Salib Kristus mulai tertancap di Bumi Tanah Batak. Continue reading “YUBILEUM 75 TAHUN GEREJA KATOLIK DI TANAH BATAK”

Saatnya Melestarikan Danau Toba

http://www.pakkatnews.com

Oleh :  AGUSTINA PANE
(Siswa Kelas IX, SMP N 1 Pakkat, Kabupaten Humbang Hasundutan)

Karya Tulis yang berjudul “Saatnya Melestarikan Danau Toba” ini,  berhasil menjuarai lomba karya tulis yang diselenggarakan olehKomunitas Toba Lovers, yang diadakan pada Desember 2009 ) dan menerima  penghargaan atas tulisannya ini langsung dari Bapak Nestor  Rico Tambunan selaku dewan juri dan juga sebagai Dosen UI jurusan Penerbitan (Red).

BAB I

PENDAHULUAN

1.  Latar Belakang

Danau Toba adalah salah satu danau air tawar terbesar dunia, yang memiliki luas areal perairan mencapai puluhan km2 dengan kedalaman sampai 900 m pada bagian yang terdalam. Danau Toba terletak pada daerah dataran tinggi Toba di Sumatera Utara dengan ketinggian permukaan airnya mencapai 698 m dari permukaan laut. Danau Toba tercakup dalam wilayah administrasi dari tujuh kabupaten yang terletak di daerah dataran tinggi Sumut. Continue reading “Saatnya Melestarikan Danau Toba”

Ekspektasi Etis dari Anggota DPR

Oleh: Kasdin Sihotang

 

Kasdin Sihotang
Kasdin Sihotang
Tanggal 1 Oktober 2009, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia periode 2009-2014 dilantik. Pelantikan itu merupakan momen legitimasi bagi anggota DPR sekaligus titik berangkat untuk memulai tugas mulia sebagai wakil rakyat. Pelantikan itu tentunya bukan kegiatan seremonial yang bertujuan menghambur-hamburkan uang negara, melainkan harus dipandang sebagai momen yang bermakna etis. Makna etis momentum ini dilatarbelakangi oleh dua hal berikut.

 

 Pertama, posisi anggota dewan. Anggota dewan adalah wakil rakyat. Posisi ini per se memuat kepercayaan yang besar sekaligus tanggungg jawab dalam mengemban tugas untuk memikirkan kepentingan rakyat. Acara pelantikan itu sendiri menjadi momen yang mengafirmasi dua nilai etika keutamaan tersebut. Continue reading “Ekspektasi Etis dari Anggota DPR”

MELONGOK PENGUSAHA KEMENYAN ERA 30-AN

Oleh : Jannerson Girsang 
Dimuat di Harian Analisa, Maret 2008
Julius Nainggolan, pengusaha kemenyan di era 1930-an sampai 1950-an, tidaklah banyak diketahui masyarakat luas di Sumatera Utara. Tempat tinggalnya, desa kecil Huta Julu, Kecamatan Onan Ganjang, Kabupaten Humbang Hasundutan, barangkali tak pernah tersebut, bahkan di peta umum propinsi yang dipublikasi luas, desanya tidak tercantum. Continue reading “MELONGOK PENGUSAHA KEMENYAN ERA 30-AN”

Filsafat Manusia: Upaya Membangkitkan Humanisme

Judul                           : Filsafat Manusia: Upaya Membangkitkan Humanisme

Penulis                         : Kasdin Sihotang

Penerbit                       : Kanisius, Yogyakarta, 2009

Tebal                           : 166 halaman

Harga                          : Rp 35.000

 Filsafat manusia_1Resume Buku 

“Persoalan kemanusiaan semakin banyak dan semakin kompleks. Ironisnya, ilmu pengetahuan dan teknologi, yang pada hakikatnya bertujuan untuk memberikan solusi atas masalah hidup manusia, ternyata banyak memberi andil bagi munculnya persoalan-persoalan humanisme.

