Kisah Orang Batak Yang Lolos Dari Kekejaman Hitler

http://www.anehdidunia.comSahabat anehdidunia.blogspot, di dalam tubuh Parlindungan Lubis, tidak setetes pun mengalir darah Yahudi. Dia Batak tulen dari Mandailing. Namun kenyataannya, dia harus mendekam selama lima tahun di kamp konsentrasi NAZI , dan masih beruntung bisa keluar dari tempat penyiksaan dan pembantaian yang sadis tiada tandingannya itu. Lubis mengisahkan pengalamannya yang luar biasa itu dalam sebuah otobiografi. Sudah agak lama beredar; namun buku tersebut masih tetap aktual sampai sekarang. Continue reading “Kisah Orang Batak Yang Lolos Dari Kekejaman Hitler”

Frederich Silaban

http://sosbud.kompasiana.com

Tak banyak yang mengenal nama Frederich Silaban, apa lagi Generasi Muda angkatan 80-an sampai pada G enerasi Muda yang sekarang. Frederich Silaban yang lahir pada tanggal 12 Desember 1912 disebuah Desa terpencil dibagian utara Provinsi Sumatera Utara, tepatnya didesa Bonan Dolok, Dolok Sanmggul, Kabupaten Humbang Husudutan (Humbahas) Sumatera Utara sekarang. Continue reading “Frederich Silaban”

Profile Sr. Jeannette FCJM

http://www.harapan-jaya.com/

Masa kecil

Sr. Jeannette FCJMSr. Jeannette van Paassen lahir pada tanggal 12 Desember 1936, di sebuah Desa di Den Hoorn, merupakan anak ke-7 pada keluarga van Paassen. Nama kecilnya dipanggil dengan Theodora (Thea), artinya ″hadiah Tuhan″. Thea masih mempunyai 4 orang adik lagi sehingga mereka semuanya menjadi 11 orang.

Semasa kecilnya Thea sangat suka membantu orangtuanya bekerja di kebun tomat. Kebun itu merupakan sumber penghasilan bagi keluarga van Paassen. Walaupun sibuk dengan kerja di kebun tomat, Thea tidak melupakan urusan sekolahnya. Cita-citanya ingin menjadi Perawat. Namun cita-cita ini belum bisa segera terwujud, karena pada saat Thea tamat SMK, kedua abangnya masuk perguruan tinggi. Terpaksa Thea berhenti sekolah dan membantu orangtuanya bekerja di kebun tomat hingga usia 20 tahun.

Masuk Kongregasi, thn 1957 .

Suatu saat Thea memutuskan untuk menjadi Suster dengan tujuan mau ke misi. Walaupun tujuannya ke misi masih diragukan oleh Pimpinan Kongregasi Fransiskanes, namun karena imannya yang besar, akhirnya Thea bisa diterima dan memilih nama menjadi Suster Jeannette. Pada tahun 1960 Sr. Jeannette mendapat tugas belajar dalam bidang Keperawatan di Rumah Sakit Maria – Stichting di Haarlem dan selanjutnya meneruskan pendidikan di bidang kebidanan di Heerlen dan selesai tahun 1968.

Mengemban misi di Pakkat, Sumatera Utara (1969 – 1980) Continue reading “Profile Sr. Jeannette FCJM”