Para pelaku ekonomi mengabsolutkan keuntungan di atas segala-galanya sehingga menghalalkan segala cara dalam perolehannya. Tidak bisa dinafikan, politik yang episteme-nya diletakkan pada kekuasaan yang mengedepankan uang dan kedudukan, membuat para politisi buta akan nilai-nilai kemanusiaan. Dalam bingkai pola pikir seperti itu manusia dengan begitu mudah dijadikan objek. Keinginan, selera, kekuasaan, dan keuntungan diutamakan; dan pemenuhannya dilakukan dengan segala cara. Ini menyebabkan tergerusnya humanisme dewasa ini.

Buku Filsafat Manusia: Upaya Membangkitkan Humanisme berupaya membangkitkan kesadaran akan nilai-nilai kemanusiaan, dengan tekanan pokok pada pemahaman mengenai beberapa dimensi humanitas, yakni manusia sebagai makhluk individual dan personal, sebagai makhluk sosial, mampu memilih, berpengetahuan, menyejarah dan membentuk diri serta dunia melalui pekerjaan” ( sampul belakang).

Papatar dan Enam Tahun Kabupaten Humbang Hasundutan

Sumber: www.beritapapatar.com

Friday, August 14th, 2009

Oleh : Drs. Jaudi Marbun *)
Pertama-tama saya mengucapkan:

“Selamat ulang tahun Kabupaten Humbang Hasundutan yang ke enam tahun”.

Setelah era reformasi tahun 1998, berdirilah Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) dari kabupaten induk, Tapanuli Utara sebagaimana tertuang dalam Undang – Undang Republik Indonesia No.9 Tahun 2003 Tentang “Pembentukan Kabupaten Nias Selatan, Kabupaten Pakpak Bharat, dan Kabupaten Humbang Hasundutan di Provinsi Sumatera Utara”. Masyarakat Humbahas merasa lega dan merasa senang karena dengan berdirinya Kabupaten Humbahas ada pengharapan lebih  agar laju pembangunan di daerah tersebut akan lebih cepat. 

Kabupaten Humbang Hasundutan baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke enam, dan secara terpusat dirayakan pada tanggal 28 Juli 2009 yang lau di Dolok Sipalakki atau Bukit Inspirasi, Doloksanggul tepatnya di Perkantoran Bupati Humbahas yang baru selesai di bangun. Seluruh dinas dan 10 Kecamatan di Humbahas (Kecamatan Pakkat, Parlilitan, Tarabintang,  Pollung, Baktiraja, Paranginan, Lintong Nihuta, Dolok Sanggul, Sijama Polang, Onan Ganjang) turut berpartisipasi merayakan hari jadinya ini. Tiga Kecamatan pertama yang disebutkan di atas saat ini lebih terkenal dengan sebutan Papatar (Pakkat, Parlilitan, Tarabintang). Gubernur Sumatera Utara, H. Syamsul Arifin juga menghadiri acara akbar ini, dan sejumlah tokoh nasional lainnya dengan sejumlah rangkaian acara, perlombaan hiburan dan pemberian sejumlah penghargaan kepada yang dianggap berprestasi. Continue reading “Papatar dan Enam Tahun Kabupaten Humbang Hasundutan”

CATATAN BUDAYA DUAMAN M PANJAITAN, MANGIRDAK

http://batakpos-online.com/Buku Kamus Batak Toba-Indonesia  oleh Drs Richard Sinaga mengatakan bahwa mangirdak adalah acara untuk menguatkan seorang wanita (ibu muda) yang akan melahirkan anak pertamanya yang biasanya dilakukan ketika hamil tua (sekitar tujuh bulan). Pihak keluarga si wanita (hula-hula) memberikan dengke sitio-tio, boras si pir ni tondi, ulos mula gabe (ulos tondi) serta doa restu kiranya anaknya melahirkan dengan selamat.

Secara medis memang diakui bahwa kehamilan pertama seorang ibu muda adalah kritis dan memerlukan perhatian yang lebih seksama, baik secara fisik maupun psikis. Kesehatan fisik perlu dijaga sebaik-baiknya dan kekhawatiran ibu muda itu perlu dihindarkan. Untuk itulah acara khusus mangirdak dianggap penting untuk memberikan semangat dan keyakinan bagi ibu muda bahwa Tuhan akan menguatkan dan melancarkan kelahiran anak pertama itu dengan selamat.

Continue reading “CATATAN BUDAYA DUAMAN M PANJAITAN, MANGIRDAK”